Jumat, 28 November 2014
Malam
Kamis, 27 November 2014
Kembalinya Diriku
Indahnya kehidupan semakin terasa ketika bisa saling melengkapi dalam perbedaan.
Karena Kamulah Satu-satunya Part 6
Karena Kamulah Satu-satunya Part 5
Part 6
Karena Kamulah Satu-satunya Part 4
Part 5
Karena Kamulah Satu-satunya Part 3
Part 4
Karena Kamulah Satu-satunya Part 2
Part 3
Karena Kamulah Satu-satunya Part 1
Segera setelah itu aku mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian kesetaraan SMA untuk tahun depan melalui paket C. Dan ayahku meminta aku untuk tinggal di Bandung agar aku bisa fokus belajar, kemudian urusan cabang di jakarta diabil alih oleh orang tuaku sepenuhnya.
Hari pertama berjalan lancar, aku berkenalan dengan lingkungan baru di sisni, berkenalan juga dengan teman teman baru. Selain itu aku juga melakukan apa yang biasa semua orang lakukan ketika mereka masuk ke lingkungan baru, entah itu sekolah, kantor, atau bahkan pesta ulang tahun temannya, terutama bagi para jomblo. Yaitu iseng iseng mengincar lawan jenis, siapa tau jodohnya ada di situ:).
Sebelumnya aku memang belum pernah pacaran, tapi aku juga tidak mau buru buru ingin pacaran hanya karena gengsi. Bagiku pacaran bukan soal coba-coba apalagi main-main.
Tapi Allah berkehendak lain, pada suatu hari masih di minggu pertama aku berjalan bersama teman teman menuju tempat kami para anak cowo biasa nongkrong setelah pelajaran di kelas selesai. Ditengah jalan aku melihat salah satu cewe sekelas yang aku belum aku kenal. Seketika itu juga langkahku melambat, pandanganku tiba tiba fokus. Aku lihat dia jalan sama teman teman cewe lainnya menuju loby, mungkin mereka mau menanyakan informasi kepada staf GO. Tanpa aku sadar mengalir begitu saja kata-kata ini dalam hatiku "Masa depan itu cuma Allah yang tau, tapi apakah ada dalam pengetahuan yang Allah miliki itu tercatat bahwa entah dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun ke depan dia akan ada di sisi menemaniku dalam masa kegagalan maupun kesuksesan?".
Part 2
Kembali Menulis
Sabtu, 30 Agustus 2014
Saran Untuk Presiden Terpilih
Jadi gini, sekitar tiga minggu yang lalu setelah gue lolos seleksi tertulis masuk PPM Manajemen gue dapet email dari kampus suruh bikin saran-saran buat presiden baru Jokowi-JK supaya Indonesia bisa maju sehingga lima tahun kedepan mereka akan dipilih lagi. Setelah sekitar seminggu akhirnya saran gue diterima dan gue lolos seleksi beasiswa tahap 1, dan gue dipanggil untuk ikut tes beasiswa tahap 2 yaitu presentasi.
Ini artikel gue
Selasa, 15 Juli 2014
Aku Seperti Anak Indogo
Minggu, 13 Juli 2014
Write Once Run Everywhere
Sebagai seorang programer aplikasi yang khusus berhubungan dengan database, dan semua program yang aku buat adalah program aplikasi akutansi. Aku selalu menggunakan java sebagai bahasa pemrograman favorit, karena selain memiliki banyak fitur, program yang dibuat dengan java bisa di jalankan di komputer dengan Operating Sistem(OS) apapun. Ini demi memenuhi kebutuhan konsumen yang akan menggunakan program buatanku, karena mereka ada yang suka OS gratisan seperti linux, atau ada yang suka dengan OS powerfull seperti mac.
Setelah puas dan berhasil membuat aplikasi komputer yang cukup baik menurutku, kini giliran aku ingin membuat aplikasi akutansi yang bisa dijalankan secara mobile melalui android, iphone dll. Awalnya aku berfikir hanya dengan memahami bahasa java aku akan bisa membuat aplikasi mobile ini, karena aku terlalu percaya dengan semboyan java "Write once run everywhere". Ternyata tidak, sistem operasi mobile yang sedang terkenal saat ini yang menggunakan bahasa java hanyalah android dan blackberry. Sehingga kalau aku mau buat aplikasi Iphone atau Windows Phone aku harus mempelajari bahasa baru dari keduanya, sangat melelahkan.
Awalnya aku menyerah dengan keterbatasan bahasa pemrograman ini, sehingga aku hanya akan membuat aplikasi android saja karena secara statistik pengguna smartphone di Indonesia sebagian besar menggunakan android, selain itu jenis smartphone dan tablet amdroid sangat bervariasi. Mulai dari merek yang paling murah sampai yang paling mahal, pokoknya lebih custom lah.
Beberapa bulan kemudian akhirnya aku menemukan phonegap, solusi untuk membuat aplikasi mobile multi platform. Phonegap bukanlah IDE seperti netbeans, eclipse dan sbg. Melainkan hanyalah software yang mampu -istilahnya mengcompile- bahasa pemrograman yang kita buat untuk di run di segala jenis smartphone. Bahasa pemrograman yang didukung oleh phonegap adalah html5, css, dan javasript.
Cara membuat aplikasi dengan phonegap hampir sama seperti dengan membuat website, bedanya kita harus mengatur beberapa hal seperti tampilan, konfigurasi, dll agar bisa di jalankan di smartphone layaknya sebuah aplikasi.
Awalnya aku juga ragu, karena banyak artikel di internet yang menyebutkan bahwa dengan menggunakan phonegap maka performa dari aplikasi yang kita buat akan lebih jelek daripada dengan membuat aplikasi dengan bahasa nativenya. Memang sih ada benarnya, tapi apalah artinya performa, yang penting adalah fungsinya. Bahkan banyak juga perusahaan besar dunia yang menggunakan phonegap ini, sebut saja BBC.
Seperti bahasa java, awalanya banyak yang bilang aplikasi java termasuk berat dan akan menghabiskan ram, tapi ternyata setelah di pakai tidak begitu berpengaruh, toh aplikasi yang aku buat ini tidak banayak grafik, hanya memproses database. Dan setelah aku amati ternyata banyak juga perusahaan besar yang menggunakan java padahal komputernya cukup jadul.
Oke sekian dulu semoga bermanfaat.
Selasa, 01 Juli 2014
Jurus Goblok Ku, Belajar Dari om Bob Sadino
Senin, 30 Juni 2014
Keajaiban Tidak Datang Dengan Sendirinya
Membaca artikel ini aku jadi teringat beberapa hari yang lalu aku bermimpi aku sedang mencari harta karun -seperti di film National Treasure yang tokoh utamanya diperankan oleh Nicolas Cage. Di dalam mimpi ku ini aku sedang mencari bukan harta karun berupa perhiasan dan emas tapi aku sedang mencari sebuah buku yang dibuat oleh seseorang yang hebat pada zaman dahulu yang berisi rahasia bagaimana agar keajaiban datang dalam kehidupan kita.
Kemudian di dalam mimpi itu aku menemukan sebuah tombol berbentuk lingkaran yang menempel di tembok di suatu sudut yang sepertinya terbuat dari batu atau logam tua yang diukir seperti barang-barang kuno pada umumnya dan terlihat sudah mengalami pelapukan dan berdebu. Kemudian aku putar tombol itu kemudian tanah yang aku injak tiba-tiba bergetar dan di depanku tiba-tiba lantainya terangkat dan terbukalah ruangan kecil di bawah tanah yang berisi buku-buku tersebut.
Dengan sigap aku segera melonpat masuk ke dalam ruangan kecil itu. Hap kakiku menjejak di lantai dan kemudian aku lihat-lihat sekelilingku dan aku berfikir apa yang akan aku lakukan dengan buku-buku ini, mau memulai dari mana aku? Seketika itu juga aku mendapat sebuah ilham yang mengatakan begini "Aku datang jauh-jauh ke tempat ini hanya ingin mendapatkan keajaiban, aku sudah membaca berbagai buku: rahasia sukses, cara kaya, cara pintar, dan cara lain-lainnya. Dan aku jauh-jauh datang ke tempat ini hanya untuk mencari buku-buku yang sejenis itu. Kemudian aku berfikir, bahkan si pembuat buku yang legendaris ini bisa menjadi hebat sebelum buku ini ada, buku ini kan yang menciptakan dia? Lalu bagaiman dia bisa menjadi hebat? apakah dengan membaca buku ini? Tentu saja tidak, buku ini kan dia yang buat, sebelum dia buat buku ini berarti buku ini belum ada. Kemudian aku membuat kesimpulan, berarti yang ajaib itu bukan bukunya tapi orangnya. Dia bisa membuat buku ini pasti perjuangan dan usahanya luarbiasa. Jadi keajaiban itu tidak perlu di cari tapi di buat, dan jadilah orang yang membuat bukunya bukan yang membaca dan berharap setelah membaca akan ada keajaiban yg instan"
Minggu, 29 Juni 2014
Berharap Itu Hanya Pada Allah dan Diri Sendiri Bukan Kepada Sesama Manusia
Aku kira sebentar lagi mau berangkat setelah pekerjaan orang tuaku membagi-bagi barang di gudang selesai, akhirnya sambil nungguin aku ikut bantu-bantu. Ternyata selesainya satu jam lebih sampai akhirnya masuk waktu sholat dzuhur sehingga kami mendahulukan sholat dulu. Setelah sekitar lima belas menit an ternyata ayahku mau nyuci mobilnya dulu karena sudah hampir sebulanan tidak di cuci, aku nunggu lagi sambil nge youtube video-video nya Dahlan Iskan daripada nganggur mending cari ilmu dari sang master managemen yang berhasil merestrukturisasi birokrasi di BUMN. Sekitar hampir setengah jam kemudian ayahku datang, aku kira mobilnya sudah di cuci ternyata belum karena semua tempat cuci mobil penuh antri nya kelamaan. Aku kira mau langsung berangkat ternyata tidak ayahku ngantuk dia mau tidur dulu. Beuhhhhhhh! dalam hatiku, aku sudah bantuin dan membatalkan beberapa tugas hanya untuk menunggu harapan kosong?!?!?!
Yang paling menjengkelkan adalah aku harus memulai dari awal pekerjaan yang aku tinggalkan karena ini yaitu pekerjaan pemrograman 'Coding'. Aku haru mengurutkan lagi susunan-susunan logika yang tadi sudah aku tangkap maksud dan strukturnya. Akhirnya aku harus melanjutkan pekerjaaku ini dengan perasaan kesal dan malas luar biasa.
Akhirnya aku tidak jadi melanjutkan pekerjaanku ini dan aku putuskan untuk tidur-tiduran sambil dengerin musik biar menhilangkan rasa malas dan jengkel ini. Sambil tidur-tiduran dan terkantuk-kantuk entah darimana datannya tiba-tiba aku teringat peristiwa yang dialami oleh pak Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. Pak Dahlan sebagai peserta konvensi capres Partai Demokrat berjuang semampu dia dan dibantu juga oleh para relawan Demi Indonesia untuk memenangkan pencapresannya di antara kesibukannya sebagai menteri BUMN, dan pak Dahlan tidak pernah menggunakan jam kerjanya untuk ikut konvensi. Ternyata pak Dahlan keluar sebagai kandidat dengan nilai tertinggi tapi sayangnya dia tidak jadi dijadikan sebagai calon, justru orang lain yang aku lupa namanya. Yang aneh dari pak Dahlan ini adalah kurang dari satu hari setelah pengumuman itu pak Dahlan di wawancarai sebuah stasiun tv dan dia seperti tidak menunjukkan perubahan raut wajah kecewa, kesal, atau apapun dia masih bisa senyum dengan senyum khasnya ala pak Dahlan dan guyonannya dia.
Aku segera bangkit dari berbaring dan duduk kemudian merenung, oia ya, bagaimana pak Dahlan bisa secepat itu mengatasi harapan kosong seperti itu, bukan main pasti rasa sakitnya? Tidak lama kemudian aku ingat kata-kata beliau kurang lebih seperti ini "Ah, dalam politik hal yang seperti ini memang sudah biasa terjadi. Hari ini orang janji besok di ingkari itu sudah biasa, saya sudah tau itu jadi saya terbiasa. Tidak saya tidak kecewa, yah sedikitlah tapi saya sudah tau kok. Kalau saya berharap yang tidak rasional ibarat sumur mencari timba bukan sebaliknya."
Aku jadi kembali bersemangat dan sekalian aku juga kembali bersemangat dari sesuatu yang beberapa hari ini sudah sangat menggaggu ku. Aku baru saja memutuskan untuk tidak lagi menjalin komunikasi dengan seseorang yang aku tembak, dianya gak nolak tapi juga gak mau aku ajakin belajar bareng atau sekedar ketemuan sedangkan di wa kita ngechat seru, biasanya seminggu sekali. Setelah kira-kira tiga bulan aku berteman dengan dia dan setelah SBMPTN aku tidak ingin merasa lebih tersakiti lagi atas harapan kosong yang sudah dia berikan karena semua bantuan yang aku tawarkan ke dia selalu dia tolak.
Entahlah tapi setidaknya sekarang aku harus menyadari dan berpikir rasional seperti pak Dahlan. Bahwa tidak semua harapan itu harus terpenuhi. Makannya aku hanya akan berharap pada Allah, karena andaikata harapanku tidak terkabul Allah akan mencatat satu pahala atas doa dan usaha yang telah aku lakukan. Kemudian aku hanya akan berharap pada diriku sendiri, karena kita tidak bisa mengendalikan orang lain sepenuhnya tetapi kita punya kendali sangat besar terhadap diri kita sendiri. Dengan berharap pada diri sendiri kita akan tergerak untuk melakukan usaha dan kerja yang hanya dengan usaha itulah impian kita akan tercapai, dan apabila kita gagal kita tidak akan menunjuk orang lain sebagai penyebab kesalahan karena kita tidak mengharapkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan kita dan memenuhi keinginan kita.
Sabtu, 28 Juni 2014
Pak Dahlan Iskan Menurutku
Kali ini aku mau menulis tentang Dahlan Iskan. Sebelumnya aku tidak tahu siapa sesungguhnya DI ini. Yang aku tahu hanya dia itu suka bikin sensasi yang aku pikir sih banyak yang positif, tapi tidak lebih dari itu. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah chanel di youtube yang judulnya aiman dan dahlan iskan. Aku lupa bagaimana cerita pesisnya sehingga aku nyasar ke chanel itu.
Minggu, 15 Juni 2014
Titip semangat buat teman-teman menghadapi SBMPTN
Sabtu, 14 Juni 2014
Kumpulan quote dan artikel pendek dari facebook dan twitter ku Bag 2
Sekarang adalah kumpulan qoute ku dari twitter
03-06-2014
"Bukan banyaknya kesamaan yang kita miliki, tapi besarnya hati untuk menerima perbedaan."
Ini aku tulis ketika aku ragu dan galau karena sudah terlanjur jatuh cinta pada seseorang yang latar belakangnya agak berbeda
16-05-2014
"Awal dari kemenangan yang sesungguhnya adalah setelah berusaha keras tapi mampu untuk berbesar hati ketika kalah."
13-05-2014
"Hidup terasa bermakna bukan karena apa yang kita miliki, tapi karena apa yang kita perjuangkan."
21-04-2014
"Terkadang memaafkan orang lain lebih mudah daripada memaafkan diri sendiri."
13-04-2014
"Semua orang ingin lebih baik dari sebelumnya, tapi tidak semua orang mau menerima tantangan dan masalah yang lebih dari sebelumnya."
01-03-2014
"Keren itu bukan apa pekerjaanya, tapi bagaimana mengerjakannya."
Kumpulan quote dan artikel pendek dari facebook dan twitter ku Bag 1
20-02-2014
"Ya Allah engkau yang sedang menempa hatiku, jadikanlah darinya pedang yang kuat dan tajam untuk ku menumpas segala rintangan."
23-02-2014
"Orang-orang besar tidak lahir dari laptop canggih, tidak dari modal besar, tidak dari lapangan megah.
Mereka lahir dari buku tulis usang, mereka lahir dari lapangan becek, mereka lahir dari balik penjara.
Mereka adalah orang-orang yang mampu merubah rasa sakit menjadi energi"
Ini aku tulis setelah aku nonton film yang menceritakan perjuangan seorang Nelson Mandela melawan politik aphartheid di Afrika Selatan. Dimana dia dibesarkan oleh cacian dan dari balik penjara selama puluhan tahun dan tidak mengenal kata menyerah.
29-03-2014
"Laki-laki berusaha mengobati rasa sakit nya, Gentleman berusaha melangkah maju meskipun harus merasa sakit"
Ini aku tulis saat aku merasa diabaikan oleh gebetanku
16-04-2014
"Untuk apa kesuksesan kalau hanya untuk sebuah kesombongan?!!
Hidup untuk egoisme, hidup untuk hanya untuk membuktikan diri, itu hampa gak ada gunanya, apa yang mau kamu buktikan dari teman-temanmu, dari musuh-musuh mu. Apakah kamu ingin membuktikan kalau kamu bisa lebih sukses, lebih bahagia atau apalah. Akan selalu ada orang yang lebih baik dari kamu, kenapa kamu harus membuktikan kepada dunia bahwa kamulah yang terbaik, percuma. Hidupmu akan capek dan gelisah penuh dengan iri dengki tidak bahagia ketika melihat orang lain lebih sukses. Hidup akan bermakna ketika kamu berkorban untuk orang-orang baik di sekitar mu. Orang-orang yang menerimamu apa adanya. Kenapa kamu lebih perhatian sama orang-orang yang tidak berjasa dalam hidupmu atau bahkan membencimu. Untuk apa kamu mencari pengakuan dari mereka toh kalaupun kamu lebih berhasil dari mereka, mereka justru semakin iri dengki sama kamu. Kenapa kamu gak memberikan perhatian pada orang yang mencintai dan baik sama kamu. Mereka lebih berhak atas kesuksesanmu. Mereka akan senang dan mengakuimu baik ketika kamu sukses maupun jatuh."
Ini aku tulis saat aku sedang amarah dan ingin membuktikan bahwa tanpa dia(gebetan ku) aku bisa tetap sukses, tapi ternyata amarah itu tidak ada gunanya jadi aku ingin fokus untuk mencurahkan tenagaku untuk orang yang mencintai dan aku cintai, yaitu keluargaku dan terutama ibuku.
16-04-2014
"Pain is my energy, it push me to learn something new, and to do better than beffore"
18-04-2014
"Cinta, persahabatan, persaudaraan, kebahagiaan, kasih sayang, tidak bisa dibeli dengan uang, tapi dengan pengorbanan"
Ini aku tulis saat aku merasa minder apakah aku bisa deketin gebetanku yang secara ekonomi lebih baik daripada aku. Meskipun aku sendiri sedang dalam proses untuk meningkatkan kemampuan ekonomi ku.
28-05-2014
"Starting business is not about making money, it's about building reputation and trust, and expanding networks"
Ini aku tulis saat aku merasa kok usaha ku rasanya jalan di tempat, gak kemana-mana, tidak ada perkembangan. Ternyata selama ini aku fokus untuk menghasilkan untung sebanyak-banyaknya bukan membangun reputasi.
Melepaskan diri dari mental block
Akhirnya aku putuskan untuk menulis apa adanya sajalah seperti obrolan di warung kopi, tidak ada sekenario, tidak ada topik apa yang mau di bahas, mengalir begitu saja, ngalor ngidul, asalnya bahas masalah makanan ngluwer-ngluwer jadi bahas masalah politik.
Nah mengingat masalah bully ini aku jadi teringat kisah sejarhaku, dimana aku mengalami beberapa tahap dalam kehidupan ini, tepatnya ada 2 tahap. Jadi kenapa aku membuat tahapan ini? Karena 2 peristiwa ini adalah peristiwa dimana aku melakukan break through, yang mengubah hidupku untuk selamanya sekaligus menandakan bahwa aku telah keluar dari belenggu kelemahan dan kekurangan yang disebabkan oleh perlakuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dimasa kecilku.
Tahapan pertama terjadi ketika aku kelas enam SD. Tahapan ini adalah tahapan pengetahuan. Sejak kelas dua SD aku sudah berkeinginan untuk bisa berprestasi alias dapet ranking. Karena aku menginginkan sekali di puji seperti anak-anak lain yang pintar. Aku sering iri dengan teman-teman ku yang pintar, ketika ibu-ibu sedang berkumpul mereka membicarakan teman-temaku dan memuji. Sejak kecil, rasanya aku tidak pernah dapat pujian apapun yang ada hanya celaan, aku kurus lah, bodo lah, miskin, aneh dan entah kenapa ada 2 temen cewek waktu SD memberi cap 'nakal' padaku. Yang benar saja, aku lemah seperti ini bisa berbuat apa terhadap orang lain? Karena itu aku sangat merindukan akan pujian, karena aku sudah terlalu kenyang dengan celaan yang aku terima, setidaknya kalau aku pintar aku dapat pujian dan pengakuan sedikitlah.
Tapi keinginan tinggalah keinginan, setiap kenaikan kelas aku selalu ingin berubah di tahun ajaran baru dan kelas baru, aku ingin bisa rajin belajar. Tapi ternyata susah untuk mengubah kebiasaan malas dan melepaskan label celaan yang sudah melekat menjadi kepribadian. Meskipun tahun demi tahun ada peningkatan, tapi jumlahnya sangat sedikit. Hingga tibalah kenaikan kelas lima ke enam. Pada hari pertama aku masuk kelas aku berikrar dalam diri bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk berubah, dan sejak hari itu juga aku mendengarkan sekali apa yang guru ajarkan tidak ingin aku lewatkan satupun. Jika ada kesempatan aku bertanya ke depan menanyakan materi atau soal yang aku belum paham atau yakin, cukup koboi, karena tidak dilakukan oleh siwa lain dan aku tidak peduli dengan siapa aku sebelumnya berusaha mendapatkan perhatian guru, selalu aku yang bertanya, hal sepelepun juga aku tanyakan.
Alhamdulillah sejak saat itu aku selalu berprestasi di sekolah, bahkan ada salah satu temanku yang bercanda bertanya "Miqdad, kamu ke dukun mana sih, kok bisa pinter?". Selain itu aku juga bisa memecahkan soal matematika yang sulit, yang belum diajarkan rumusnya sebelunya, aku bisa memecahkannya bahkan sebelum temanku yang paling pinter sekalipun memecahkannya. Tahun demi tahun aku lewati dengan menorehkan prestasi hingga akhirnya aku mendapatkan beasiswa di MAN(setara SMA) Insan Cendekia.
Nah di sini lah tahapan ke dua di mulai. Ketika aku masih kecil aku dicap orang yang salah, selalu salah, entah salah ku dimana hingga semua orang seakan-akan membenciku. Belum lagi dirumah kalau aku nakal sedikit saja aku dimarahi luarbiasa oleh ayahku, ketika aku tidak bisa mengerjakan soal atau menghafal ketika bersama ibuku aku selalu dimarahi juga. Hingga akhirnya aku berkembang menjadi anak yang kuper, aku tidak berani mengambil resiko dalam pergaulan dan pertemanan, tidak mau bergaul dengan orang-orang baru kecuali dia baik karena aku takut dinakalin lagi. Sehingga ketika aku sudah cukup besar aku sulit untuk bergaul dan memulai bisnis karena masalah mental block.
Di Insan Cendekia ini setiap hari sabtu ada semacam eskul wajib, namanya enterpreuneurship. Pengajarnya alumni Insan Cendekia yang berhasi menjadi salah satu pemenang ajang lomba wirausaha mandiri yang diadakan setiap tahun oleh Bank Mandiri hingga sekarang.
Sejak kelas empat sd aku sudah diajari menabung oleh ibuku, bahkan kalau mau beli mainan atau apapun yang aku iniginkan aku harus beli dari uang mingguan yang aku terima, jika aku meminta lebih dari itu ibuku tidak akan kasih. Karena aku merasakan betul ketika aku ingin membeli hp seperti teman-temanku saja aku harus menabung sangat lama dan tidak jajan selama berbulan bulan. Akhirnya otakku selalu dipaksa untuk berpikir bagaimana cara mengahasilkan uang lebih cepat dari mengandalkan uang mingguan. Pernah, pada saat aku smp aku ditawari ayahku untuk membelikan uang tabunganku dengan domba dan dipelihara orang lain, nanti keuntungannya dibagi dua. Setelah satu tahun hasilnya lumayan buat tambah-tambah tapi tidak dilanjutkan karena yang melihara tidak mau lagi. Sejak saat itu aku tidak melakukan usaha apapun untuk menghasilkan uang selain mengandalkan uang mingguan. Sebenarnya lebih karena aku sulit menemukan peluang dan malu.
Nah itu sebabnya di ekskul wajib ini aku selalu antusias karena aku ingin sekali memulai usaha tapi tidak juga segera mulai. Suatu ketika, kak Salman, mentor ku ini memberi tugas, tugas yang aku pikir cukup gila. Dia bilang "Dulu hidup saya berubah sejak saya membaca buku yang ada di perpustakaan sekolah ini, judulnya Rich Dad, Poor Dad, karangan Robert T Kiyosaki, nah tugas kalian adalah mencari buku itu kemudian minggu depan ceritakan kepada saya mengenai isinya". Gilanya adalah, buku itu sudah pasti berusia tua, dan apakah keberadaannya masih ada atau tidak entahlah, belumlagi kalau adapun jumlahnya cuma satu sedangkan jumlah murid yang diberi tugas ada 120?!
Tapi tetap aku akan uji keberuntunganku, setelah eskul selesai ada sholat dzuhur berjamaah kemudian makan siang. Ketika teman-temanku yang lain pergi ke kantin aku pergi ke perpustakaan, mumpung sepi. Tidak sia-sia ternyata aku menemukan buku yang dimaksud itu, dan setelah itu teman temanku antri pinjem di belakangku.
Setelah membaca buku itu mentalku berubah, sebelumnya menjadi pengusaha adalah tujuan sampingan ku, sebagai iseng-iseng berhadiah. Setelah membaca buku ini menjadi pengusaha adalah tujuan utamaku. Tapi keinginan yang kuat saja tidak cukup, rasa takut, minder, dan malu yang tertanam sejak kecil tidak bisa begitu saja hilang dengan keinginan besar untuk menjadi pengusaha. Hingga tiga tahun kemudian aku masih jalan di tempat, seperti saat SD kelas dua, keinginan hanya tinggal keinginan tidak ada daya dan alasan yang lebih kuat lagi untuk bisa mengalahkan kelemahan diri.
Sampai akhir tahun ke tiga secara kebetulan aku bertemu dengan seorang wanita di bimbel kelas alumni untuk persiapan masuk perguruan tinggi, dan itu pertama kalinya aku memberanikan diri untuk menmbak seseorang seorang wanita. Meskipun baru berani setelah beberapa bulan menyimpan perasaan padanya.
Awalnya aku hanya sering curi2 pandang, dan aku selalu cari tempat duduk tepat di belakangnya. Kemudian aku iseng liat-liat twitternya, cari tau tentang dia, sampai lama-lama aku semakin suka dan punya keinginan besar untuk setidaknya dia tau apa yang aku rasakan ini. Tapi aku takut, kalau ternyata dia benar2 menerima aku, masa aku masih seperti ini? Masih lemah, takut, ragu, minder, dan suka mengeluh. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghilankan semua kebobrokan itu, aku daftar gym, beli barbel, latihan emosi, rajin shalat lagi setelah beberapa tahun aku meninggalkan kewajiba utama ini. Dan setiap aku kembali mengulang kebiasaan burukku aku selalu bayangkan bagaimana jika dia berada di sampingku saat ini menyaksikan aku. Aku mendapatkan alasan yang sangat kuat untuk berubah yaitu untuk dia, karena dengan aku menyukainya secara otomatis sebagai laki-laki aku punya tanggung jawab untuk menjaganya. Tidak mungkin kan saat ada bahaya atau masalah aku malah bersembunyi di belakangnya atau malah lari meinggalkan dia, aku harus ada di depannya dan berani ambil resiko. Tapi ketika menyangkut masalah lain aku harus mengalah dan mendahulukan dia, bukannya egois dan itungan.
Nah setelah aku sampaikan isi hatiku ke dia, dia tidak menerima tapi juga tidak menolak. Sekarang aku masih sering ngobrol dengan dia melalui whatsapp tapi kalau ketemu, kita seperti orang yang tidak saling kenal, karena dia memang meminta agar hubungan ini tidak diumbar ke teman-teman yang lain. Meskipun aku tidak pernah bisa bertemu dengan dia, setidaknya aku sudah melakukan breaktrhough dan tidak begitu terkendala dengan masalah sosial, dan nyali. Sekarang tinggal waktunya untuk menorehkan prestasi yang lebih besar lagi.
Kamis, 09 Januari 2014
Pentingnya Buku Harian atau Diary
Peristiwa, baik itu besar, kecil, penting atau tidak yang terpenting adalah mencatatnya. Peristiwa yang tercatat akan menjadi informasi, informasi ini akan menjadi cerita sejarah yang akan sangat bermanfaat ketika suatu waktu nanti baik ketika kita masih hidup ataupun sudah mati, pelajaran, dan pengalaman masa lalu tidak semua bisa teringat dalam memori otak manusia, oleh karena itu manusia perlu mempunyai catatan dalam bentuk apapun, foto, video, rekaman dsb.
Salah satu fungsi diary, ketika seseorang telah berhasil meraih kesuksean dia tidak akan lupa akan apa yang telah ia lalui. Tentang siapa dirinya dahulu, tentang apa saja yang membuat dirinya mampu menempuh semua itu, tentang siapa saja dibalik kesuksesannya, sehingga kesuksesannya tidak menjadikannya sombong karena dia masih ingat bahwa yang keberhasillanya tidak lepas dari orang2 baik yang ada disisnya.
Bagian yang terpenting seputar jurnalisasi adalah mencatat atau mendokumentasikan, bukan membaca. Dan menulis merupakan bagian tersulitnya, krena seseorang harus melawan rasa malasnya untuk menulis. Kemudian jika tulisannya jelek seringkali orang menyalahkan diri sendiri kemudian berhenti membuat jurnal.
Kenapa bagian membaca ini dikesampingkan. Karena mau tidak mau, selama seseorang mencatat dan menyimpan jurnalnya, suatu ketika pasti dia akan membacanya kembali baik sebagian maupun semua. Karena pada dasarnya manusia punya insting untuk mengenang masa lalunya. Bahkan jika manusia diberi kesempatan ia akan meminta untuk mengulang kembali masa lalu, tapi itu tidak mungkin. Jadi simpan dan catatatlah jurnal jurnal kalian karena itu satu2nya cara manusia untuk kembali ke masa lalunya.
Itulah sekilas pemikiran saya mungkin kl ad yg kuarang maklumilah karena asal jd yg penting berbagi dan menulis. Terimakasih sudah mampir ke blog sederhana ini. Salam Bloger dan teruslah berbagi.