Sering kali hal yang paling memotivasi manusia untuk melakukan sesuatu bukan dari apa yang paling mereka inginkan tapi justru dari apa yang mereka takuti. Aku menyebut ini dengan istilah jurus kepepet. Hampir dari semua kisah sukses orang-orang besar berawal dari kejatuhan yang begitu dalam hingga membuat batinnya tersiksa dan dari rasa sakit yang mereka rasakan mereka merasa terancam akan posisi mereka yang sudah sangat buruk dan kemungkinan akan lebih buruk lagi.
Karena ketakutan situasi akan lebih buruk lagi mereka punya dua kelebihan, pertama mereka akan sekuat tenaga memikirkan jalan keluar mulai dari yang paling mudah dan sampai yang tidak pernah kepikiran oleh orang-orang lain sehingga otak mereka akan cemerlang penuh dengan ide-ide, yang kedua karena keadaan mereka sudah buruk mereka akan berani melakukan apapun mengalahkan rasa malu dan takut, andaikata gagal toh kalau tidak melakukan apapun keadaan tetap akan memburuk.
Contoh kepepet karena nasib adalah Chairul Tanjung yang memulai usaha fotokopinya setelah dia tau ternyata biaya kuliahnya berasal dari penjualan pakaian kesayangan ibunya yang oleh ibunya terpaksa di jual demi membayar biaya masuk kuliah. Yang membuat Chairul Tanjung sangat kepepet adalah dia tau bahwa ibunya sangat sayang sama pakaiannya dan Chairul Tanjung juga takut bagaimana biaya kuliahnya kedepan, sehinnga ide fotokopi keluar.
Kemudian contoh kepepet karena goblok Bob Sadino yang memiskinkan diri sampai akhirnya benar-benar hampir menjadi miskin satu-satu nya harta yang dia punya adalah mobil yang ia gunakan untuk narik taksi namun akhirnya mengalami kecelakaan yang cukup parah hingga tidak bisa jalan lagi. Dalam kondisi kepepet seperti ini dia tidak meminta bantuan saudara-saudaranya bahkan malah ia tolak, dengan dia menolak bantuan membuat keadaan om Bob semakin kepepet tetapi membuat otak dan badannya mampu berpikir dan bekerja melampaui orang yang biasa-biasa.
Lalu bagaimana dengan aku? Dalam cerita sejarah hidupku terhitung aku pernah mengalami kondisi kepepet kira-kira tiga kali dan dua diantaranya adalah karena kegoblokanku, sisanya karena nasib. Dalam postingan kali ini yang akan aku ceritakan adalah dua bagian yang disebabkan oleh kegoblokan ku.
Yang pertama adalah ceritaku keluar dari smp termasuk faforit di Bandung dan mundur satu tahun(tidak naik kelas) demi masuk ke pesantren. Singkat cerita karena aku mundur pada saat akhir semester satu dan semester dua aku habiskan dengan menganggur di rumah. Sebenarnya aku masih bisa melanjutkan sekolah sambil menunggu tahun ajaran baru untuk mendaftar masuk pesantren tapi aku begitu keras kepalanya aku maunya di rumah gak mau sekolah kecuali di pesantren yang aku inginkan bukan pesantren lain atau sekolah lain aku tidak punya alasan tapi hatiku mengatakan tidak meskipun orang tua meminta untuk masih sekolah.
Ada satu peristiwa yang membuat aku sangat kepepet, perasaan ku kena. Sore itu ayahku pulang dari entah dari mana aku lupa, sesampainya di rumah dia bilang seperti ini "Abi tadi dijalan waktu pulang lihat anak-anak pakai seragam pada pulang sekolah, lihat anak-anak lain yang ingin tapi tidak punya kesempatan sekolah, sekarang abi sampai rumah lihat anaknya abi yang meniggalkan sekolah padahal kamu punya kesempatan yang besar". Peristiwa itu aku kenang hingga saat yang aku tunggu-tunggu pun akhirnya datang yaitu tahun ajaran baru. Hari pertama di pesantren aku sangat bersemangat bahkan ketika teman-teman sekamarku pada nagis karena ditinggal orang tua, aku yang paling bahagia pada saat itu. Meskipun perjalanan selama tiga tahun ke depan akhirnya mampu membuat aku menangis tapi dengan mengingat ingat peristiwa sore itu aku tidak ingin membuat ayahku kecewa lagi. Hingga akhirnya aku bisa mendapat beasiwa SMA di MAN Insan Cendekia, pada saat aku di terima ayahku sangat bangga luar biasa dan dia menjanjikan berlibur ke kepulauan seribu yang sebelumnya ayahku termasuk pelit soal liburan, meskipun batal karena tiba-tiba nenekku yang di Solo mengalami serangan jantung dan membutuhkan biaya yang besar.
Kegoblokan ku yang kedua adalah saat ini, sampai hari ini ketika aku menulis postingan ini aku masih dalam kondisi kepepet. Semua ini berawal dari tahun 2011 bulan maret ketika aku memutuskan untuk putus sekolah lagi di semester dua kelas 2 di MAN Insan Cendekia, sekolah yang dulu begitu aku impikan. Dengan alasan yang goblok, bahwa aku gak akan bisa jadi pengusaha besar dan terkenal kalau aku bertahan di sekolah ini, kemudian masuk ITB kemudian jadi pegawai dan nyaman dengan gaji. Selama tiga tahun aku coba-coba berbisnis tapi semuanya gagal, entah mungkin karena aku belum merasa begitu kepepet. Satu-satunya alasan yang membuat aku kepepet adalah usiaku semakin bertambah tapi aku tidak kunjung mapan secara finansial padalah aku ingin menikah semuda mungkin karena aku ingin melihat cucuku tumbuh dewasa kelak ketika aku sudah tua. Mungkin alasan ini kurang kuat sehingga usahanya masih setengah-setengah dan kalau ada kendala sedikit aku mudah mengeluh dan menyerah.
Kemudian akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke dunia pendidikan dan ingin melanjutkan kuliah melalui paket C. Aku juga ikut bimbel di Ganesha Operation biar materinya lebih mantap. Singkat cerita Pada bulan maret tanggal 4 tahun ini aku nembak cewe satu kelas di GO, ini adalah yang pertama kalinya dalam hidupku. Entah kenapa aku tiba-tiba punya keberanian untuk itu, dan entah kenapa meskipun dia bukan yang paling cantik dan bahkan aku belum pernah ngobrol sama dia tapi aku suka dia, suka banget.
Malam itu jam delapan-an aku kirim pesan melalui whatsapp ke dia, habis kirim pesan itu aku meriang apalagi dia gak segera balas. Jam sebelas akhirnya dia balas, baca pesannya dia aku seperti terbang meskipun dia gak nerima tapi maunya jadi temen dulu. Malam itu aku ngobrol lumanyan banyak lewat whatsapp, aku tidur dengan sangat-sangat senang malam itu.
Singkat cerita pertemanan ku ini berjalan sudah tiga bulan. Selama tiga bulan ini kami tidak pernah ketemuan atau ngobrol secara langsung padahal kita satu kelas, dia selalu menghindar. Tapi kami masih rutin seminggu sekali ngobrol di whatsapp sekedar tanya kabar, setiap ada pesan dari dia apapun pekerjaan yang aku lakukan pada saat itu aku tinggal seketika dan langsung menuju sumber bunyi hp karena bunyinya beda. Aku senyum-senyum sendiri, tapi begitu besoknya aku ketemu dia di kelas aku merasa hancur karena aku gak bisa melakukan apa-apa untuk bisa dekat bukan hanya dalam dunia maya tapi juga nyata. Sampai akhirnya aku minta dia untuk jalan atau ketemuan, dia bilang katanya habis SBMPTN. Memang disini aku posisinya seprti orang yang ngejar ngejar gak sabaran dan gak gentleman. Aku akui aku ini orangnya cemburuan, meskipun sebenarnya dia sendiri juga belum pernah pacaran dan jarang banget bergaul sama anak laki-laki. Tapi kalau aku sudah menyukai sesuatu sulit untuk gak suka, meskipun aku harus membenci tapi tetap gak akan pernah bisa aku berhenti untuk mencintai seperti sahabat-sahabat lama ku meskipun akhirnya aku benci ada yang karena udah bikin kesel ada yang tiba-tiba jaga jarak, tapi tetap aku kangen meskipun belum sempat ketemu lagi sekarang, begitu juga dengan selimut kesayanganku yang aku punya sejak aku usia 3 tahun sampai saat ini masih aku pakai meskipun udah bolong, kumal, dan bau. Begitu juga dengan dia aku sudah menduga bahwa aku sudah terlanjur suka pasti aku gak akan bisa melupakan dia selamanya aku harus mendapatkan dia.
Dua hari setelah SBMPTN aku menunggu apakah dia masih ingat dengan janji ketemuannya. Tapi dari obrolan kami di wa setelah tes dia ternyata tidak yakin akan lulus SBMPTN sehingga kemungkinan dia akan sibuk lagi melakukan persiapan untuk ikut ujian lain. Aku ingin mengingatkan dia tentang janjinya tapi aku takut kalau dia tolak kemudian beralasan masih persiapan ujian dan akan menunda lagi. Aku akan sangat terlihat tidak gentleman dan seperti main kucing-kucingan, karena sebelum-sebelumnya pun bantuan apapun yang aku tawarkan selalu dia tolak, termasuk tawaran belajar bareng karena nilai rata-rata ku cukup tinggi dan aku berhasil memotivasi temanku yang asalnya no 1 dari bawah hingga jadi no 2, itupun aku sering ditolak. Akhirnya aku putuskan untuk diam.
Sampai pada suatu malam ketika aku sedang pusing mengerjakan proyek program akutansi tiba-tiba aku mendapat pesan dari grup whatsapp kelas ku di GO, aku lihat temaku cowo ngobrol dengan dia dengan serunya di grup itu berdua dan semua orang di grup lihat. Padahal dia gak pernah mau aku kelihatan ngobrol sama dia di grup itu, kalau dia mau jawab pertanyaanku di grup dia jawab melalui pesan langsung yang gak akan kelihatan orang lain. Seketika malam itu juga aku keluar dari grup dan unfollow twitternya biar aku bisa melupakan dia, tapi kenyataanya tidak aku tidak bisa. Dua minggu kemudian pada siang hari aku merasa kepalaku pusing, aku coba untuk tidur sebentar dan akhirnya aku langsung tidak sadar dan bermimpi. Aku bermimpi sedang belajar di suatu tempat yang tidak aku kenal, kemudian pelajaran berakhir semua beres-beres buku dan peralatan tulisnya. Pada saat aku mau memasukkan buku ke dalam tas aku melihat dia, ternyata selama ini dia ikut belajar tapi aku gak lihat. Akhirnya aku buru-buru membereskan buku ku supaya aku bisa keluar lebih cepat dan menuggu dia di luar. Setelah dia keluar aku panggil-panggil namanya rif!, rif!, rifda!, rifda! semakin lama semakin aku tinggikan suaraku tapi dia tidak juga menoleh atau melirik, dia langsung pergi tanpa sepatah katapun dan dengan wajah sebal seperti dia benci dipanggil panggil padahal padasaat itu hanya ada aku dan dia sehingga dia tidak perlu malu dengan teman-temannya seperti sebelumnya. Begitu dia pergi dan menghilang, tiba-tiba aku langsung terbangun dan tubuh ku langsung berkeringat dan panas, aku terbaring lemas tidak sanggup untuk duduk. Beberapa menit kemudian setelah panasku mulai reda aku mencoba untuk duduk, di dalam hati aku menangis sedalam-dalamnya.
Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan menyianyiakan sisa waktuku untuk alasan apapun. Aku akan bekerja sekeras-kerasnya aku ingin sukses. Dengan begitu aku ingin membuat dia tidak punya alasan untuk menolakku karena aku akan lakukan apapun untuk dia, dan yang aku tau dia tidak boleh pacaran oleh ayahnya. Sehingga aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu, aku tidak akan mengejar dia lagi tapi nanti beberapa tahun dari sekarang aku akan kerumahnya dan melamarnya dan aku ingin aku berada di atas segala-galanya sehingga dia tidak punya alasan, tidak lagi ini sangat menyakitkan. Alhamdulillah setiap aku malas aku selalu ingat mimpi terburuk ini, mimpi yang bisa membuat suhu tubuhku rasanya sudah mencapai 50 derajat celcius dalam seketika. Aku ini memang Goblok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar