Jumat, 20 Februari 2015
My English Writing Assignment 1
For this semester I have set an exact goal that I want to get a scholarship so I can use my parents budget to become a member of CIMA students (chartered institute of management accountants). By becoming CIMA student I would have a greater chance to working abroad. I want to work abroad because I want to get more experience of living, working in other country, I want to see more business opportunities around the world.
Luckily, I told my girlfriend about my plan of working abrod a few days ago and she was very happy to hear that. Because I said that if I accepted to work abroad I will engage her to outside country and then she said that she fully supported me. This is my great motivation.
I feel so much gratefull this week, it's a good start for me to be the best in this semester I think. I conclude that if I am in the state of mind which I know exactly what I want and I am fully determined not to quit I will become more resourceful and more creative. I always wondering about where this inspiration come from when I am in difficult situations and stuck idea. Finally I don't want to just kind of talking, I want to realize it.
Minggu, 11 Januari 2015
Aku ikhlas
Aku gak papa, hidup memang sepeti ini aku gak bisa melawan tapi juga gak pasrah bonhkokan.
Aku tetep berusaha sekuat tenaga, setiap hari aku di tempa untuk mengiji seberapa kuat tekadku.
Tapi aku juga menyadari bahwa setiap manusia pasti punya kelemahan punya kel3bihan masing2, Allah maha adil semua mahluk di bumi dapet bagiannya masing2, manusia gak akan pernah tau kekomplekan keadilan Allah. Yang jelas aku tidak akan mengejar apa yang bukan milikku. Aku ingin bisa mensyukuri bagian ku yang telah diberikan Allah.
Aku juga tidak perlu menjadi orang lain karena inilah aku, ciptaan sang Maha Sempurna, cukup bagiku untuk merawat dan menjaga pemberian ini. :,(
Catatan harian 1
Hari ini, aku bangun agak siang dengan perasaan serba kacau. Aku lemah tak berdaya dikalahkan oleh hawa nafsu dan kelemahan. Memamng keadaannya cukup buruk bagiku. Aku baru saja kehilangan hp sekinggu yang lalu padahal aku baru saja beli enam bulan lalu karna hilang juga, aku masih punya utang yang tidak lunas2 ke orang tuaku, aku punya target yang tidak pernah tercapai setelah berahun2, aku baru saja mendengar dengan jelas kalau teman dekat dari tempat les ku dulu ternyata menganggapku hanya teman, secara gamblangnya adalah fia tidak menyukaiku, belum lagi tanggal tujubelas januari besok aku ada acara dari kampus, charity concert aku adalah salah satu anggota multimedia dan di saat genting dan mepet aku malah kehilangan semua kontak teman2 ku karna hp ku hilang.
Ingin mati saja aku ini rasanya, terutama untuk menghilangkan kenangan saat-saat kebersamaanku bersama rifda, saat ketika hatiku melayang akhirnya chat ku di balas, saat aku berusaha mencari gombalan dan bahan obrolan, saat aku rela melakukan apapun demi dia, aku ingin membencinya tapi tidak bisa. Aku ingin minta tolong kepada siapa tapi tidak tahu. Aku ingin memohon kepada Allah tapi aku terlalubanyak dosa, dan aku masih belum siap untuk bertobat karna aku masih melakukan dosa yang sulit untuk aku tinggalkan.
Dan keadaan menjadi semakin buruk ketika siang hari aku mendengar dari dalam kamar, adikku yang kelas lima menangis sephlang dari les biola karna hp oppo senilai 2 juta yang baru saja di beli dari hasil tabungannya selama setahun lebih seminggu yang lalu hilang kena jambret di jalan.
Aku rasanya malas sekali, aku tidak mau melakukan apapun. Rasanya apapun yang aku lakukan hanya akan mrmperburuk situasi, aku benar dibayang bayangi oleh kelemahan diri dan kegagalan yang bertubi2.
Tapu malam hari ini aku seperti di bimbing untuk melihat film doraemon stand by me. Karakter nobita dalam film ini begitu sempurna menggambarkan apa yang sedang aku alami beberapa waktu terakhir ini, apa yang aku lakukan selalu berakhir dengan kegagalan m3skipun alat-alat dari doraemon yang canghih memvantuntya. Dan dari kesimpylan film ini yang aku dapat adalah aku harus bisa menyelesaikan masalhku sendiri bukan bergantung pada alat atauoun uang dari orang tua, k3mudian aku terlalu menuntuk kenikmatan aku tidak sabar dalam kesulitan sehingga aku mudah mencari jalan pintas.