Jumat, 28 November 2014

Malam

Malam adalah waktu terbaik untuk mencari inspirasi, menggali ide-ide kreatif, menenangkan diri, merenung, introspeksi diri, berdua dengan kekasih menjalin komunikasi yang romantis dan intim bagi yang sudah menikah, maupun mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.

Karna malam adalah waktu ketika sebagian besar mesin-mesin berhenti berderu mengeluarkan suara bising dan gas beracunnya. Ketika suhu udara mulai turun seiring degan kepergian sang matahari. Tidak ada lagi gangguan dari teman-teman yang jahil, tidak ada lagi atasan yang membentak-bentak, tidak ada lagi dosen yang ceramah cuap-cuap gak berhenti-henti.

Malam hari adalah saat dimana aku benar-benar menjadi orang yang merdeka. Aku memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang sepuasnya sampai pagi. Tidak ada yang melarangku untuk melakukannya. Saat itu semua orang sudah terlelap tidur, saat itu pula tidak ada tekanan, tidak ada tuntutan atau batas waktu yang bisa menghalangi ku untuk mencari inspirasi kecuali kelemahan diri ku sendiri, yaitu rasa lelah.

Malam hari adalah ketika aku dapat menatap rembulan yang terang yang dengan bentuk jelek tidak ratanya dia masih menyinari malam yang gelap gulita, menyampaikan cahaya yang dikirimkan oleh matahari yang tidak sempat menyinari bagian bumi yang aku pijak ini. Ada juga awan yang bergerak perlahan seakan dia tidak punya masalah ataupun tekanan yang membuat dia harus berlari. Apalagi ditambah dengan taburan bintang yang berkilau indah yang berubah warna tidak beraturan seakan mereka sedang bermain-main ceria.

Kesemuanya menggodaku untuk mencurahkan semua isi hatiku kepada sang penciptanya. Keluh kesah, doa, harapan, pertanyaan, dan semuanya. Karna aku yakin hanya dialah satu-satunya yang mau mendengar semua sampah-sampah ini disaat yang lain lebih peduli dengan urusan mereka masing-masing.  

Pada saat sepertiga malam terakhir Allah turun dari singasanyanya di langit ke tujuh ke langit ke satu, untuk melihat siapa sajakah hambanya yang rela bangun pada waktu itu untuk bertemu dengannya. Dan pada saat itu doa apapaun dari hambanya akan tidak ada yang lain kecuali akan dia kabulkan.
Dan ketika pagi menjelang maka aku akan jauh lebih siap untuk menyelesaikan berbagai tugas dan kewajiban yang harus aku lakukan dengan sebaik-baiknya. Udara dingin yang lembut membelai kulit ku dan mengisi rongga paru-paru yang haus akan oksigen. Sebagai penyempurna semagat dan harapan yang telah aku bangun pada malam hari tadi.


Ya Allah sungguh indah ciptaanmu, maka akan betapa lebih indahnya engkau. 

Kamis, 27 November 2014

Kembalinya Diriku

Sudah sekitar sembilan bulan sejak aku memutuskan untuk mencintai dan setia dengan seseorang, sejak saat itu pula hidupku berubah, aku suka perubahan ini. Tapi aku juga tidak suka kalau aku juga harus meninggalkan jati diriku.

Banyak sekali perbedaan antara aku dan dia, dia berasal dari keluarga pns dimana kemapanan di junjung tinggi oleh mereka sedangkan aku berasal dari keluarga pengusaha dimana prinsip kami adalah high risk high return. Kalau aku ngobrol dengan dia masalah peluang, resiko, dan inovasi sudah pasti gak akan ketemu atau nyambung. Otomatis aku harus cari bahan seputar peluang kerja, besaran gaji, dan promosi.

Gak cuma itu, gaya hidup kami juga beda. Sejak kecil aku sudah di didik untuk menabung, apapun yang ingin aku beli untuk kesenanganku harus aku beli sendiri dari uang tabungan bulanan yang aku terima. Bukan karena orang tuaku miskin tapi karna itulah pendidikan yang mereka berikan untuk anak-anaknya agar tahan banting. Sedangkan sepertinya hal ini tidak berlaku di keluarga dia.
Dan masih ada lagi hal-hal berbeda lainnya seperti aku lebih suka sendiri dan main seperlunya, sedangkan dia tiap hari main, entah libur atau enggak dia gak pernah absen main dan jalan-jalan. Awalnya aku berfikir tidak mungkin aku menjalani hubungan ini dengan begitu banyak perbedaan. Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi dirinya dan secara perlahan aku dorong dia untuk menjadi diriku.

Tapi inilah hasil yang aku dapat, aku menjadi semakin jauh dari diriku dan rasanya seperti mau mati, dan setiap aku ngobrol dengan dia selalu berakhir panas karna sepertinya kita saling menuntut. Aku dihadapkan pada dua pilihan, kehilangan dia atau kehilangan diriku sendiri.

Berhari-hari aku seperti zombi yang berkeliaran di kota Jakarta. Kemanapun aku melangkah aku seperti orang yang tidak punya kesadaran karena melamun merenungkan apa ya solusi yang bisa aku lakukan.


Akhirnya aku menemukan suatu solusi yang win win, aku masih bisa mendapatkan diriku maupun dia. Aku memutuskan untuk mencintai dia seperti ketika pertama kali aku jatuh cinta padanya, aku gak peduli apapun yang dia lakukan aku mencintainya, aku sanjung dia, aku ingin menjadikannya putri dalam kerajaanku, aku ingin membuat hatinya jatuh kepadaku. Dengan begitu dia akan lebih mudah untuk menerima diriku apa adanya dan aku jadi semakin sayang sama dia tanpa syarat.

Indahnya kehidupan semakin terasa ketika bisa saling melengkapi dalam perbedaan. 


Karena Kamulah Satu-satunya Part 6

Sampai akhirnya aku tidak ingin berharap lagi dan itulah percakapan terakhirku dengan dia. Hari-hari setelah percakapan terakhir itu terasa begitu berat, aku memutuskan untuk tidak lagi membuka twitternya dan tidak akan lagi bicara dengan dia agar aku bisa melupakannya. Meskipun begitu tetap saja tidak ada kesibukan yang bisa mengalihkan perhatianku dari dia.

Sampai akhirnya pada minggu depan ayahku berubah pikiran. Dia ingin aku coba mendaftar ke perguruan tinggi impianku yaitu di PPM(Pusat Pelatihan Manajemen). Sekolah yang terletak di jantung Ibu Kota Jakarta, jaraknya kurang dari satu kilometer dari Tugu Monas yang dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit dan gedung-gedung kementrian. Tempat dimana ribuan keputusan dari pemerintahan maupun dari perusahaan multinasional diabil setiap harinya yang sangat menentukan masa depan Indonesia. Tempat dimana ribuan orang bermimpi ke sana dan berlomba untuk mencapai puncak karir tertinggi. Tempat dimana ribuan transaksi, deal dan kesepakatan bernilai jutaan dolar baik skala nasional maupun internasional terjadi setiap harinya. Sekolah dimana Chairul Tanjung si Anak Singkong pernah mengambil S2. Lingkungan yang sangat kondusif untuk membentuk karakter sebagai seorang eksekutif maupun sebagai entrepreneur. Setidaknya aku sedikit mendapat suntikan semangat setelah stress beberapa hari.

Ayahku adalah orang yang sangat peduli dengan pendidikan, dan untuk anak-anaknya, akan dia korbankan apapun yang di miliki untuk pendidikan mereka. Sehingga meskipun kuliah di PPM biayanya setara dengan SBM ITB tapi dia percaya. Selama aku bersungguh-sungguh semua kerja keras yang ayahku lakukan pasti akan terbayarkan suatu saat nanti.

Ingin rasanya aku mengabari rifda tentang kabar gembira ini, siapa tau dia mau berubah pikiran. Tapi aku tahan, apalah artinya ini bagi dia? Aku ingin dia menenagkan fikirannya dulu dari kekecawaanya terhadapku dan aku juga bisa menenagkan diri dari kekecewaanku terhadap dia. Satu bulan berlalu dan akhirnya aku bisa bertahan untuk tidak membuka twitternya lagi dan berhasil menjalani kehidupanku meskipun tanpa dia. Buktinya aku berhasil lolos tes beasiswa sehingga aku dapat potongan biaya masuk.

Bulan ke dua, perasaan kangen bercampur ingin tahu semakin besar, akhirnya pada pertengahan bulan ke dua ini aku melanggar aturanku sendiri, yaitu –become a stalker-. Tapi akhirnya setelah itu aku tobat sampai bulan ke tiga. Pada bulan ketiga ini penyakitku mulai kambuh lagi dan lebih parah dari sebelumnya. Kalau sebelumnya aku cuma ngintip status terakhirnya dia, sekarang aku intip semua statusnya dari sejak terakhir aku stalking sampai yang ter baru. Gara-gara ini juga akhirnya aku melanggar peraturanku yang berikutnya yaitu aku tidak akan bicara dengan dia sampai pada hari ulang tahunnnya  untuk mengucapkan selamat. Harapannya adalah dia jadi merasa meskipun sudah lama tidak ketemu tapi aku masih peduli.

Aku langgar peraturan ku dengan menanyakan gimana kabarnya melalui whatsapp, satu jam kemudian dia belum membalas, dua jam dan sampai akhirnya aku memutuskan untuk tidak lagi berharap sama sekali, dan membiarkan semua kenagan biarlah tetap jadi kenangan. Aku stres berat, sepertinya aku sudah melakukan tindakan tolol, idiot, dan tidak sabaran yang telah membuat harga diriku jatuh kedalam palung samudra. Tidak lama kemudian teman kampusku Faishal ngajakin nonton film bareng, ajakan itu langsung aku terima mentah-mentah daripada stres dan gabut di kosan, mendingan refreshing.

Malam itu aku sama Faishal, Ai, Lia, dan satu lagi temennya Ai nonton Annabelle. Dari awal nonton aku udah gak sreg, ini bioskop XXI tapi soundnya gak mantep samasekali, plus subtitlenya kehalang sama. kepala orang yang duduk di depan. Sampai pertengahan film, momen seru yang aku tunggu-tunggu ternyata gak juga muncul dari tadi, aku mbatin “Ini film horror atau drama?!”. Akhirnya aku iseng ngecek hp daaan eh ternyata dia baaleesJ.  Langsung seketika itu juga aku lupa sama filmnya bahkan aku sampe gak tau gimana endingnya, asa bodo teuing. Kita bertukar cerita terus dari tadi sampai aku tiba di kosan sampai akhirnya  aku tidak kuasa lagi menahan kantuk, dan kemudian langsung tidur ‘good night baby, aku tidur dulu ya’.

The End

Karena Kamulah Satu-satunya Part 5

Tanpa keraguan aku keluar dari grup kelas malam itu juga dan aku putuskan untuk tidak kontak dengan Rifda lagi atupun stalking. Aku merasa memang aku ini korban php. Tidak lama kemudian temanku baim yang merasa bersalah mengontakku,
Baim: Dad, sory ya gw gak bermaksud gitu kok.
Aku:  Maksudnya?(pura-pura gak tau)
Baim: Itu yang di grup tadi.
Aku: Oh, ga papa kok santai aja.
Baim: Tapi kenapa keluar dari grup?
Aku: Oh, ga papa cuma biar bisa fokus aja ngerjain proyek software gw.
Baim: Kenapa harus keluar dari grup kn bisa di silent?
Aku: Tetep ga bisa im, gw harus keluar biar bisa fokus.

Tapi setelah itu aku merasa hubungan pertemanan ku jadi agak renggang. Cinta memang bisa membuat aku dekat dengan orang-orang tapi jika salah kelola bisa membuat aku jauh dari siapapun.

Beberapa minggu setelah aku marah besar aku penasaran dengan apa yang terjadi pada Rifda. Ternyata dia meretweet kata kata ini “Ini hati, bukan terminal yang bisa seenaknya datang lalu pergi”. Seketika aku merasa sangat bersalah aku tidak tahu kalau tindakan ku ini akan menyakiti dia. meskipun aku masih  menyimpan kekecewaan dan tanda tanya besar, mau dibawa kemana hubungan ini?. Tapi aku ingin minta maaf, karna seandainya harus ada salah satu yang terluka dalam hubungan ini maka sebaiknya itu adalah aku.

Setelah itu aku berencana untuk memberinya bunga. Aku tunggu di dekat rumahnya di daerah Antapani sampai sekitar jam 9. Tujuannya agar tidak ketahuan oleh orang tuanya, karna dia belum diperbolehkan juga pacaran oleh orang tuanya. Setelah lewat jam yang ditentukan aku menuju depan rumahnya. Singkat cerita, aku mengalami kegagalan. Dan akhirnya aku kembali pulang dengan perasaan super kecewa.

Tapi untungnya rifda bisa meredam kekecewaanku. Malam itu aku bisa merasakan kalau dia merasa bersalah dan dia begitu pedulinya menyuruh aku untuk segera pulang dan melanjutkan obrolan setelah aku sampai rumah. Karena pada saat itu sudah hampir jam 11 malam dan hawa udara bandung ternyata begitu dinginnya pada malam itu.

Setelah tiba di rumah dan menghangatkan diri, kita ngobrol sebentar dan dia memberi solusi dengan ngajak nonton bareng besok. Itu juga sesuai janjinya sekitar dua bulan yang lalu. Esok harinya akhirnya kita bertemu dan nonton bareng, tapi tidak banyak percakapan diantara kami. Aku merasa pertemuan hari ini gak efektif sama sekali, aku hampir putus asa saat itu. Tapi kemudian aku punya ide untuk memberikan bunga mawar yang aku beli kemarin saat nanti pulang.

Sore hari menjelang maghrib aku turunkan dia di depan jalan masuk ke komplek rumahnya. Sebelum aku pulang aku buka tas kecilku kemudian aku berikan bunga ke dia, dia bilang makasih. Setelah itu aku segera pulang.


Beberapa hari setelah pertemuan itu dia kirim whatsapp tanya kenapa aku gak mau masuk unpad padahal hasil pengumuman SBMPTN aku di terima, kemudian aku jawab dan aku jelaskan sebisa mungkin tapi dia jadi semakin kecewa. Keesokan harinya aku sapa dia lewat whatsapp, tapi tak ada balasan apapun dari dia, aku tunggu seharian pun juga tidak ada balasan

Part 6

Karena Kamulah Satu-satunya Part 4

Kembali ke laptop(kata tukul). Pasti ini dari dia, pelan-pelan aku ambil hp dengan tangan gemetar aku buka hp dan ternyata meskipun dia menolak, dia bilang begini “Makasih ya buat perasaanya tapi kita temenan dulu aja”, plus dikasih emoticon smiley wajah malu kemerahan. “Terimakasih ya Allah, ternyata ini tidak seburuk yang aku bayangkan”. Sehingga meskipun malam itu aku gak jadian dengan dia, tapi kita ngobrol panjang lebar sampe tengah malam.

Aahh betapa lega dan senangnya aku, karna pada malam itu pertama kalinya aku menyampaikan perasaan pada orang yang aku sukai dan pertama kalinya aku bisa ngobrol asik dengan orang yang sungguh-sungguh aku sukai. Malam itu perasaan ku bagaikan terbang dengan private jet diatas awan. Akhirnya aku bisa melanjutkan tidur dengan nyenyak.

Esok harinya, seperti biasa aku datang ke kelas lebih awal. Beberapa saat kemudian dia datang, ketika dia masuk kelas dia memberikan senyuman pertamanya, yang aku balas dengan senyuman juga. setelah itu dia duduk tepat di depanku. Aku senang sekaligus jantungan, karna setelah ini aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.

Aku tidak tahu bagaimana cara menghibur atau menyenangkan dia, karna selama masa hidupku ini aku habiskan waktu untuk ibadah, bekerja dan belajar. Aku dibesarkan dalam kondisi yang begitu sulit dan rumit, tidak ada kesempatan bagiku untuk main atau senang-senang. Aku tahu dia suka film, musik, bola, dan makan semua itu adalah hal yang sama sekali diluar kepala ku. Sedangkan makanan otakku sehari-hari adalah bisnis, algoritma, pasar, ekonomi, keuangan dll.

Cuma satu yang aku tau, pada saat itu nilai ujian try outnya selalu kurang. Nilainya tidak pernah cukup untuk lolos ke jurusan yang dia inginkan. Sedangkan aku punya trik cara belajar yang efektif, yang sudah aku ajarkan ke salah satu temanku dan hasilnya cukup baik.

Setelah itu aku hanya menjalin komunikasi melalui whatsapp dan tidak ada teman ku yang tau kecuali hanya beberapa orang. Ketika di kelas atau bertemu di manapun kita bagaikan orang asing yang belum saling kenal. Memang dia bilang dia ingin jadi teman dulu dan belum ingin ketemuan berdua kecuali setelah SBMPTN. Sehingga sering kita bertengkar karena aku cemburu, atau karena aku tolol, tapi kemudian rukun lagi, bertengkar, rukun lagi begitu seterusnya.

Sampai akhirnya mencapai puncak kesabaran ku. Saat itu aku sedang mengerjakan proyek java pertamaku. Sebelumnya aku menggunakan microsoft office accces. Karna ini proyek pertama, sehingga aku butuh konsentrasi penuh untuk memahami algoritma-algoritma rumit yang masih belum familiar di kepala ku. Disaat panas-panasnya kepala ini hp ku berbunyi, ternyata itu dari grup wa kelas GO ku. Setelah aku buka grup, ternyata Rifda ngobrol akrab sama teman ku yang namanya Baim.


Memang ketika kita chating berdua bisa akrab, tapi ketika di grup sepertinya dia menahan diri. Sepertinya dia gengsi kalau teman-teman tau kalau dia dekat dengan aku. Bahkan sudah lama twitter ku tidak di folback. Seketika pikiranku kosong, dan seakan tubuhku terlempar ke dalam suatu ruangan gelap, sempit dan terisolasi. Aku merasa harga diriku jatuh. Aku merasa sudah terlalu jauh aku memeprcayakan masa depanku pada orang yang hanya memberi harapan tapi palsu. Pura-pura peduli, pura-pura curhat tapi tidak pernah menginginkan aku sama sekali.

Part 5

Karena Kamulah Satu-satunya Part 3

Setelah keputusan itu aku ambil, kini aku harus memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa mendekati dia. Tidak mudah bagiku untuk mendekati dia. Aku berusaha gimana caranya supaya bisa belajar bareng anak cewe di luar kelas, supaya aku bisa dekat dengan dia kemudian aku ajari dia cara belajar yang benar dan cara memandang materi pelajaran yang boring dari sudut pandang lain yang lebih menyenangkan.

Tapi semuanya berujung pada kegagalan. Tiga kali aku belajar bareng sama anak cewe tapi dia tidak ada. Satu kali belajar sama dia tapi aku malah bertingkah tolol, dan serba salah. Kemudian aku ingat, aku pernah lihat dia jalan sendiri waktu berngkat ke GO. Aku berfikir mungkin aku bisa menggunakan momen ini untuk nembak dia.

Pada suatu malam, akhrinya aku putuskan untuk beri dia coklat sambil aku sisipin surat penembakan ke dia. Ternyata pada keesokan harinya tidak satupun aku menemukan momen dimana dia berjalan sendiri tanpa teman-teman komplotannya, bahkan sampai tiga hari berturut-turut selalu sepeti ini. Sampai akhirnya pada hari terakhir aku duduk lemas di kursi kayu sebelah pintu masuk sambil mengutuki diri sendiri setelah mengalami kegagalan "Kenapa sebagai laki-laki aku begitu lemah".
Sepulang dari GO aku gk bisa mikir apapun, stresful. Aku coba cari-cari quote, artikel atau apapun tentang seputar cinta untuk sekedar menenangkan diri atau syukur-syukur dapet jalan keluar. Sampai akhirnya aku berhenti pada salah satu quotenya pak Mario Teguh yang kurang lebih bunyinya seperti ini "Jangan sampai kita melewatkan cinta kita hanya karna takut di tolak, bisa jadi kalian sudah saling mencintai tapi kalian tidak pernah tau karena takut"

Terbesit dalam pikiranku untuk nembak dia secara lansung melalui kontak whatsapp yang aku punya. Tapi niat itu aku urungkan karna kita kenalan aja belum udah main tembak, aku emang orang nya nekat, tapi gak segila itu juga kali. Beberapa jam kemudian aku mulai memikirkan opsi itu lagi, boleh juga gak ada salahnya di coba.

Aku ambil hp ku aku buka dan ketika jempol ku ini akan menyentuh tombol alfabet, segera aku letakkan hp ku dengan agak sedikit dibanting sambil menghela nafas huuff, untuuung aja belum. Tapi kok rasanya aku malah jadi menyesal ya? Aku ambil lagi hp, taruh lagi, ambil lagi, taruh lagi.
Stelah agak lama akhirnya aku nekat juga menyapa dia, dan gobloknya sekaligus nembak, kalau menurut dia itu namanya pengakuan. Pesan pun sudah terkirim dan tidak mungkin di rewind, tidak ada lagi kesempatan bagiku untuk menyesali apa yang telah aku lakukan. Dengan perasaan campur aduk, aku menunggu balasan. Sampai satu jam berikutnya pun masih belum juga di balas.


Aku berusaha menenagkan diri dengan berbaring di kasur sampai akhirnya aku tertidur, aku gak peduli besok di kelas dia mau bilang apa, bersikap bagaimana. Sekitar jam sebelas malam hp ku bunyi, seketika itu juga aku langsung bangun, tubuhku berkeringetan dan jantung berdebar. Rasa-rasanya pada saat itu sekujur tubuhku mati rasa semua, seakan aku ini sudah mati beneran dan berada di alam kubur, apalagi kamarku lagi gelap dan rumahku sepi karna udah pada tidur. Pasti ini dari dia, pelan-pelan aku ambil hp dengan tangan gemetar aku buka hp dan dooor selamaat anda masuk supertrap (wueleh). 

Part 4

Karena Kamulah Satu-satunya Part 2

Terkadang saat di kelas sesekali aku memandangi dia dari bangku belakang  sambil aku bertanya kepada diriku sendiri “Apa sih, nilai lebih yang dia miliki sehingga dia begitu berharga?”.

Awalnya memang cuma sekedar penasaran, tanpa perasaan apapun, tapi sedikit demisedikit perasaan itu mulai ada. Dari hari ke hari saat aku pandangi dia lagi, rasanya dia makin cantik di mataku. Aku hanya menikmati saat-saat memandangi dia, tapi aku masih belum punya alasan yang kuat untuk melangkah lebih jauh.

Skiip, waktu liburan pun akhrinya tiba pada akhir bulan desember. Aku gak lagi memandangi dia selama liburan dan aku gak kepikiran untuk iseng-iseng stalking ke FB dia. Sampai akhirnya waktu liburan pun habis dan aku kembali masuk kelas, tapi hanya berlangsung sebentar karena setelah itu aku harus mengerjakan proyek software inventory. Selama pengerjaan software ini aku gak masuk kelas selama sebulan lebih, sampai-sampai teman-temanku ngira aku keluar dari GO.

Software inventory gudang pun akhirnya selesai, aku mulai masuk kelas lagi seperti biasa. Hari-hari pertama aku kembali masuk kelas setelah lebih dari sebulan tidak masuk kelas, aku merasa ada sesuatu yang sempat hilang selama satu bulan dan kini telah kembali lagi. Aku bisa memandangi dia lagi dan sekarang malah jadi makin sering. Gak hanya itu, aku juga berhasil menemukan twittern nya sehingga sekarang jadi makin sering stalking. Padahal biasanya tiga minggu sekali, sekarang hampir tiap hari.

Karena saking seringnya, aku jadi tau kalau saat itu dia sedang  sendiri dan entah kenapa aku punya firasat kalau dia belum pernah pacaran 'just like me'. Sebuah alasan yang membuat aku semakin ingin tahu siapa dia. Karena yang aku tahu pada saat itu adalah, cinta pertama itu tidak akan pernah terlupakan, bahkan meskipun telah berganti hati. Dan di jaman seperti ini cari wanita yang masih virgin saja susah apalagi yang  hatinya belum pernah dimiliki orang lain. Jadi kalau aku adalah yang pertama bagi dia dan dia yang pertama bagi ku semoga saja cinta ini bisa abadi.

Dan ketika aku mulai menyukainya, aku menyadari bahwa waktu yang aku miliki semakin sempit. Tinggal tersisa sekitar lima bulan lagi sebelum kita berpisah karena kita akan beda kampus saat kuliah nanti. Sedangkan alasan yang aku miliki belum cukup kuat untuk memilikinya. Masih ada banyak segudang ketakutan yang harus aku hadapi.

Seperti, aku belum punya pengalaman dalam hal cinta, aku juga tidak akan diperbolehkan untuk pacaran karna ayahku orangnya militan dalam beragama dan pada saat itu Rifda belum berkerudung -meskipun aku yakin suatu ketika dia akan berkerudung karna ibunya berkerudung, kemudian aku belum yakin apakah aku bisa mempercayai dia, dan yang terakhir adalah apakah aku cukup pantas untuk dia.

Sejak saat itu aku mulai mengoreksi segala ketakutan-ketakutan yang aku miliki. Selain itu aku juga berusaha memantaskan diri untuk dia. Aku baca banyak artikel dan quote tentang menjadi seorang gentleman. Termasuk aku juga belajar membentuk tubuh yang ideal, berpenampilan yang baik, bersikap yang gentle. Karna aku yakin, pintar saja tidak akan cukup.


Setelah melalui pertimbangan yang cukup lama dan istikharoh, akhirnya aku memutuskan untuk mencintai dia sepenuhnya. Keputusan yang bukan hanya sekedar untuk menyukai dia, tapi juga memutuskan untuk menerima apapun kekurangannya, dan memutuskan apapun yang terjadi aku harus komitmen, tidak mudah menyerah dan siap menanggung segala resikonya.

Part 3

Karena Kamulah Satu-satunya Part 1

Cinta, perasaan yang sulit di gambarkan dan datang nya dari mana pun kita tidak tau. Seperti menggali inti bumi kalau kita ingin mengetahui apa arti cinta, selalu saja ada yang harus di gali sedangkan inti buminya tidak tercapai-capai. Inilah sepenggal kisah hidupku yang menjadikan tahun 2014 ini menjadi tahun yang paling berwana dalam hidupku. 

Semua berawal dari keputusan yang aku ambil untuk melanjutkan kuliah sekitar bulan juni 2013. Saat itu aku masih tinggal di Jakarta bertanggung jawab terhadap keberlangsungan salah satu cabang Sakinah Kerudung, usaha milik orang tua ku. Sebelumnya aku berfikir tidak perlu gelar untuk menjadi pengusaha sukses bahkan ijasah SMA pun aku tidak punya.

Ayahku sangat bahagia menyambut keputusanku ini, sampai-sampai dia selalu mengatakan kalimat ini belulang-ulang dalam berbagai kesempatan "Kamu punya otak yang luar biasa, abi yakin sebenarnya kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih besar dari ini, sayang kalau kemampuan otakmu itu tidak di maksimalkan".

Segera setelah itu aku mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian kesetaraan SMA untuk tahun depan melalui paket C. Dan ayahku meminta aku untuk tinggal di Bandung agar aku bisa fokus belajar, kemudian urusan cabang di jakarta diabil alih oleh orang tuaku sepenuhnya.

Pada pertengahan bulan agustus banyak bimbel mulai membuka kelas alumni, dan salah satunya adalah Ganesha Operation (GO). Sempat aku berfikir apakah aku perlu mengikuti kelas bimbel? Tanpa bermaksud sombong, aku bisa belajar sendiri tanpa guru. Tapi ayah ku mendorong untuk ikut bimbel, karena dengan mengikuti bimbel aku akan mendapatkan atmosphere persaingan dalam menghadapi sbmptn dan supaya  aku juga mengetahui medan perang yang akan aku hadapi.

Hari pertama berjalan lancar, aku berkenalan dengan lingkungan baru di sisni, berkenalan juga dengan teman teman baru. Selain itu aku juga melakukan apa yang biasa semua orang lakukan ketika mereka masuk ke lingkungan baru, entah itu sekolah, kantor, atau bahkan pesta ulang tahun temannya, terutama bagi para jomblo. Yaitu iseng iseng mengincar lawan jenis, siapa tau jodohnya ada di situ:).

Sebelumnya aku memang belum pernah pacaran, tapi aku juga tidak mau buru buru ingin pacaran hanya karena gengsi. Bagiku pacaran bukan soal coba-coba apalagi main-main.

Tapi Allah berkehendak lain, pada suatu hari masih di minggu pertama aku berjalan bersama teman teman menuju tempat kami para anak cowo biasa nongkrong setelah pelajaran di kelas selesai. Ditengah jalan aku melihat salah satu cewe sekelas yang aku belum aku kenal. Seketika itu juga langkahku melambat, pandanganku tiba tiba fokus. Aku lihat dia  jalan sama teman teman cewe lainnya menuju loby, mungkin mereka mau menanyakan informasi kepada staf GO. Tanpa aku sadar mengalir begitu saja kata-kata ini dalam hatiku "Masa depan itu cuma Allah yang tau, tapi apakah ada dalam pengetahuan yang Allah miliki itu tercatat bahwa entah dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun ke depan dia akan ada di sisi menemaniku dalam masa kegagalan maupun kesuksesan?".

Segera aku tersadar dari lamunan setelah menyadari aku mulai tertinggal dari gerombolan teman temanku. Peristiwa yang hanya beberapa detik itu terjadi begitu saja tanpa aku sengaja sama sekali. Bahkan ketika nongkrong dan sanpai perjalanan pulang naik motor pun aku masih kepikirankenapa aku bisa reflek melakukan itu tadi, padahal namanya saja aku belum tau?”.

Hari hari berikutnya semua berjalan normal seperti biasa, aku belajar untuk mengejar ketertinggalan materi. Hanya saja seletelah peristiwa hari itu aku jadi semakin ingin tahu siapa dia, hanya sekedar ingin tahu saja tanpa ada perasaan atau berharap apapun.

Minggu berikutnya aku sudah tau namanya adalah Rifda, beberapa minggu kemudian tau nama panjangnya 'Rifda Widayanti'. Kemudian dengan modal nama panjangnya aku temukan FB miliknya. 

Part 2

Kembali Menulis

Sudah lama aku tidak menulis di blog ini sejak hari pertama mulai kuliah. Entah kenapa aku begitu malas unutuk mengabadikan beberapa pikiran yang pernah terlintas di dalam kepalaku yang padahal bisa jadi suatu ketika akan bermanfaat bagi diriku sendiri atau orang yang akan membaca nya. Hingga akhrinya pada pagi hari ini dengan kehendak Allah aku membuka-buka halaman facebook yang jarang aku buka.

Aku menemukan sebuah posting dari teman SMA yang sangat bagus “Kami saling bertukar cerita, tapi sebenarnya tidak benar-benar mengetahui satu sama lain. Dan itu terbukti saat kubuka kado ulang tahunnya.........”. Awalnya aku pikir ini adalah kado dari seseorang yang spesial bagi dia. Ternyata setelah aku baca artikel di dalam websitenya itu adalah kado dari teman penanya.

Dari satu artikel yang aku salah presepsikan, aku beralih ke artikel lainnya. Sampai akhirnya aku harus bilang sh*t, hebat sekali temanku yang satu ini dalam merangkai kata-kata. Ketika matahari semakin naik ke atas menandakan akan semakin dekatnya waktu masuk kuliah justru aku malah semakin tenggelam dalam lautan kata-katanya. Aku harus angkat jempol empat untuk dia, kata-katanya begitu puitis dan maknanya dalam.

Bahkan ada satu postingannya yang aku kutip di twitter karna bagus dan tepat sekali dengan kebutuhanku. Yaitu aku ingin menunjukkan perasaan ku pada seseorang yang jauh dari tempat aku tinggal yang dulu kita pernah bersama meskipun hanya sebentar.


Kangen aku sama temenku yang satu ini. Dari tulisannya ini aku juga jadi sadar tentang nilai-nilai luhur dari keimanan dan ketakwaan yang saat ini sudah begitu jauh aku tinggalkan. Dan aku juga di sadarkan bahwa aku telah meninggalkan kebiasaan menulisku.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Setelah sebelumnya gue memposting tulisan tentang saran untuk presiden yang baru terpilih yang gue bikin demi mendapatkan beasiswa kali ini gue posting tugas ospek gue. Yaitu suruh bikin essay tentang arti kemerdekaan.

Saran Untuk Presiden Terpilih

Sudah hampir satu bulan gak posting lagi kangen rasanya. Oke kalin ini gue(jiaelaaaah sekarang jadi gue, iya sekarang gue jadi anak kota gue baru masuk kuliah di Jakarta). Gue akan memposting tulisan karya gue yang gue kirim untuk dapet beasiswa kuliah beberapa waktu lalu.

Jadi gini, sekitar tiga minggu yang lalu setelah gue lolos seleksi tertulis masuk PPM Manajemen gue dapet email dari kampus suruh bikin saran-saran buat presiden baru Jokowi-JK supaya Indonesia bisa maju sehingga lima tahun kedepan mereka akan dipilih lagi. Setelah sekitar seminggu akhirnya saran gue diterima dan gue lolos seleksi beasiswa tahap 1, dan gue dipanggil untuk ikut tes beasiswa tahap 2 yaitu presentasi.

Ini artikel gue

Selasa, 15 Juli 2014

Aku Seperti Anak Indogo

Sudah beberapa kali setiap aku mempunyai firasat yang tanpa di sengaja aku rasakan selalu benar benar terjadi. Kalau orang lain menyebut anak yang punya kelebihan untuk melihat makhluk gaib dan mampu melihat seuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain seperti masa depan, penyakit, pikiran dll sebagai anak indogo.

Minggu, 13 Juli 2014

Write Once Run Everywhere

Sebagai seorang programer aplikasi yang khusus berhubungan dengan database, dan semua program yang aku buat adalah program aplikasi akutansi. Aku selalu menggunakan java sebagai bahasa pemrograman favorit, karena selain memiliki banyak fitur, program yang dibuat dengan java bisa di jalankan di komputer dengan Operating Sistem(OS) apapun. Ini demi memenuhi kebutuhan konsumen yang akan menggunakan program buatanku, karena mereka ada yang suka OS gratisan seperti linux, atau ada yang suka dengan OS powerfull seperti mac.

Setelah puas dan berhasil membuat aplikasi komputer yang cukup baik menurutku, kini giliran aku ingin membuat aplikasi akutansi yang bisa dijalankan secara mobile melalui android, iphone dll. Awalnya aku berfikir hanya dengan memahami bahasa java aku akan bisa membuat aplikasi mobile ini, karena aku terlalu percaya dengan semboyan java "Write once run everywhere". Ternyata tidak, sistem operasi mobile yang sedang terkenal saat ini yang menggunakan bahasa java hanyalah android dan blackberry. Sehingga kalau aku mau buat aplikasi Iphone atau Windows Phone aku harus mempelajari bahasa baru dari keduanya, sangat melelahkan.

Awalnya aku menyerah dengan keterbatasan bahasa pemrograman ini, sehingga aku hanya akan membuat aplikasi android saja karena secara statistik pengguna smartphone di Indonesia sebagian besar menggunakan android, selain itu jenis smartphone dan tablet amdroid sangat bervariasi. Mulai dari merek yang paling murah sampai yang paling mahal, pokoknya lebih custom lah.

Beberapa bulan kemudian akhirnya aku menemukan phonegap, solusi untuk membuat aplikasi mobile multi platform. Phonegap bukanlah IDE seperti netbeans, eclipse dan sbg. Melainkan hanyalah software yang mampu -istilahnya mengcompile- bahasa pemrograman yang kita buat untuk di run di segala jenis smartphone. Bahasa pemrograman yang didukung oleh phonegap adalah html5, css, dan javasript.

Cara membuat aplikasi dengan phonegap hampir sama seperti dengan membuat website, bedanya kita harus mengatur beberapa hal seperti tampilan, konfigurasi, dll agar bisa di jalankan di smartphone layaknya sebuah aplikasi.

Awalnya aku juga ragu, karena banyak artikel di internet yang menyebutkan bahwa dengan menggunakan phonegap maka performa dari aplikasi yang kita buat akan lebih jelek daripada dengan membuat aplikasi dengan bahasa nativenya. Memang sih ada benarnya, tapi apalah artinya performa, yang penting adalah fungsinya. Bahkan banyak juga perusahaan besar dunia yang menggunakan phonegap ini, sebut saja BBC.

Seperti bahasa java, awalanya banyak yang bilang aplikasi java termasuk berat dan akan menghabiskan ram, tapi ternyata setelah di pakai tidak begitu berpengaruh, toh aplikasi yang aku buat ini tidak banayak grafik, hanya memproses database. Dan setelah aku amati ternyata banyak juga perusahaan besar yang menggunakan java padahal komputernya cukup jadul.

Oke sekian dulu semoga bermanfaat.

Selasa, 01 Juli 2014

Jurus Goblok Ku, Belajar Dari om Bob Sadino

Sering kali hal yang paling memotivasi manusia untuk melakukan sesuatu bukan dari apa yang paling mereka inginkan tapi justru dari apa yang mereka takuti. Aku menyebut ini dengan istilah jurus kepepet. Hampir dari semua kisah sukses orang-orang besar berawal dari kejatuhan yang begitu dalam hingga membuat batinnya tersiksa dan dari rasa sakit yang mereka rasakan mereka merasa terancam akan posisi mereka yang sudah sangat buruk dan kemungkinan akan lebih buruk lagi.

Senin, 30 Juni 2014

Keajaiban Tidak Datang Dengan Sendirinya

Sore ini selepas berbuka puasa, bulan puasa hari ke 2. Sambil menunggu adzan isya aku mengisi waktu dengan membaca CEO note yang ditulis sendiri oleh Pak Menteri Dahlan Iskan. Judul note yang dia tulis adalah ini ROTFL yang Terjadi setelah Ngamen. Di note yang beliau tulis ini dia menyebutkan bahwa keberhasilan PT Inuki (Persero) dalam mendapatkan kerjasama dengan perusahaan Amerika dalam mengerjakan proyek nuklir bukanlah sebuah keberuntungan. Tapi adalah hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah dari anak-anak bangsa untuk kemajuannya.

Membaca artikel ini aku jadi teringat beberapa hari yang lalu aku bermimpi aku sedang mencari harta karun -seperti di film National Treasure yang tokoh utamanya diperankan oleh Nicolas Cage. Di dalam mimpi ku ini aku sedang mencari bukan harta karun berupa perhiasan dan emas tapi aku sedang mencari sebuah buku yang dibuat oleh seseorang yang hebat pada zaman dahulu yang berisi rahasia bagaimana agar keajaiban datang dalam kehidupan kita.

Kemudian di dalam mimpi itu aku menemukan sebuah tombol berbentuk lingkaran yang menempel di tembok di suatu sudut yang sepertinya terbuat dari batu atau logam tua yang diukir seperti barang-barang kuno pada umumnya dan terlihat sudah mengalami pelapukan dan berdebu. Kemudian aku putar tombol itu kemudian tanah yang aku injak tiba-tiba bergetar dan di depanku tiba-tiba lantainya terangkat dan terbukalah ruangan kecil di bawah tanah yang berisi buku-buku tersebut.

Dengan sigap aku segera melonpat masuk ke dalam ruangan kecil itu. Hap kakiku menjejak di lantai dan kemudian aku lihat-lihat sekelilingku dan aku berfikir apa yang akan aku lakukan dengan buku-buku ini, mau memulai dari mana aku? Seketika itu juga aku mendapat sebuah ilham yang mengatakan begini "Aku datang jauh-jauh ke tempat ini hanya ingin mendapatkan keajaiban, aku sudah membaca berbagai buku: rahasia sukses, cara kaya, cara pintar, dan cara lain-lainnya. Dan aku jauh-jauh datang ke tempat ini hanya untuk mencari buku-buku yang sejenis itu. Kemudian aku berfikir, bahkan si pembuat buku yang legendaris ini bisa menjadi hebat sebelum buku ini ada, buku ini kan yang menciptakan dia? Lalu bagaiman dia bisa menjadi hebat? apakah dengan membaca buku ini? Tentu saja tidak, buku ini kan dia yang buat, sebelum dia buat buku ini berarti buku ini belum ada. Kemudian aku membuat kesimpulan, berarti yang ajaib itu bukan bukunya tapi orangnya. Dia bisa membuat buku ini pasti perjuangan dan usahanya luarbiasa. Jadi keajaiban itu tidak perlu di cari tapi di buat, dan jadilah orang yang membuat bukunya bukan yang membaca dan berharap setelah membaca akan ada keajaiban yg instan"

Minggu, 29 Juni 2014

Berharap Itu Hanya Pada Allah dan Diri Sendiri Bukan Kepada Sesama Manusia

Hari ini aku rela menunggu lama bahkan mengcancel beberapa jadwal kegiatan ku hari ini. Alasannya adalah aku mau nunggu orang tuaku yang katanya mau ke depo bangunan (swalayan bahan bangunan), karena aku mau sekalian latihan nyetir biar lebih lancar. Aku kepingin banget bisa nyetir mobil sendiri, kursus sudah tapi masih belum lancar.

Aku kira sebentar lagi mau berangkat setelah pekerjaan orang tuaku membagi-bagi barang di gudang selesai, akhirnya sambil nungguin aku ikut bantu-bantu. Ternyata selesainya satu jam lebih sampai akhirnya masuk waktu sholat dzuhur sehingga kami mendahulukan sholat dulu. Setelah sekitar lima belas menit an ternyata ayahku  mau nyuci mobilnya dulu karena sudah hampir sebulanan tidak di cuci, aku nunggu lagi sambil nge youtube video-video nya Dahlan Iskan daripada nganggur mending cari ilmu dari sang master managemen yang berhasil merestrukturisasi birokrasi di BUMN. Sekitar hampir setengah jam kemudian ayahku datang, aku kira mobilnya sudah di cuci ternyata belum karena semua tempat cuci mobil penuh antri nya kelamaan. Aku kira mau langsung berangkat ternyata tidak ayahku ngantuk dia mau tidur dulu. Beuhhhhhhh! dalam hatiku, aku sudah bantuin dan membatalkan beberapa tugas hanya  untuk menunggu harapan kosong?!?!?!

Yang paling menjengkelkan adalah aku harus memulai dari awal pekerjaan yang aku tinggalkan karena ini yaitu pekerjaan pemrograman 'Coding'. Aku haru mengurutkan lagi susunan-susunan logika yang tadi sudah aku tangkap maksud dan strukturnya. Akhirnya aku harus melanjutkan pekerjaaku ini dengan perasaan kesal dan malas luar biasa.

Akhirnya aku tidak jadi melanjutkan pekerjaanku ini dan aku putuskan untuk tidur-tiduran sambil dengerin musik biar menhilangkan rasa malas dan jengkel ini. Sambil tidur-tiduran dan terkantuk-kantuk entah darimana datannya tiba-tiba aku teringat peristiwa yang dialami oleh pak Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. Pak Dahlan sebagai peserta konvensi capres Partai Demokrat berjuang semampu dia dan dibantu juga oleh para relawan Demi Indonesia untuk memenangkan pencapresannya di antara kesibukannya sebagai menteri BUMN, dan pak Dahlan tidak pernah menggunakan jam kerjanya untuk ikut konvensi. Ternyata pak Dahlan keluar sebagai kandidat dengan nilai tertinggi tapi sayangnya dia tidak jadi dijadikan sebagai calon, justru orang lain yang aku lupa namanya. Yang aneh dari pak Dahlan ini adalah kurang dari satu hari setelah pengumuman itu pak Dahlan di wawancarai sebuah stasiun tv dan dia seperti tidak menunjukkan perubahan raut wajah kecewa, kesal, atau apapun dia masih bisa senyum dengan senyum khasnya ala pak Dahlan dan guyonannya dia.

Aku segera bangkit dari berbaring dan duduk kemudian merenung, oia ya, bagaimana pak Dahlan bisa secepat itu mengatasi harapan kosong seperti itu, bukan main pasti rasa sakitnya? Tidak lama kemudian aku ingat kata-kata beliau kurang lebih seperti ini "Ah, dalam politik hal yang seperti ini memang sudah biasa terjadi. Hari ini orang janji besok di ingkari itu sudah biasa, saya sudah tau itu jadi saya terbiasa. Tidak saya tidak kecewa, yah sedikitlah tapi saya sudah tau kok. Kalau saya berharap yang tidak rasional ibarat sumur mencari timba bukan sebaliknya."

Aku jadi kembali bersemangat dan sekalian aku juga kembali bersemangat dari sesuatu yang beberapa hari ini sudah sangat menggaggu ku. Aku baru saja memutuskan untuk tidak lagi menjalin komunikasi dengan seseorang yang aku tembak, dianya gak nolak tapi juga gak mau aku ajakin belajar bareng atau sekedar ketemuan sedangkan di wa kita ngechat seru, biasanya seminggu sekali. Setelah kira-kira tiga bulan aku berteman dengan dia dan setelah SBMPTN aku tidak ingin merasa lebih tersakiti lagi atas harapan kosong yang sudah dia berikan karena semua bantuan yang aku tawarkan ke dia selalu dia tolak.

Entahlah tapi setidaknya sekarang aku harus menyadari dan berpikir rasional seperti pak Dahlan. Bahwa tidak semua harapan itu harus terpenuhi. Makannya aku hanya akan berharap pada Allah, karena andaikata harapanku tidak terkabul Allah akan mencatat satu pahala atas doa dan usaha yang telah aku lakukan. Kemudian aku hanya akan berharap pada diriku sendiri, karena kita tidak bisa mengendalikan orang lain sepenuhnya tetapi kita punya kendali sangat besar terhadap diri kita sendiri. Dengan berharap pada diri sendiri kita akan tergerak untuk melakukan usaha dan kerja yang hanya dengan usaha itulah impian kita akan tercapai, dan apabila kita gagal kita tidak akan menunjuk orang lain sebagai penyebab kesalahan karena kita tidak mengharapkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan kita dan memenuhi keinginan kita.

Sabtu, 28 Juni 2014

Pak Dahlan Iskan Menurutku

Sudah hampir 2 minggu aku gak nulis di blog ini. Karena 2 minggu terakhir ini aku harus menelan kenyataan bahwa memang untuk sementara aku tidak akan bisa memiliki dia yang amat aku cintai dan telah mengubah banyak hal dalam kehidupaku dan aku tidak mau menulis tulisan galau di blog ini.

Kali ini aku mau menulis tentang Dahlan Iskan. Sebelumnya aku tidak tahu siapa sesungguhnya DI ini. Yang aku tahu hanya dia itu suka bikin sensasi yang aku pikir sih banyak yang positif, tapi tidak lebih dari itu. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah chanel di youtube yang judulnya aiman dan dahlan iskan. Aku lupa bagaimana cerita pesisnya sehingga aku nyasar ke chanel itu.

Minggu, 15 Juni 2014

Titip semangat buat teman-teman menghadapi SBMPTN

Di tempat bimbel aku belajar, tiga bulan menjelang SBMPTN selalu diadakan try out. Ada beberapa teman temanku yang dari try out demi try out nilainya menunjukkan peningkatan. Tapi begitu semingu menjelang SBMPTN aku mengamati, ternyata ada satu temanku yang yang nilainya justru turun drastis, padahal biasanya dia mengalahkan yang lain.

Temanku yang satu ini memang spesial, awal masuk bimbel setiap try out bulanan dia selalu peringkat terbawah. Tapi dia punya kesungguhan yang lebih dari temanku yang lain, mungkin dia mau berubah. Awalnya aku kurang begitu peduli tapi melihat nilainya yang tidak kunjung menunjukkan peningkatan akhirnya aku ajak dia belajar bareng. Aku ajari dia bukan materi pelajarannya tapi bagaimana cara belajar yang tepat. Alhamdulillah, nilainya naik pesat dan dia jadi salah satu temanku yang paling dekat. Tapi begitu menjelang SBMPTN nilainya justeru terjun bebas. Aku yakin, ini pasti karena mental block. Dia terlalu takut untuk gagal, dan kurang percaya diri, padahal secara persiapan dia lebih matang dari pada aku.

Akhirnya aku putuskan, untuk memberi motivasi kepada teman-temanku yang mungkin mengalami hal yang sama dengan sebuah artikel yang aku buat sendiri dan aku share di grup whatsapp. Berikut artikelnya:

Hey guys, dua hari lagi kita akan menghadapi perang yang akan menentukan sejarah kehidupan kita ke depan. Semua persiapan, latihan, darah dan keringat yang sudah kita korbankan selama ini jangan sampai menjadi sia-sia. Seperti yang lainnya kita hanya manusia biasa yang memiliki rasa takut, bahkan orang yang memiliki persiapan paling bayak sekalipun mempunyai rasa takut. Disini aku hanya ingin bercerita, cuplikan dari film kung fu panda.

Ketika po mulai putus asa karena dia baru saja gagal menjadi dragon warrior karna mendapati perkamen yang isinya kosong. Dalam perjalanan mengungsi bersama penduduk desa, ayahnya berkata kepada po yang terlihat murung.

Ayah Po: Oh, po forget every thing else, your destiny still awaits, we are noodle foke, broth run deep through our vein.

Po: I don’t know dad, honestly sometimes I cant believe I am actually your son

Ayah Po: Oh po, I think its time I told you something I should’ve told you a long time ago

Po: Okay

Ayah Po: The secret ingredient of  my the secret ingredient soup

Po: Ouw

Ayah Po: Comehere2 the secret ingredient is…………. nothing

Po: Hah

Ayah Po: Did you heard me, nothing, there is no secret ingredient

Po: Wait, wait, its just plain all noodle soup, you don’t add kind of special sauce or something?

Ayah Po: Don’t have to, to make something special you just have to belive it special.

Kemudian po mengambil perkamen yang baru Ia dapatkan dan membukanya sambil bergumam, there is no sectret ingridient. Kemudian po kembali ke kuil dan melawan tailung.
Pelajarang nya adalah, kalian harus yakin terhadap diri kalian sendiri ketika menghadapi sbmptn besok. Kita tidak perlu menjadi dragon warior untuk mendapatkan perkamen yang bisa memberi kekutan tanpa batas, karena kekuatan itu sudah ada dalam diri kita sejak lahir. Yang menghalangi kekuatan kalian adalah rasa takut. Temukan keyakinan, faith kalian untuk melawannya.

Fokus pada kelebihan kalian, fokus pada apa yang kalian miliki, fokus pada doa dan usaha yang sudah kalian lakukan dan yang terakhir adalah apapun yang terjadi nanti, itu adalah yang terbaik untuk kalian dan dan itu karena tuhan sayang pada kalian.

Miqdad, 15 Juni 2014, aku persembahkan untuk kalian, sahabat-sahabat terbaikku. We have to believe that we are great cause we are definitely great and then see what will happen.

Sabtu, 14 Juni 2014

Kumpulan quote dan artikel pendek dari facebook dan twitter ku Bag 2

Sebelumnya aku sudah menulis beberapa quote dari facebook di bagian 1

Sekarang adalah kumpulan qoute ku dari twitter

03-06-2014
"Bukan banyaknya kesamaan yang kita miliki, tapi besarnya hati untuk menerima perbedaan."

Ini aku tulis ketika aku ragu dan galau karena sudah terlanjur jatuh cinta pada seseorang yang latar belakangnya agak berbeda

16-05-2014
"Awal dari kemenangan yang sesungguhnya adalah setelah berusaha keras tapi mampu untuk berbesar hati ketika kalah."

13-05-2014
"Hidup terasa bermakna bukan karena apa yang kita miliki, tapi karena apa yang kita perjuangkan."

21-04-2014
"Terkadang memaafkan orang lain lebih mudah daripada memaafkan diri sendiri."

13-04-2014
"Semua orang ingin lebih baik dari sebelumnya, tapi tidak semua orang mau menerima tantangan dan masalah yang lebih dari sebelumnya."

01-03-2014
"Keren itu bukan apa pekerjaanya, tapi bagaimana mengerjakannya."


Kumpulan quote dan artikel pendek dari facebook dan twitter ku Bag 1

Setelah berhasil mempublish satu artikel, sejak beberapa bulan tidak nulis. Jari-jari ku rasanya gatel kepingin segera nulis lagi. Tapi mau nulis apa ya? Akhirnya aku punya ide untuk mengumpulkan quote karyaku sendiri yang aku tulis lewat facebook dan twitter takutnya quote yang sudah aku posting di dua sosmed itu dihapus oleh penyedianya.

Facebook

20-02-2014
"Ya Allah engkau yang sedang menempa hatiku, jadikanlah darinya pedang yang kuat dan tajam untuk ku menumpas segala rintangan."

23-02-2014
"Orang-orang besar tidak lahir dari laptop canggih, tidak dari modal besar, tidak dari lapangan megah.
Mereka lahir dari buku tulis usang, mereka lahir dari lapangan becek, mereka lahir dari balik penjara.
Mereka adalah orang-orang yang mampu merubah rasa sakit menjadi energi"

Ini aku tulis setelah aku nonton film yang menceritakan perjuangan seorang Nelson Mandela melawan politik aphartheid di Afrika Selatan. Dimana dia dibesarkan oleh cacian dan dari balik penjara selama puluhan tahun dan tidak mengenal kata menyerah.

29-03-2014
"Laki-laki berusaha mengobati rasa sakit nya, Gentleman berusaha melangkah maju meskipun harus merasa sakit"

Ini aku tulis saat aku merasa diabaikan oleh gebetanku

16-04-2014
"Untuk apa kesuksesan kalau hanya untuk sebuah kesombongan?!!
Hidup untuk egoisme, hidup untuk hanya untuk membuktikan diri, itu hampa gak ada gunanya, apa yang mau kamu buktikan dari teman-temanmu, dari musuh-musuh mu. Apakah kamu ingin membuktikan kalau kamu bisa lebih sukses, lebih bahagia atau apalah. Akan selalu ada orang yang lebih baik dari kamu, kenapa kamu harus membuktikan kepada dunia bahwa kamulah yang terbaik, percuma. Hidupmu akan capek dan gelisah penuh dengan iri dengki tidak bahagia ketika melihat orang lain lebih sukses. Hidup akan bermakna ketika kamu berkorban untuk orang-orang baik di sekitar mu. Orang-orang yang menerimamu apa adanya. Kenapa kamu lebih perhatian sama orang-orang yang tidak berjasa dalam hidupmu atau bahkan membencimu. Untuk apa kamu mencari pengakuan dari mereka toh kalaupun kamu lebih berhasil dari mereka, mereka justru semakin iri dengki sama kamu. Kenapa kamu gak memberikan perhatian pada orang yang mencintai dan baik sama kamu. Mereka lebih berhak atas kesuksesanmu. Mereka akan senang dan mengakuimu baik ketika kamu sukses maupun jatuh."

Ini aku tulis saat aku sedang amarah dan ingin membuktikan bahwa tanpa dia(gebetan ku) aku bisa tetap sukses, tapi ternyata amarah itu tidak ada gunanya jadi aku ingin fokus untuk mencurahkan tenagaku untuk orang yang mencintai dan aku cintai, yaitu keluargaku dan terutama ibuku.

16-04-2014
"Pain is my energy, it push me to learn something new, and to do better than beffore"

18-04-2014
"Cinta, persahabatan, persaudaraan, kebahagiaan, kasih sayang, tidak bisa dibeli dengan uang, tapi dengan pengorbanan"

Ini aku tulis saat aku merasa minder apakah aku bisa deketin gebetanku yang secara ekonomi lebih baik daripada aku. Meskipun aku sendiri sedang dalam proses untuk meningkatkan kemampuan ekonomi ku.

28-05-2014
"Starting business is not about making money, it's about building reputation and trust, and expanding networks"

Ini aku tulis saat aku merasa kok usaha ku rasanya jalan di tempat, gak kemana-mana, tidak ada perkembangan. Ternyata selama ini aku fokus untuk menghasilkan untung sebanyak-banyaknya bukan membangun reputasi.

Melepaskan diri dari mental block

Sudah lama tidak posting artikel baru di blog ini. Awal buat blog ini pas semangat-semangatnya nulis, sampai akhirnya jadi beberapa artikel, yang tidak lebih dari sepuluh. Sebagian berhasil di publish dan sebagian lagi hanya jadi draft. Karena ternyata menulis itu agak sulit, sering ketika sedang semangatnya nulis eh ditengah jalan kehilangan ide. Entah kenapa semua ide yang sebelum dituangkan dalam tuisan bermunculan begitu banyak tiba-tiba lupa semua ketika sedang mengetik. Selain itu ada kecenderungan untuk malas, karena blog ini tidak ada yang baca kecuali aku sendiri dan beberapa orang nyasar yang mungkin setelah membuka blog ini dari mesin pencari langsung di klik close tab, karena ternyata apa yang sebenarnya dia cari tidak ada di blog ini. Kendala selanjutnya adalah kurang pede ketika mau mempublikasikan, mungkin karena mental block. Maklum, dulu waktu kecil aku ini salah satu korban bully sejak dari taman kanak-kanak sampai SD kelas tiga. Tapi aku tidak mau menggunakan masalalu sebagai alasan untuk tetap berada dalam ketidak mampuan.

Akhirnya aku putuskan untuk menulis apa adanya sajalah seperti obrolan di warung kopi, tidak ada sekenario, tidak ada topik apa yang mau di bahas, mengalir begitu saja, ngalor ngidul, asalnya bahas masalah makanan ngluwer-ngluwer jadi bahas masalah politik.

Nah mengingat masalah bully ini aku jadi teringat kisah sejarhaku, dimana aku mengalami beberapa tahap dalam kehidupan ini, tepatnya ada 2 tahap. Jadi kenapa aku membuat tahapan ini? Karena 2 peristiwa ini adalah peristiwa dimana aku melakukan break through, yang mengubah hidupku untuk selamanya sekaligus menandakan bahwa aku telah keluar dari belenggu kelemahan dan kekurangan yang disebabkan oleh perlakuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dimasa kecilku.

Tahapan pertama terjadi ketika aku kelas enam SD. Tahapan ini adalah tahapan pengetahuan. Sejak kelas dua SD aku sudah berkeinginan untuk bisa berprestasi alias dapet ranking. Karena aku menginginkan sekali di puji seperti anak-anak lain yang pintar. Aku sering iri dengan teman-teman ku yang pintar, ketika ibu-ibu sedang berkumpul mereka membicarakan  teman-temaku dan memuji. Sejak kecil, rasanya aku tidak pernah dapat pujian apapun yang ada hanya celaan, aku kurus lah, bodo lah, miskin, aneh dan entah kenapa ada 2 temen cewek waktu SD memberi cap 'nakal' padaku. Yang benar saja, aku lemah seperti ini bisa berbuat apa terhadap orang lain? Karena itu aku sangat merindukan akan pujian, karena aku sudah terlalu kenyang dengan celaan yang aku terima, setidaknya kalau aku pintar aku dapat pujian dan pengakuan sedikitlah.

Tapi keinginan tinggalah keinginan, setiap kenaikan kelas aku selalu ingin berubah di tahun ajaran baru dan kelas baru, aku ingin bisa rajin belajar. Tapi ternyata susah untuk mengubah kebiasaan malas dan melepaskan label celaan yang sudah melekat menjadi kepribadian. Meskipun tahun demi tahun ada peningkatan, tapi jumlahnya sangat sedikit. Hingga tibalah kenaikan kelas lima ke enam. Pada hari pertama aku masuk kelas aku berikrar dalam diri bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk berubah, dan sejak hari itu juga aku mendengarkan sekali apa yang guru ajarkan tidak ingin aku lewatkan satupun. Jika ada kesempatan aku bertanya ke depan menanyakan materi atau soal yang aku belum paham atau yakin, cukup koboi, karena tidak dilakukan oleh siwa lain dan aku tidak peduli dengan siapa aku sebelumnya berusaha mendapatkan perhatian guru, selalu aku yang bertanya, hal sepelepun juga aku tanyakan.

Alhamdulillah sejak saat itu aku selalu berprestasi di sekolah, bahkan ada salah satu temanku yang bercanda bertanya "Miqdad, kamu ke dukun mana sih, kok bisa pinter?". Selain itu aku juga bisa memecahkan soal matematika yang sulit, yang belum diajarkan rumusnya sebelunya, aku bisa memecahkannya bahkan sebelum temanku yang paling pinter sekalipun memecahkannya. Tahun demi tahun aku lewati dengan menorehkan prestasi hingga akhirnya aku mendapatkan beasiswa di MAN(setara SMA) Insan Cendekia.

Nah di sini lah tahapan ke dua di mulai. Ketika aku masih kecil aku dicap orang yang salah, selalu salah, entah salah ku dimana hingga semua orang seakan-akan membenciku. Belum lagi dirumah kalau aku nakal sedikit saja aku dimarahi luarbiasa oleh ayahku, ketika aku tidak bisa mengerjakan soal atau menghafal ketika bersama ibuku aku selalu dimarahi juga. Hingga akhirnya aku berkembang menjadi anak yang kuper, aku tidak berani mengambil resiko dalam pergaulan dan pertemanan, tidak mau bergaul dengan orang-orang baru kecuali dia baik karena aku takut dinakalin lagi. Sehingga ketika aku sudah cukup besar aku sulit untuk bergaul dan memulai bisnis karena masalah mental block.

Di Insan Cendekia ini setiap hari sabtu ada semacam eskul wajib, namanya enterpreuneurship. Pengajarnya alumni Insan Cendekia yang berhasi menjadi salah satu pemenang ajang lomba wirausaha mandiri yang diadakan setiap tahun oleh Bank Mandiri hingga sekarang.

Sejak kelas empat sd aku sudah diajari menabung oleh ibuku, bahkan kalau mau beli mainan atau apapun yang aku iniginkan aku harus beli dari uang mingguan yang aku terima, jika aku meminta lebih dari itu ibuku tidak akan kasih. Karena aku merasakan betul ketika aku ingin membeli hp seperti teman-temanku saja aku harus menabung sangat lama dan tidak jajan selama berbulan bulan. Akhirnya otakku selalu dipaksa untuk berpikir bagaimana cara mengahasilkan uang lebih cepat dari mengandalkan uang mingguan. Pernah, pada saat aku smp aku ditawari ayahku untuk membelikan uang tabunganku dengan domba dan dipelihara orang lain, nanti keuntungannya dibagi dua. Setelah satu tahun hasilnya lumayan  buat tambah-tambah tapi tidak dilanjutkan karena yang melihara tidak mau lagi. Sejak saat itu aku tidak melakukan usaha apapun untuk menghasilkan uang selain mengandalkan uang mingguan. Sebenarnya lebih karena aku sulit menemukan peluang dan malu.

Nah itu sebabnya di ekskul wajib ini aku selalu antusias karena aku ingin sekali memulai usaha tapi tidak juga segera mulai. Suatu ketika, kak Salman, mentor ku ini memberi tugas, tugas yang aku pikir cukup gila. Dia bilang "Dulu hidup saya berubah sejak saya membaca buku yang ada di perpustakaan sekolah ini, judulnya Rich Dad, Poor Dad, karangan Robert T Kiyosaki, nah tugas kalian adalah mencari buku itu kemudian minggu depan ceritakan kepada saya mengenai isinya". Gilanya adalah, buku itu sudah pasti berusia tua, dan apakah keberadaannya masih ada atau tidak entahlah, belumlagi kalau adapun jumlahnya cuma satu sedangkan jumlah murid yang diberi tugas ada 120?!

Tapi tetap aku akan uji keberuntunganku, setelah eskul selesai ada sholat dzuhur berjamaah kemudian makan siang. Ketika teman-temanku yang lain pergi ke kantin aku pergi ke perpustakaan, mumpung sepi. Tidak sia-sia ternyata aku menemukan buku yang dimaksud itu, dan setelah itu teman temanku antri pinjem di belakangku.

Setelah membaca buku itu mentalku berubah, sebelumnya menjadi pengusaha adalah tujuan sampingan ku, sebagai iseng-iseng berhadiah. Setelah membaca buku ini menjadi pengusaha adalah tujuan utamaku. Tapi keinginan yang kuat saja tidak cukup, rasa takut, minder, dan malu yang tertanam sejak kecil tidak bisa begitu saja hilang dengan keinginan besar untuk menjadi pengusaha. Hingga tiga tahun kemudian aku masih jalan di tempat, seperti saat SD kelas dua, keinginan hanya tinggal keinginan tidak ada daya dan alasan yang lebih kuat lagi untuk bisa mengalahkan kelemahan diri.

Sampai akhir tahun ke tiga secara kebetulan aku bertemu dengan seorang wanita di bimbel kelas alumni untuk persiapan masuk perguruan tinggi, dan itu pertama kalinya aku memberanikan diri untuk menmbak seseorang seorang wanita. Meskipun baru berani setelah beberapa bulan menyimpan perasaan padanya.

Awalnya aku hanya sering curi2 pandang, dan aku selalu cari tempat duduk tepat di belakangnya. Kemudian aku iseng liat-liat twitternya, cari tau tentang dia, sampai lama-lama aku semakin suka dan punya keinginan besar untuk setidaknya dia tau apa yang aku rasakan ini. Tapi aku takut, kalau ternyata dia benar2 menerima aku, masa aku masih seperti ini? Masih lemah, takut, ragu, minder, dan suka mengeluh. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghilankan semua kebobrokan itu, aku daftar gym, beli barbel, latihan emosi, rajin shalat lagi setelah beberapa tahun aku meninggalkan kewajiba utama ini. Dan setiap aku kembali mengulang kebiasaan burukku aku selalu bayangkan bagaimana jika dia berada di sampingku saat ini menyaksikan aku. Aku mendapatkan alasan yang sangat kuat untuk berubah yaitu untuk dia, karena dengan aku menyukainya secara otomatis sebagai laki-laki aku punya tanggung jawab untuk menjaganya. Tidak mungkin kan saat ada bahaya atau masalah aku malah bersembunyi di belakangnya atau malah lari meinggalkan dia, aku harus ada di depannya dan berani ambil resiko. Tapi ketika menyangkut masalah lain aku harus mengalah dan mendahulukan dia, bukannya egois dan itungan.

Nah setelah aku sampaikan isi hatiku ke dia, dia tidak menerima tapi juga tidak menolak. Sekarang aku masih sering ngobrol dengan dia melalui whatsapp tapi kalau ketemu, kita seperti orang yang tidak saling kenal, karena dia memang meminta agar hubungan ini tidak diumbar ke teman-teman yang lain. Meskipun aku tidak pernah bisa bertemu dengan dia, setidaknya aku sudah melakukan breaktrhough dan tidak begitu terkendala dengan masalah sosial, dan nyali. Sekarang tinggal waktunya untuk menorehkan prestasi yang lebih besar lagi.


Kamis, 09 Januari 2014

Pentingnya Buku Harian atau Diary

bagiku Diary adalah semua catatan baik itu traveling, maupun pemikiran ku, catatan perusahaan dan sebagainya.

 Peristiwa, baik itu besar, kecil, penting atau tidak yang terpenting adalah mencatatnya. Peristiwa yang tercatat akan menjadi informasi, informasi ini akan menjadi cerita sejarah yang akan sangat bermanfaat ketika suatu waktu nanti baik ketika kita masih hidup ataupun sudah mati, pelajaran, dan pengalaman masa lalu tidak semua bisa teringat dalam memori otak manusia, oleh karena itu manusia perlu mempunyai catatan dalam bentuk apapun, foto, video, rekaman dsb.

Salah satu fungsi diary, ketika seseorang telah berhasil meraih kesuksean dia tidak akan lupa akan apa yang telah ia lalui. Tentang siapa dirinya dahulu, tentang apa saja yang membuat dirinya mampu menempuh semua itu, tentang siapa saja dibalik kesuksesannya, sehingga kesuksesannya tidak menjadikannya sombong karena dia masih ingat bahwa yang keberhasillanya tidak lepas dari orang2 baik yang ada disisnya.

Bagian yang terpenting seputar jurnalisasi adalah mencatat atau mendokumentasikan, bukan membaca. Dan menulis merupakan bagian tersulitnya, krena seseorang harus melawan rasa malasnya untuk menulis.  Kemudian jika tulisannya jelek seringkali orang menyalahkan diri sendiri kemudian berhenti membuat jurnal.

 Kenapa bagian membaca ini dikesampingkan. Karena mau tidak mau, selama seseorang mencatat dan menyimpan jurnalnya, suatu ketika pasti dia akan membacanya kembali baik sebagian maupun semua. Karena pada dasarnya manusia punya insting untuk mengenang masa lalunya. Bahkan jika manusia diberi kesempatan ia akan meminta untuk mengulang kembali masa lalu, tapi itu tidak mungkin. Jadi simpan dan catatatlah jurnal jurnal kalian karena itu satu2nya cara manusia untuk kembali ke masa lalunya.

Itulah sekilas pemikiran saya mungkin kl ad yg kuarang maklumilah karena asal jd yg penting berbagi dan menulis. Terimakasih sudah mampir ke blog sederhana ini. Salam Bloger dan teruslah berbagi.