Masalahnya adalah, kita terkondisikan untuk melawan produktivitas. Kita didesain untuk tidak bisa fokus.
So itu semua bukan salah mu jika kau sudah berjuang untuk menyelesaikan sesuatu.
Tapi, masih ada harapan. Bagaimana jika hanya dengan 5 langkah kau bisa membangun kefokusan dan otot produktifitasmu menjadi lebih besar dari otot lengan Arnold Schwarzenegger.
Bagaimana jika hanya dalam satu jam kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya butuh waktu seharian?
Pertama-tama aku akan menceritakan kepada mu tentang musuh: sebuah kondisi alami pikiranmu.
Pikiran mu sebenarnya kacau
Dalam buku best seller, Flow: The Psychology of Optimal Experience, setelah beberapa dekade penelitian Mihaly Csikszentmihaly menemukan bahwa "Bertentangan dengan pendapat umum, kondisi normal pikiran kita sebenarnya kacau"
Ketika kau membaca posting sejauh ini, sebuah daerah otak mu yang berhubungan dengan kesadaran dan fokus telah berubah secara radikal dari kondisi sebelum kamu menemukan halaman ini.
Peneliti otak Dr. Cunningham dan Zelazo menemukan bahwa daerah otak ini selalu di perbarui lima sampai delapan kali dalam satu detik. Seorang ahli saraf, Dr. Hanson berkata bahwa,"Ketidak stabilan syaraf ini mendasari semua kondisi pikiran"
Apa yang dimaksud adalah bahwa kita dikondisikan untuk tidak fokus pada satu hal dalam suatu waktu.
Bagaimana mengalahkan kekacauan dalam 5 langkah
Seperti hal-hal lainnya dalam hidup bahwa yang diperlukan adalah tindakan dan pengulangan untuk mencapai penguasaan atas kekurangan mu.
Para peneliti telah menunjukkan bahwa sampai akhir hayat kita, otak kita mudah dibentuk. Ia dapat diarahkan sesuai dengan gaya hidup yang kita inginkan. Seperti otot lainnya, Ia akan lebih kuat ketika bekerja. Tapi itu terserah kita untuk melakukan upaya dan pergi ke gym.
5 langkah ini adalah barbel yang kau butuhkan untuk menguatkan otak mu.
1. Latihan Kesadaran
Dalam waktu seharian, entah kamu sedang menonton TV, berjalan menuju kereta, atau bekerja dengan komputer, cukup dengan menyadari apa yang dilakukan oleh tubuhmu. Perhatikan apakah kakimu disilangkan, perhatikan kakimu yang menghempas trotoar ketika kamu berjalan, tanpa mengubah apa yang tubuhmu lakukan, hanya melatih pikiranmu untuk menyadari tubuhmu dan lingkungan sekeliling mu.
Latihan ini membuat pikiran sadar mu menjadi bagian yang lebih aktif dalam hidupmu sebagai lawan dari melakukan tindakan secara autopilot.
2. Fokuskan Pikiran mu
Selagi kamu mulai membangun otot-otot kesadaran mu, langkah selanjutnya adalah dengan mengarahkan otakmu untuk pergi kemana kau ingin pergi.
Dalam penelitiannya Dr. Andrew Newberg memindai otak dari seorang biarawati yang berdoa, lantunan Sikh, dan orang Budha yang bermeditasi dan memperhatikan bahwa mereka memiliki aktivitas otak terbersar yang berkaitan dengan fokus daripada orang-orang yang tidak melakukan latihan sejenis meditasi. Ia juga menemukan bahwa hanya dalam 8 minggu, berlatih dengan berbagai bentuk meditasi meningkatkan fokus dan daya ingat dari sekelompok orang-orang lansia yang mengalami masalah dengan daya ingat mereka.
Mulai hari ini, luangkan setidaknya 10 menit setiap hari berada dalam kesunyian tanpa jeda dan fokuskan pikiranmu pada pernafasan. Tutup mata mu, hirup selama empat detik dan hembuskan selama empat detik. Jika pikiranmu berkelana, tidak apa-apa. Pada awalnya-awalnya hal ini bersifat alami. Ketika hal itu terjadi, perhatikan kemana pikiranmu pergi dan bawalah kembali mengikuti pernafasan mu.
Empat kali menghirup, empat kali menghembuskan berperan seperti jangkar bagimu untuk mengarahkan otak mu.
3. Tetapkan Label Atas Keadaan Pikiran mu
Dr Lieberman, seorang peneliti di UCLA, menemukan bahwa kegiatan melabeli emosi meningkatkan kegiatan pada bagian sadar otak yang berhubungan dengan fokus, sementara aktifitas emosional pada otak berkurang.
Jalani hari dengan setidaknya satu kali setiap jam dengan menetapkan label atas emosimu. Cukup dengan memberi nama atas kondisi yang sedang terjadi. Hal ini memisahkan mu dari otak emosional mu dan memberi kekuatan lebih kepada otak sadar mu.
4. Atur Preemptive Strike
Psikolog Peter Gollwitzer dan Veronika Brand-statter menggunakan sekelompok pasien lansia yang menjalani pemulihan dari operasi peggantian pinggan atau lutut dan membagi mereka kedalam dua grup dengan intruksi berbeda. Salah satu grup diminta untuk menuliskan secara persis kapan dan dimana mereka ingin mandi dan pergi berjalan. Sedang grup lainnya hanya dianjurkan untuk melakukan hal yang sama di waktu luang merka.
Pasien yang menggunakan preemptive strike bisa mandi sendiri dalam waktu 3 minggu, sedangkan grup lain dalam waktu 7 minggu. Grup preemptive strike bisa berdiri dalam waktu3.5 minggu, dan grup lain membutuhkan 7,7 minngu.
Apapun yang ingin kau selesaikan, tulis dan rencanakan secara tepat kapan kau akan melakukannya dan seberapa lama waktu yang kau butuhkan. Mengatur preemptive strike ini akan memberi pikiranmu arah yang jelas dan mencegah kekacauan pikiran yang menyabotase kesuksesanmu.
5. Potong Waktumu Menggunakan Pemantik
Aku yakin saat ini kau tahu bahwa multitasking(mengerjakan beberapa tugas sekaligus) bukanlah metode yang efisien untuk untuk menyelesaikan sesuatu. Itu hanya menambah kontribusi kekacauan pada pikiran yang pada dasarnya sudah kacau.
Untuk menggandakan produktivitasmu, potong waktumu kedalam beberapa sesi waktu dan lakukan hanya satu hal dalam satu sesi. Yang saya suka lakukan adalah dengan menekan tombol start timer ketika awal pergantian sesi. Dengan menekan tombol start berfungsi sebagai pemantik yang berkata kepada otakku it's time to work, waktunya bekerja. Hal ini menempatkanku pada kondisi fokus dan aku menemukan bahwa aku mendapati lebih banyak hal terselesaikan ketika aku menekan tombol start daripada tidak.
Ambil waktu rehat selama 10 meniti setiap jam. Hal ini akan memberikan otak mu waktu pemulihan yang dibutuhkan dan memastikan bahwa ketika kamu sudah mencapai dead line kamu mendapati semuanya sudah selesai.
Itu saja. Lima langkah yang dipraktekkan dari waktu ke waktu dan kamu akan menggandakan produktivitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar