Malam adalah waktu terbaik untuk mencari inspirasi, menggali
ide-ide kreatif, menenangkan diri, merenung, introspeksi diri, berdua dengan
kekasih menjalin komunikasi yang romantis dan intim bagi yang sudah menikah,
maupun mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.
Karna malam adalah waktu ketika sebagian besar mesin-mesin
berhenti berderu mengeluarkan suara bising dan gas beracunnya. Ketika suhu
udara mulai turun seiring degan kepergian sang matahari. Tidak ada lagi
gangguan dari teman-teman yang jahil, tidak ada lagi atasan yang
membentak-bentak, tidak ada lagi dosen yang ceramah cuap-cuap gak
berhenti-henti.
Malam hari adalah saat dimana aku benar-benar menjadi orang
yang merdeka. Aku memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang sepuasnya sampai
pagi. Tidak ada yang melarangku untuk melakukannya. Saat itu semua orang sudah
terlelap tidur, saat itu pula tidak ada tekanan, tidak ada tuntutan atau batas
waktu yang bisa menghalangi ku untuk mencari inspirasi kecuali kelemahan diri
ku sendiri, yaitu rasa lelah.
Malam hari adalah ketika aku dapat menatap rembulan yang
terang yang dengan bentuk jelek tidak ratanya dia masih menyinari malam yang
gelap gulita, menyampaikan cahaya yang dikirimkan oleh matahari yang tidak
sempat menyinari bagian bumi yang aku pijak ini. Ada juga awan yang bergerak
perlahan seakan dia tidak punya masalah ataupun tekanan yang membuat dia harus
berlari. Apalagi ditambah dengan taburan bintang yang berkilau indah yang
berubah warna tidak beraturan seakan mereka sedang bermain-main ceria.
Kesemuanya menggodaku untuk mencurahkan semua isi hatiku
kepada sang penciptanya. Keluh kesah, doa, harapan, pertanyaan, dan semuanya.
Karna aku yakin hanya dialah satu-satunya yang mau mendengar semua
sampah-sampah ini disaat yang lain lebih peduli dengan urusan mereka
masing-masing.
Pada saat sepertiga malam terakhir Allah turun dari
singasanyanya di langit ke tujuh ke langit ke satu, untuk melihat siapa sajakah
hambanya yang rela bangun pada waktu itu untuk bertemu dengannya. Dan pada saat
itu doa apapaun dari hambanya akan tidak ada yang lain kecuali akan dia
kabulkan.
Dan ketika pagi menjelang maka aku akan jauh lebih siap
untuk menyelesaikan berbagai tugas dan kewajiban yang harus aku lakukan dengan
sebaik-baiknya. Udara dingin yang lembut membelai kulit ku dan mengisi rongga
paru-paru yang haus akan oksigen. Sebagai penyempurna semagat dan harapan yang
telah aku bangun pada malam hari tadi.
Ya Allah sungguh indah ciptaanmu, maka akan betapa lebih
indahnya engkau.