Senin, 30 Juni 2014

Keajaiban Tidak Datang Dengan Sendirinya

Sore ini selepas berbuka puasa, bulan puasa hari ke 2. Sambil menunggu adzan isya aku mengisi waktu dengan membaca CEO note yang ditulis sendiri oleh Pak Menteri Dahlan Iskan. Judul note yang dia tulis adalah ini ROTFL yang Terjadi setelah Ngamen. Di note yang beliau tulis ini dia menyebutkan bahwa keberhasilan PT Inuki (Persero) dalam mendapatkan kerjasama dengan perusahaan Amerika dalam mengerjakan proyek nuklir bukanlah sebuah keberuntungan. Tapi adalah hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah dari anak-anak bangsa untuk kemajuannya.

Membaca artikel ini aku jadi teringat beberapa hari yang lalu aku bermimpi aku sedang mencari harta karun -seperti di film National Treasure yang tokoh utamanya diperankan oleh Nicolas Cage. Di dalam mimpi ku ini aku sedang mencari bukan harta karun berupa perhiasan dan emas tapi aku sedang mencari sebuah buku yang dibuat oleh seseorang yang hebat pada zaman dahulu yang berisi rahasia bagaimana agar keajaiban datang dalam kehidupan kita.

Kemudian di dalam mimpi itu aku menemukan sebuah tombol berbentuk lingkaran yang menempel di tembok di suatu sudut yang sepertinya terbuat dari batu atau logam tua yang diukir seperti barang-barang kuno pada umumnya dan terlihat sudah mengalami pelapukan dan berdebu. Kemudian aku putar tombol itu kemudian tanah yang aku injak tiba-tiba bergetar dan di depanku tiba-tiba lantainya terangkat dan terbukalah ruangan kecil di bawah tanah yang berisi buku-buku tersebut.

Dengan sigap aku segera melonpat masuk ke dalam ruangan kecil itu. Hap kakiku menjejak di lantai dan kemudian aku lihat-lihat sekelilingku dan aku berfikir apa yang akan aku lakukan dengan buku-buku ini, mau memulai dari mana aku? Seketika itu juga aku mendapat sebuah ilham yang mengatakan begini "Aku datang jauh-jauh ke tempat ini hanya ingin mendapatkan keajaiban, aku sudah membaca berbagai buku: rahasia sukses, cara kaya, cara pintar, dan cara lain-lainnya. Dan aku jauh-jauh datang ke tempat ini hanya untuk mencari buku-buku yang sejenis itu. Kemudian aku berfikir, bahkan si pembuat buku yang legendaris ini bisa menjadi hebat sebelum buku ini ada, buku ini kan yang menciptakan dia? Lalu bagaiman dia bisa menjadi hebat? apakah dengan membaca buku ini? Tentu saja tidak, buku ini kan dia yang buat, sebelum dia buat buku ini berarti buku ini belum ada. Kemudian aku membuat kesimpulan, berarti yang ajaib itu bukan bukunya tapi orangnya. Dia bisa membuat buku ini pasti perjuangan dan usahanya luarbiasa. Jadi keajaiban itu tidak perlu di cari tapi di buat, dan jadilah orang yang membuat bukunya bukan yang membaca dan berharap setelah membaca akan ada keajaiban yg instan"

Minggu, 29 Juni 2014

Berharap Itu Hanya Pada Allah dan Diri Sendiri Bukan Kepada Sesama Manusia

Hari ini aku rela menunggu lama bahkan mengcancel beberapa jadwal kegiatan ku hari ini. Alasannya adalah aku mau nunggu orang tuaku yang katanya mau ke depo bangunan (swalayan bahan bangunan), karena aku mau sekalian latihan nyetir biar lebih lancar. Aku kepingin banget bisa nyetir mobil sendiri, kursus sudah tapi masih belum lancar.

Aku kira sebentar lagi mau berangkat setelah pekerjaan orang tuaku membagi-bagi barang di gudang selesai, akhirnya sambil nungguin aku ikut bantu-bantu. Ternyata selesainya satu jam lebih sampai akhirnya masuk waktu sholat dzuhur sehingga kami mendahulukan sholat dulu. Setelah sekitar lima belas menit an ternyata ayahku  mau nyuci mobilnya dulu karena sudah hampir sebulanan tidak di cuci, aku nunggu lagi sambil nge youtube video-video nya Dahlan Iskan daripada nganggur mending cari ilmu dari sang master managemen yang berhasil merestrukturisasi birokrasi di BUMN. Sekitar hampir setengah jam kemudian ayahku datang, aku kira mobilnya sudah di cuci ternyata belum karena semua tempat cuci mobil penuh antri nya kelamaan. Aku kira mau langsung berangkat ternyata tidak ayahku ngantuk dia mau tidur dulu. Beuhhhhhhh! dalam hatiku, aku sudah bantuin dan membatalkan beberapa tugas hanya  untuk menunggu harapan kosong?!?!?!

Yang paling menjengkelkan adalah aku harus memulai dari awal pekerjaan yang aku tinggalkan karena ini yaitu pekerjaan pemrograman 'Coding'. Aku haru mengurutkan lagi susunan-susunan logika yang tadi sudah aku tangkap maksud dan strukturnya. Akhirnya aku harus melanjutkan pekerjaaku ini dengan perasaan kesal dan malas luar biasa.

Akhirnya aku tidak jadi melanjutkan pekerjaanku ini dan aku putuskan untuk tidur-tiduran sambil dengerin musik biar menhilangkan rasa malas dan jengkel ini. Sambil tidur-tiduran dan terkantuk-kantuk entah darimana datannya tiba-tiba aku teringat peristiwa yang dialami oleh pak Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. Pak Dahlan sebagai peserta konvensi capres Partai Demokrat berjuang semampu dia dan dibantu juga oleh para relawan Demi Indonesia untuk memenangkan pencapresannya di antara kesibukannya sebagai menteri BUMN, dan pak Dahlan tidak pernah menggunakan jam kerjanya untuk ikut konvensi. Ternyata pak Dahlan keluar sebagai kandidat dengan nilai tertinggi tapi sayangnya dia tidak jadi dijadikan sebagai calon, justru orang lain yang aku lupa namanya. Yang aneh dari pak Dahlan ini adalah kurang dari satu hari setelah pengumuman itu pak Dahlan di wawancarai sebuah stasiun tv dan dia seperti tidak menunjukkan perubahan raut wajah kecewa, kesal, atau apapun dia masih bisa senyum dengan senyum khasnya ala pak Dahlan dan guyonannya dia.

Aku segera bangkit dari berbaring dan duduk kemudian merenung, oia ya, bagaimana pak Dahlan bisa secepat itu mengatasi harapan kosong seperti itu, bukan main pasti rasa sakitnya? Tidak lama kemudian aku ingat kata-kata beliau kurang lebih seperti ini "Ah, dalam politik hal yang seperti ini memang sudah biasa terjadi. Hari ini orang janji besok di ingkari itu sudah biasa, saya sudah tau itu jadi saya terbiasa. Tidak saya tidak kecewa, yah sedikitlah tapi saya sudah tau kok. Kalau saya berharap yang tidak rasional ibarat sumur mencari timba bukan sebaliknya."

Aku jadi kembali bersemangat dan sekalian aku juga kembali bersemangat dari sesuatu yang beberapa hari ini sudah sangat menggaggu ku. Aku baru saja memutuskan untuk tidak lagi menjalin komunikasi dengan seseorang yang aku tembak, dianya gak nolak tapi juga gak mau aku ajakin belajar bareng atau sekedar ketemuan sedangkan di wa kita ngechat seru, biasanya seminggu sekali. Setelah kira-kira tiga bulan aku berteman dengan dia dan setelah SBMPTN aku tidak ingin merasa lebih tersakiti lagi atas harapan kosong yang sudah dia berikan karena semua bantuan yang aku tawarkan ke dia selalu dia tolak.

Entahlah tapi setidaknya sekarang aku harus menyadari dan berpikir rasional seperti pak Dahlan. Bahwa tidak semua harapan itu harus terpenuhi. Makannya aku hanya akan berharap pada Allah, karena andaikata harapanku tidak terkabul Allah akan mencatat satu pahala atas doa dan usaha yang telah aku lakukan. Kemudian aku hanya akan berharap pada diriku sendiri, karena kita tidak bisa mengendalikan orang lain sepenuhnya tetapi kita punya kendali sangat besar terhadap diri kita sendiri. Dengan berharap pada diri sendiri kita akan tergerak untuk melakukan usaha dan kerja yang hanya dengan usaha itulah impian kita akan tercapai, dan apabila kita gagal kita tidak akan menunjuk orang lain sebagai penyebab kesalahan karena kita tidak mengharapkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan kita dan memenuhi keinginan kita.

Sabtu, 28 Juni 2014

Pak Dahlan Iskan Menurutku

Sudah hampir 2 minggu aku gak nulis di blog ini. Karena 2 minggu terakhir ini aku harus menelan kenyataan bahwa memang untuk sementara aku tidak akan bisa memiliki dia yang amat aku cintai dan telah mengubah banyak hal dalam kehidupaku dan aku tidak mau menulis tulisan galau di blog ini.

Kali ini aku mau menulis tentang Dahlan Iskan. Sebelumnya aku tidak tahu siapa sesungguhnya DI ini. Yang aku tahu hanya dia itu suka bikin sensasi yang aku pikir sih banyak yang positif, tapi tidak lebih dari itu. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah chanel di youtube yang judulnya aiman dan dahlan iskan. Aku lupa bagaimana cerita pesisnya sehingga aku nyasar ke chanel itu.

Minggu, 15 Juni 2014

Titip semangat buat teman-teman menghadapi SBMPTN

Di tempat bimbel aku belajar, tiga bulan menjelang SBMPTN selalu diadakan try out. Ada beberapa teman temanku yang dari try out demi try out nilainya menunjukkan peningkatan. Tapi begitu semingu menjelang SBMPTN aku mengamati, ternyata ada satu temanku yang yang nilainya justru turun drastis, padahal biasanya dia mengalahkan yang lain.

Temanku yang satu ini memang spesial, awal masuk bimbel setiap try out bulanan dia selalu peringkat terbawah. Tapi dia punya kesungguhan yang lebih dari temanku yang lain, mungkin dia mau berubah. Awalnya aku kurang begitu peduli tapi melihat nilainya yang tidak kunjung menunjukkan peningkatan akhirnya aku ajak dia belajar bareng. Aku ajari dia bukan materi pelajarannya tapi bagaimana cara belajar yang tepat. Alhamdulillah, nilainya naik pesat dan dia jadi salah satu temanku yang paling dekat. Tapi begitu menjelang SBMPTN nilainya justeru terjun bebas. Aku yakin, ini pasti karena mental block. Dia terlalu takut untuk gagal, dan kurang percaya diri, padahal secara persiapan dia lebih matang dari pada aku.

Akhirnya aku putuskan, untuk memberi motivasi kepada teman-temanku yang mungkin mengalami hal yang sama dengan sebuah artikel yang aku buat sendiri dan aku share di grup whatsapp. Berikut artikelnya:

Hey guys, dua hari lagi kita akan menghadapi perang yang akan menentukan sejarah kehidupan kita ke depan. Semua persiapan, latihan, darah dan keringat yang sudah kita korbankan selama ini jangan sampai menjadi sia-sia. Seperti yang lainnya kita hanya manusia biasa yang memiliki rasa takut, bahkan orang yang memiliki persiapan paling bayak sekalipun mempunyai rasa takut. Disini aku hanya ingin bercerita, cuplikan dari film kung fu panda.

Ketika po mulai putus asa karena dia baru saja gagal menjadi dragon warrior karna mendapati perkamen yang isinya kosong. Dalam perjalanan mengungsi bersama penduduk desa, ayahnya berkata kepada po yang terlihat murung.

Ayah Po: Oh, po forget every thing else, your destiny still awaits, we are noodle foke, broth run deep through our vein.

Po: I don’t know dad, honestly sometimes I cant believe I am actually your son

Ayah Po: Oh po, I think its time I told you something I should’ve told you a long time ago

Po: Okay

Ayah Po: The secret ingredient of  my the secret ingredient soup

Po: Ouw

Ayah Po: Comehere2 the secret ingredient is…………. nothing

Po: Hah

Ayah Po: Did you heard me, nothing, there is no secret ingredient

Po: Wait, wait, its just plain all noodle soup, you don’t add kind of special sauce or something?

Ayah Po: Don’t have to, to make something special you just have to belive it special.

Kemudian po mengambil perkamen yang baru Ia dapatkan dan membukanya sambil bergumam, there is no sectret ingridient. Kemudian po kembali ke kuil dan melawan tailung.
Pelajarang nya adalah, kalian harus yakin terhadap diri kalian sendiri ketika menghadapi sbmptn besok. Kita tidak perlu menjadi dragon warior untuk mendapatkan perkamen yang bisa memberi kekutan tanpa batas, karena kekuatan itu sudah ada dalam diri kita sejak lahir. Yang menghalangi kekuatan kalian adalah rasa takut. Temukan keyakinan, faith kalian untuk melawannya.

Fokus pada kelebihan kalian, fokus pada apa yang kalian miliki, fokus pada doa dan usaha yang sudah kalian lakukan dan yang terakhir adalah apapun yang terjadi nanti, itu adalah yang terbaik untuk kalian dan dan itu karena tuhan sayang pada kalian.

Miqdad, 15 Juni 2014, aku persembahkan untuk kalian, sahabat-sahabat terbaikku. We have to believe that we are great cause we are definitely great and then see what will happen.

Sabtu, 14 Juni 2014

Kumpulan quote dan artikel pendek dari facebook dan twitter ku Bag 2

Sebelumnya aku sudah menulis beberapa quote dari facebook di bagian 1

Sekarang adalah kumpulan qoute ku dari twitter

03-06-2014
"Bukan banyaknya kesamaan yang kita miliki, tapi besarnya hati untuk menerima perbedaan."

Ini aku tulis ketika aku ragu dan galau karena sudah terlanjur jatuh cinta pada seseorang yang latar belakangnya agak berbeda

16-05-2014
"Awal dari kemenangan yang sesungguhnya adalah setelah berusaha keras tapi mampu untuk berbesar hati ketika kalah."

13-05-2014
"Hidup terasa bermakna bukan karena apa yang kita miliki, tapi karena apa yang kita perjuangkan."

21-04-2014
"Terkadang memaafkan orang lain lebih mudah daripada memaafkan diri sendiri."

13-04-2014
"Semua orang ingin lebih baik dari sebelumnya, tapi tidak semua orang mau menerima tantangan dan masalah yang lebih dari sebelumnya."

01-03-2014
"Keren itu bukan apa pekerjaanya, tapi bagaimana mengerjakannya."


Kumpulan quote dan artikel pendek dari facebook dan twitter ku Bag 1

Setelah berhasil mempublish satu artikel, sejak beberapa bulan tidak nulis. Jari-jari ku rasanya gatel kepingin segera nulis lagi. Tapi mau nulis apa ya? Akhirnya aku punya ide untuk mengumpulkan quote karyaku sendiri yang aku tulis lewat facebook dan twitter takutnya quote yang sudah aku posting di dua sosmed itu dihapus oleh penyedianya.

Facebook

20-02-2014
"Ya Allah engkau yang sedang menempa hatiku, jadikanlah darinya pedang yang kuat dan tajam untuk ku menumpas segala rintangan."

23-02-2014
"Orang-orang besar tidak lahir dari laptop canggih, tidak dari modal besar, tidak dari lapangan megah.
Mereka lahir dari buku tulis usang, mereka lahir dari lapangan becek, mereka lahir dari balik penjara.
Mereka adalah orang-orang yang mampu merubah rasa sakit menjadi energi"

Ini aku tulis setelah aku nonton film yang menceritakan perjuangan seorang Nelson Mandela melawan politik aphartheid di Afrika Selatan. Dimana dia dibesarkan oleh cacian dan dari balik penjara selama puluhan tahun dan tidak mengenal kata menyerah.

29-03-2014
"Laki-laki berusaha mengobati rasa sakit nya, Gentleman berusaha melangkah maju meskipun harus merasa sakit"

Ini aku tulis saat aku merasa diabaikan oleh gebetanku

16-04-2014
"Untuk apa kesuksesan kalau hanya untuk sebuah kesombongan?!!
Hidup untuk egoisme, hidup untuk hanya untuk membuktikan diri, itu hampa gak ada gunanya, apa yang mau kamu buktikan dari teman-temanmu, dari musuh-musuh mu. Apakah kamu ingin membuktikan kalau kamu bisa lebih sukses, lebih bahagia atau apalah. Akan selalu ada orang yang lebih baik dari kamu, kenapa kamu harus membuktikan kepada dunia bahwa kamulah yang terbaik, percuma. Hidupmu akan capek dan gelisah penuh dengan iri dengki tidak bahagia ketika melihat orang lain lebih sukses. Hidup akan bermakna ketika kamu berkorban untuk orang-orang baik di sekitar mu. Orang-orang yang menerimamu apa adanya. Kenapa kamu lebih perhatian sama orang-orang yang tidak berjasa dalam hidupmu atau bahkan membencimu. Untuk apa kamu mencari pengakuan dari mereka toh kalaupun kamu lebih berhasil dari mereka, mereka justru semakin iri dengki sama kamu. Kenapa kamu gak memberikan perhatian pada orang yang mencintai dan baik sama kamu. Mereka lebih berhak atas kesuksesanmu. Mereka akan senang dan mengakuimu baik ketika kamu sukses maupun jatuh."

Ini aku tulis saat aku sedang amarah dan ingin membuktikan bahwa tanpa dia(gebetan ku) aku bisa tetap sukses, tapi ternyata amarah itu tidak ada gunanya jadi aku ingin fokus untuk mencurahkan tenagaku untuk orang yang mencintai dan aku cintai, yaitu keluargaku dan terutama ibuku.

16-04-2014
"Pain is my energy, it push me to learn something new, and to do better than beffore"

18-04-2014
"Cinta, persahabatan, persaudaraan, kebahagiaan, kasih sayang, tidak bisa dibeli dengan uang, tapi dengan pengorbanan"

Ini aku tulis saat aku merasa minder apakah aku bisa deketin gebetanku yang secara ekonomi lebih baik daripada aku. Meskipun aku sendiri sedang dalam proses untuk meningkatkan kemampuan ekonomi ku.

28-05-2014
"Starting business is not about making money, it's about building reputation and trust, and expanding networks"

Ini aku tulis saat aku merasa kok usaha ku rasanya jalan di tempat, gak kemana-mana, tidak ada perkembangan. Ternyata selama ini aku fokus untuk menghasilkan untung sebanyak-banyaknya bukan membangun reputasi.

Melepaskan diri dari mental block

Sudah lama tidak posting artikel baru di blog ini. Awal buat blog ini pas semangat-semangatnya nulis, sampai akhirnya jadi beberapa artikel, yang tidak lebih dari sepuluh. Sebagian berhasil di publish dan sebagian lagi hanya jadi draft. Karena ternyata menulis itu agak sulit, sering ketika sedang semangatnya nulis eh ditengah jalan kehilangan ide. Entah kenapa semua ide yang sebelum dituangkan dalam tuisan bermunculan begitu banyak tiba-tiba lupa semua ketika sedang mengetik. Selain itu ada kecenderungan untuk malas, karena blog ini tidak ada yang baca kecuali aku sendiri dan beberapa orang nyasar yang mungkin setelah membuka blog ini dari mesin pencari langsung di klik close tab, karena ternyata apa yang sebenarnya dia cari tidak ada di blog ini. Kendala selanjutnya adalah kurang pede ketika mau mempublikasikan, mungkin karena mental block. Maklum, dulu waktu kecil aku ini salah satu korban bully sejak dari taman kanak-kanak sampai SD kelas tiga. Tapi aku tidak mau menggunakan masalalu sebagai alasan untuk tetap berada dalam ketidak mampuan.

Akhirnya aku putuskan untuk menulis apa adanya sajalah seperti obrolan di warung kopi, tidak ada sekenario, tidak ada topik apa yang mau di bahas, mengalir begitu saja, ngalor ngidul, asalnya bahas masalah makanan ngluwer-ngluwer jadi bahas masalah politik.

Nah mengingat masalah bully ini aku jadi teringat kisah sejarhaku, dimana aku mengalami beberapa tahap dalam kehidupan ini, tepatnya ada 2 tahap. Jadi kenapa aku membuat tahapan ini? Karena 2 peristiwa ini adalah peristiwa dimana aku melakukan break through, yang mengubah hidupku untuk selamanya sekaligus menandakan bahwa aku telah keluar dari belenggu kelemahan dan kekurangan yang disebabkan oleh perlakuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dimasa kecilku.

Tahapan pertama terjadi ketika aku kelas enam SD. Tahapan ini adalah tahapan pengetahuan. Sejak kelas dua SD aku sudah berkeinginan untuk bisa berprestasi alias dapet ranking. Karena aku menginginkan sekali di puji seperti anak-anak lain yang pintar. Aku sering iri dengan teman-teman ku yang pintar, ketika ibu-ibu sedang berkumpul mereka membicarakan  teman-temaku dan memuji. Sejak kecil, rasanya aku tidak pernah dapat pujian apapun yang ada hanya celaan, aku kurus lah, bodo lah, miskin, aneh dan entah kenapa ada 2 temen cewek waktu SD memberi cap 'nakal' padaku. Yang benar saja, aku lemah seperti ini bisa berbuat apa terhadap orang lain? Karena itu aku sangat merindukan akan pujian, karena aku sudah terlalu kenyang dengan celaan yang aku terima, setidaknya kalau aku pintar aku dapat pujian dan pengakuan sedikitlah.

Tapi keinginan tinggalah keinginan, setiap kenaikan kelas aku selalu ingin berubah di tahun ajaran baru dan kelas baru, aku ingin bisa rajin belajar. Tapi ternyata susah untuk mengubah kebiasaan malas dan melepaskan label celaan yang sudah melekat menjadi kepribadian. Meskipun tahun demi tahun ada peningkatan, tapi jumlahnya sangat sedikit. Hingga tibalah kenaikan kelas lima ke enam. Pada hari pertama aku masuk kelas aku berikrar dalam diri bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk berubah, dan sejak hari itu juga aku mendengarkan sekali apa yang guru ajarkan tidak ingin aku lewatkan satupun. Jika ada kesempatan aku bertanya ke depan menanyakan materi atau soal yang aku belum paham atau yakin, cukup koboi, karena tidak dilakukan oleh siwa lain dan aku tidak peduli dengan siapa aku sebelumnya berusaha mendapatkan perhatian guru, selalu aku yang bertanya, hal sepelepun juga aku tanyakan.

Alhamdulillah sejak saat itu aku selalu berprestasi di sekolah, bahkan ada salah satu temanku yang bercanda bertanya "Miqdad, kamu ke dukun mana sih, kok bisa pinter?". Selain itu aku juga bisa memecahkan soal matematika yang sulit, yang belum diajarkan rumusnya sebelunya, aku bisa memecahkannya bahkan sebelum temanku yang paling pinter sekalipun memecahkannya. Tahun demi tahun aku lewati dengan menorehkan prestasi hingga akhirnya aku mendapatkan beasiswa di MAN(setara SMA) Insan Cendekia.

Nah di sini lah tahapan ke dua di mulai. Ketika aku masih kecil aku dicap orang yang salah, selalu salah, entah salah ku dimana hingga semua orang seakan-akan membenciku. Belum lagi dirumah kalau aku nakal sedikit saja aku dimarahi luarbiasa oleh ayahku, ketika aku tidak bisa mengerjakan soal atau menghafal ketika bersama ibuku aku selalu dimarahi juga. Hingga akhirnya aku berkembang menjadi anak yang kuper, aku tidak berani mengambil resiko dalam pergaulan dan pertemanan, tidak mau bergaul dengan orang-orang baru kecuali dia baik karena aku takut dinakalin lagi. Sehingga ketika aku sudah cukup besar aku sulit untuk bergaul dan memulai bisnis karena masalah mental block.

Di Insan Cendekia ini setiap hari sabtu ada semacam eskul wajib, namanya enterpreuneurship. Pengajarnya alumni Insan Cendekia yang berhasi menjadi salah satu pemenang ajang lomba wirausaha mandiri yang diadakan setiap tahun oleh Bank Mandiri hingga sekarang.

Sejak kelas empat sd aku sudah diajari menabung oleh ibuku, bahkan kalau mau beli mainan atau apapun yang aku iniginkan aku harus beli dari uang mingguan yang aku terima, jika aku meminta lebih dari itu ibuku tidak akan kasih. Karena aku merasakan betul ketika aku ingin membeli hp seperti teman-temanku saja aku harus menabung sangat lama dan tidak jajan selama berbulan bulan. Akhirnya otakku selalu dipaksa untuk berpikir bagaimana cara mengahasilkan uang lebih cepat dari mengandalkan uang mingguan. Pernah, pada saat aku smp aku ditawari ayahku untuk membelikan uang tabunganku dengan domba dan dipelihara orang lain, nanti keuntungannya dibagi dua. Setelah satu tahun hasilnya lumayan  buat tambah-tambah tapi tidak dilanjutkan karena yang melihara tidak mau lagi. Sejak saat itu aku tidak melakukan usaha apapun untuk menghasilkan uang selain mengandalkan uang mingguan. Sebenarnya lebih karena aku sulit menemukan peluang dan malu.

Nah itu sebabnya di ekskul wajib ini aku selalu antusias karena aku ingin sekali memulai usaha tapi tidak juga segera mulai. Suatu ketika, kak Salman, mentor ku ini memberi tugas, tugas yang aku pikir cukup gila. Dia bilang "Dulu hidup saya berubah sejak saya membaca buku yang ada di perpustakaan sekolah ini, judulnya Rich Dad, Poor Dad, karangan Robert T Kiyosaki, nah tugas kalian adalah mencari buku itu kemudian minggu depan ceritakan kepada saya mengenai isinya". Gilanya adalah, buku itu sudah pasti berusia tua, dan apakah keberadaannya masih ada atau tidak entahlah, belumlagi kalau adapun jumlahnya cuma satu sedangkan jumlah murid yang diberi tugas ada 120?!

Tapi tetap aku akan uji keberuntunganku, setelah eskul selesai ada sholat dzuhur berjamaah kemudian makan siang. Ketika teman-temanku yang lain pergi ke kantin aku pergi ke perpustakaan, mumpung sepi. Tidak sia-sia ternyata aku menemukan buku yang dimaksud itu, dan setelah itu teman temanku antri pinjem di belakangku.

Setelah membaca buku itu mentalku berubah, sebelumnya menjadi pengusaha adalah tujuan sampingan ku, sebagai iseng-iseng berhadiah. Setelah membaca buku ini menjadi pengusaha adalah tujuan utamaku. Tapi keinginan yang kuat saja tidak cukup, rasa takut, minder, dan malu yang tertanam sejak kecil tidak bisa begitu saja hilang dengan keinginan besar untuk menjadi pengusaha. Hingga tiga tahun kemudian aku masih jalan di tempat, seperti saat SD kelas dua, keinginan hanya tinggal keinginan tidak ada daya dan alasan yang lebih kuat lagi untuk bisa mengalahkan kelemahan diri.

Sampai akhir tahun ke tiga secara kebetulan aku bertemu dengan seorang wanita di bimbel kelas alumni untuk persiapan masuk perguruan tinggi, dan itu pertama kalinya aku memberanikan diri untuk menmbak seseorang seorang wanita. Meskipun baru berani setelah beberapa bulan menyimpan perasaan padanya.

Awalnya aku hanya sering curi2 pandang, dan aku selalu cari tempat duduk tepat di belakangnya. Kemudian aku iseng liat-liat twitternya, cari tau tentang dia, sampai lama-lama aku semakin suka dan punya keinginan besar untuk setidaknya dia tau apa yang aku rasakan ini. Tapi aku takut, kalau ternyata dia benar2 menerima aku, masa aku masih seperti ini? Masih lemah, takut, ragu, minder, dan suka mengeluh. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghilankan semua kebobrokan itu, aku daftar gym, beli barbel, latihan emosi, rajin shalat lagi setelah beberapa tahun aku meninggalkan kewajiba utama ini. Dan setiap aku kembali mengulang kebiasaan burukku aku selalu bayangkan bagaimana jika dia berada di sampingku saat ini menyaksikan aku. Aku mendapatkan alasan yang sangat kuat untuk berubah yaitu untuk dia, karena dengan aku menyukainya secara otomatis sebagai laki-laki aku punya tanggung jawab untuk menjaganya. Tidak mungkin kan saat ada bahaya atau masalah aku malah bersembunyi di belakangnya atau malah lari meinggalkan dia, aku harus ada di depannya dan berani ambil resiko. Tapi ketika menyangkut masalah lain aku harus mengalah dan mendahulukan dia, bukannya egois dan itungan.

Nah setelah aku sampaikan isi hatiku ke dia, dia tidak menerima tapi juga tidak menolak. Sekarang aku masih sering ngobrol dengan dia melalui whatsapp tapi kalau ketemu, kita seperti orang yang tidak saling kenal, karena dia memang meminta agar hubungan ini tidak diumbar ke teman-teman yang lain. Meskipun aku tidak pernah bisa bertemu dengan dia, setidaknya aku sudah melakukan breaktrhough dan tidak begitu terkendala dengan masalah sosial, dan nyali. Sekarang tinggal waktunya untuk menorehkan prestasi yang lebih besar lagi.