Merasa stag atau terjebak adalah keadaan yang paling melemahkan pikiran. Kau menginginkan sesuatu, tetapi suatu hal lain yang di luar kendalimu membuatmu merasa kurang bertenaga.
Kau merasa seperti korban dari keadaan mu.
Sebagai salah satu pelatih hidup saya menyarankan, untuk tidak stag, kau ingin untuk melangkah keluar dari bingkai pikiranmu saat ini, mengubah pikiranmu, dan mendapatkan perspektif baru. Kau tidak akan merasa terjebak setelah kau merebut kembali kepemilikan atas situasi.
Berikut adalah 9 cara untuk keluar dari keterjebakan dan memajukan hidupmu.
1 Tentukan Kenapa Kau Merasa Terjebak
Dapatkan secara jelas dimana kau terjebak dan kenapa kau merasakannya. Apakah kau merasa stag dalam pekerjaanmu? Apakah kau stag dalam hubungan sosial atau dalam persahabatan? Lihat seberapa baik kau dapat mengidentifikasi lebih tepat dimana kau terjebak dan apa yang terjadi pada mu dalam lingkup area yang kau rasakan stag. Lihat apakah kau dapat menjelajahi dengan lebih mendalam. Hanya dengan langkah sederhana ini kau dapat membawa lebih banyak kejelasan pada situasi.
2 Sewa Seorang Pelatih Kehidupan
Seorang pelatih kehidupan mengkhususkan diri dalam membantu mu agar bergerak maju. Seringkali ketika kita terjebak, kita memiliki sebuah kelemahan. Secara definisi, kita tidak bisa melihat kelemahan kita tidak peduli berapapun banyaknya pekerjaan yang kita lakukan, sampai orang lain menunjukkan hal itu kepada kita. Seorang pelatih hidup adalah orang yang tepat untuk membantu mu menentukan titik apa yang membuat mu terjebak. Kau akan mendapatkan perspektif orang lain terhadap apa yang tidak kau lihat. Seorang pelatih kehidupan adalah orang yang ahli dalam menemukan jalan-jalan baru untuk memajukan hidupmu.
3 Buku Harian
Habiskan setidaknya 15 menit untuk mencatat tentang hal itu. Tuliskan: mengapa kau merasa terjebak, peluang apa yang tersedia bagi mu untuk bergerak maju, apa yang belum efektif, apa ide-ide baru yang bisa kau coba, dan sebagainya. Tanyakan kepada diri mu beberapa pertanyaan yang tajam. Kau mungkin terkejut melihat apa yang muncul.
4 Bermeditasi
Habiskan setidaknya 10 menit setiap hari untuk benar-benar ber meditasi. Biarkan persoalan yang kau rasa terjebak di dalamnya disisihkan di latar belakang meditasimu, selagi ide dan perspektive baru memasuki latar depan pikiranmu. Genggam rasa "keterjebakan" dengan longgar di dalam pikiranmu(tanpa melekatkannya) dan sadarlah terhadap jalan-jalan baru yang mungkin terlihat dalam situasi ini.
5 Tanyakan Pada Orang Terdekat
Sekali lagi, ketika kau merasa terjebak, seringkali kau hanya membutuhkan sebuah perpektive baru atau perubahan di dalam pikiranmu. Dan hal ini bisa jadi sangat sulit untuk dilakukan sendirian. Jika kau tidak mampu mengadakan pelatih kehidupan, tanyakan pada teman baikmu apa yang mereka pikirkan. Bicaralah dengan saudara atau anggota keluarga, lihat apa yang terpikir oleh rekan kerja terdekat, tanyakan Tuhan.
6 Lakukan Penyelidikan
Seperti banyak hal, kau bisa sekedar browsing dengan google. Pertimbangkanlah seberapa spesifik atau umum nya hal yang ingin kau cari terhadap apapun yang kau merasa terjebak di dalamnya. Mungkin kau butuh menemukan strategi dan taktik baru untuk meraih tujuanmu. Mungkin kau akan menemukan sebuah artikel dimana penulisnya mengalami situasi yang sama persis, atau mungkin kau mengunjungi forum diskusi tentang daerah spesifik yang kau rasa terjebak.
7 Ilham
Mulailah membrainstorm jalan-jalan baru. Sebagai contoh, jika tujuanmu adalah memiliki blog yang populer tetapi kau berjuang untuk mendapatkan daya tarik, mulailah membrainstorm beberapa jalan baru yang bisa menigkatkan popularitas blogmu.
8 Ngobrol Dengan Temanmu Yang Paling Sukses Atau Kenalan
Tanyakan apa pendapat mereka dan apa yang akan ia lakukan jika ia berada dalam kondisimu. Terbukalah pada setiap jawaban dan dapatkan masukan. Kau mungkin akan terkejut mendengar pandangan mereka tentang posisimu dan bagaimana mereka akan melakukannya.
9 Coba Lakukan Sesuatu Yang Baru
Einstein mendefinisikan ketidakwarasan sebagai melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda. Pesannya? Cobalah melakukan sesuatu yang baru, bahkan hal kecil sekalipun. Keluar dari jebakan adalah tentang mengambil beberapa langkah kecil untuk mulai bergerak maju lagi menuju apa yang kau inginkan. Jadi ambillah langkah awal.
Kamis, 03 Oktober 2013
Rabu, 02 Oktober 2013
5 Alasan Yang Menghentikanmu Dari Meraih Impian
Hal yang luar biasa ketika kau menetapkan pikiran mu untuk mengejar impian yang besar. Itu dapat membuat dirimu berenergi dan bersemangat.
Tetapi ketika kau mulai membuat rencana, semua menjadi kacau. Apa yang tampak hebat di kepalamu tidak kelihatan sama di atas kertas.
Pemikiran yang pernah terlintas di kepalamu dengan penuh semangat dan antusias tiba-tiba hilang. Sekarang, yang kau punya hanyalah rasa takut dan keraguan. Bahkan kau bertanya-tanya haruskah kau mengejar impian mu.
Bukankah sekenario ini kedengarannya familiar? Jika ya, kau tidak sendiran.
Memikirkan kekhawatiran dan keraguan dapat menghancurkan motivasi dan menyebabkan mu berhenti mengejar impian bahkan sebelum kau memulai.
Tetapi bagaimana jika yang kau katakan pada dirimu sendiri hanyalah alasan-alasan yang tidak berdasarkan kenyataan?
Kita semua tetap menahan diri di belakang hanya karena sebuah alasan. Tanpa terkecuali.
Ketika aku masih muda, aku ingin traveling ke luar negeri. Tapi setiap aku memikirkan hal itu, aku dihadapkan oleh sederet alasan kenapa hal itu tidak akan mungkin.
Bagaimana caranya aku berpergian? Bukankah hal itu sangat mahal? Apakah tidak berbahaya?
Tahun demi tahun berlalu hingga akhirnya aku mengambil sebuah lompatan. Aku menekan alasan-alasan masa lalu itu dan membeli tiket pesawat ke asia selatan.
Sekali aku melakukannya, aku dapat melihat betapa alasan-alasan ini telah menahanku di belakang sepanjang waktu. Akhirnya aku bisa melihat bahwa mereka tidak membenarkan hambatan itu; semua itu hanya ada di kepala ku.
Sebenarnya adalah bahwa setiap impian besar bisa dirubuhkan dan dapat terhenti oleh satu alasan atau dua. Kuncinya adalah mengenali kapan alasan bermunculan sehingga mereka mencegah mu dari hidup di kehidupan yang kau inginkan.
Berikut adalah alasan-alasan umum yang akan menahanmu dari impianmu:
1 Tidak Ada Cukup Waktu
Hanya ada 24 jam dalam sehari. Hal itu tidak akan pernah berubah. Maka jika kau punya banyak hal yang memenuhi waktumu, tampaknya hal itu akan mustahil.
Tapi terkadang bisa ditemukan waktu saat menyusun ulang jadwal. Apakah ada kegiatan yang kau relakan untuk disingkirkan? Apakah ada sesuatu yang kau kerjakan sebenarnya bisa dikerjakan oleh orang lain dengan mudah?
Pertanyaan sejenis inilah yang harus selalu kau tanyakan.
Menyediakan waktu untuk mengejar impianmu seharusnya dibuat dengan prioritas tinggi. Dan ketika ada suatu hal yang sangat penting kau tinggal membuat jadwal untuk itu.
2 Aku Terlalu Takut
Ada beberapa jenis ketakutan. Mungkin kau takut membuat kesalahan, gagal, tidak berkecukupan, atau hanya takut pada hal yang tidak diketahui. Salah satu dari rasa takut ini dapat muncul dan menggagalkan jalan mu menuju impian.
Sangat penting untuk mengenali dan menangani ketakutan saat itu muncul. Wajar jika mengalami sedikit takut terhadap keputusan besar.
Tetapi ingat bahwa sebagian besar rasa takut hanya bersifat emosional, bukan secara logis.
Sebelum aku pergi traveling, banyak orang mengatakan bahwa mereka takut diserang atau terlibat dalam serangan teroris.
Tetapi bahaya dalam berpergian sebenarnya lebih besar dari kecelakaan mobil. Hal itu telah melukai dan membunuh lebih banyak wisatawan dalam satu tahun melebihi hal lainnya. Tetapi hal itu tidak pernah disebutkan oleh orang yang takut berpergian.
Tanyakan pada dirimu sendiri apakah ada sesuatu dibalik rasa takutmu. Hal itu mungkin tidak se menakutkan yang kau pikirkan.
3 Aku Tidak Punya Cukup Uang
Mungkin ada argumen yang sah untuk dibuat ketika tiba pada pendanaan impianmu. Tetapi lihatlah secara lebih dekat sebelum menolak impianmu karena alasan ini.
Seringkali ada opsi low-cost yang mungkin belum pernah kau pertimbangkan sebelumnya. Pertimbangkan seberapa banyak yang benar-benar kau butuhkan. Taruh biaya di atas kertas.
Dan ingat, bahkan meskipun masalahnya adalah uang, bukan berarti tidak bisa diatasi. Sering ada cara untuk menabung sedikit untuk membiayai impianmu. Dimana ada kemauan, di situ ada jalan.
4 Tidak Mungkin Aku Melakukannya
Terkadang impianmu terlihat tidak realistis. Kau mungkin memiliki tujuan yang tinggi dengan hambatan yang besar yang kelihatannya tidak bisa dipecahkan.
Masalah yang berkaitan dengan melihat sesuatu yang tidak mungkin adalah bahwa orang-orang sering kebingungan ketika dihadapkan oleh masalah kecil. Apa yang ingin kau lakukan mungkin terlihat begitu sulit dan yang kau tidak pikirkan adalah kau akan bisa melakukannya.
Ini bukan berarti tidak mungkin. Tapi kau tidak berpikir bahwa hal itu mungkin bagimu.
Lebih mudah untuk menyiasati alasan ini dengan mengambil sudut pandang yang berbeda. Fokus pada mengapa kau dapat melakukan sesuatu, bukan pada mengapa kau tidak bisa. Ini membuat mu dari yang sebelumnya "pola pikir mustahil" menjadi sesuatu yang lebih membangun.
5 Sekarang Bukan Saat Yang Tepat Untuk Memulai
Kebenaran tentang hidup yang disayangkan adalah bahwa tidak pernah ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Selalu ada kondisi, situasi pribadi atau faktor lingkungan yang mendorong untuk tidak melakukannya.
Tentu saja itu bukan berarti kamu tidak harus tetap melakukannya.
Ada banyak sekali contoh orang yang mencapai tujuan besar dalam keadaan terburuk. Sebagai contoh, pemilik Revlon dan HP sebuah perusahaan besar pada saat ini, tetapi dimulai pada tahun 1930an ketika krisis ekonomi terburuk negara sedang menimpa.
Jika kau menunggu semua kondisi menjadi sempurna, kau hanya akan terus menunggu. Sebelumnya kau ketahui ini, tahun demi tahun berlalu dan kau belum megambil selangkah pun untuk mewujudkannya.
Waktu berlalu cepat ketika kau menunggu momen yang sempurna.
Tetapi ketika kau mulai membuat rencana, semua menjadi kacau. Apa yang tampak hebat di kepalamu tidak kelihatan sama di atas kertas.
Pemikiran yang pernah terlintas di kepalamu dengan penuh semangat dan antusias tiba-tiba hilang. Sekarang, yang kau punya hanyalah rasa takut dan keraguan. Bahkan kau bertanya-tanya haruskah kau mengejar impian mu.
Bukankah sekenario ini kedengarannya familiar? Jika ya, kau tidak sendiran.
Memikirkan kekhawatiran dan keraguan dapat menghancurkan motivasi dan menyebabkan mu berhenti mengejar impian bahkan sebelum kau memulai.
Tetapi bagaimana jika yang kau katakan pada dirimu sendiri hanyalah alasan-alasan yang tidak berdasarkan kenyataan?
Kita semua tetap menahan diri di belakang hanya karena sebuah alasan. Tanpa terkecuali.
Ketika aku masih muda, aku ingin traveling ke luar negeri. Tapi setiap aku memikirkan hal itu, aku dihadapkan oleh sederet alasan kenapa hal itu tidak akan mungkin.
Bagaimana caranya aku berpergian? Bukankah hal itu sangat mahal? Apakah tidak berbahaya?
Tahun demi tahun berlalu hingga akhirnya aku mengambil sebuah lompatan. Aku menekan alasan-alasan masa lalu itu dan membeli tiket pesawat ke asia selatan.
Sekali aku melakukannya, aku dapat melihat betapa alasan-alasan ini telah menahanku di belakang sepanjang waktu. Akhirnya aku bisa melihat bahwa mereka tidak membenarkan hambatan itu; semua itu hanya ada di kepala ku.
Sebenarnya adalah bahwa setiap impian besar bisa dirubuhkan dan dapat terhenti oleh satu alasan atau dua. Kuncinya adalah mengenali kapan alasan bermunculan sehingga mereka mencegah mu dari hidup di kehidupan yang kau inginkan.
Berikut adalah alasan-alasan umum yang akan menahanmu dari impianmu:
1 Tidak Ada Cukup Waktu
Hanya ada 24 jam dalam sehari. Hal itu tidak akan pernah berubah. Maka jika kau punya banyak hal yang memenuhi waktumu, tampaknya hal itu akan mustahil.
Tapi terkadang bisa ditemukan waktu saat menyusun ulang jadwal. Apakah ada kegiatan yang kau relakan untuk disingkirkan? Apakah ada sesuatu yang kau kerjakan sebenarnya bisa dikerjakan oleh orang lain dengan mudah?
Pertanyaan sejenis inilah yang harus selalu kau tanyakan.
Menyediakan waktu untuk mengejar impianmu seharusnya dibuat dengan prioritas tinggi. Dan ketika ada suatu hal yang sangat penting kau tinggal membuat jadwal untuk itu.
2 Aku Terlalu Takut
Ada beberapa jenis ketakutan. Mungkin kau takut membuat kesalahan, gagal, tidak berkecukupan, atau hanya takut pada hal yang tidak diketahui. Salah satu dari rasa takut ini dapat muncul dan menggagalkan jalan mu menuju impian.
Sangat penting untuk mengenali dan menangani ketakutan saat itu muncul. Wajar jika mengalami sedikit takut terhadap keputusan besar.
Tetapi ingat bahwa sebagian besar rasa takut hanya bersifat emosional, bukan secara logis.
Sebelum aku pergi traveling, banyak orang mengatakan bahwa mereka takut diserang atau terlibat dalam serangan teroris.
Tetapi bahaya dalam berpergian sebenarnya lebih besar dari kecelakaan mobil. Hal itu telah melukai dan membunuh lebih banyak wisatawan dalam satu tahun melebihi hal lainnya. Tetapi hal itu tidak pernah disebutkan oleh orang yang takut berpergian.
Tanyakan pada dirimu sendiri apakah ada sesuatu dibalik rasa takutmu. Hal itu mungkin tidak se menakutkan yang kau pikirkan.
3 Aku Tidak Punya Cukup Uang
Mungkin ada argumen yang sah untuk dibuat ketika tiba pada pendanaan impianmu. Tetapi lihatlah secara lebih dekat sebelum menolak impianmu karena alasan ini.
Seringkali ada opsi low-cost yang mungkin belum pernah kau pertimbangkan sebelumnya. Pertimbangkan seberapa banyak yang benar-benar kau butuhkan. Taruh biaya di atas kertas.
Dan ingat, bahkan meskipun masalahnya adalah uang, bukan berarti tidak bisa diatasi. Sering ada cara untuk menabung sedikit untuk membiayai impianmu. Dimana ada kemauan, di situ ada jalan.
4 Tidak Mungkin Aku Melakukannya
Terkadang impianmu terlihat tidak realistis. Kau mungkin memiliki tujuan yang tinggi dengan hambatan yang besar yang kelihatannya tidak bisa dipecahkan.
Masalah yang berkaitan dengan melihat sesuatu yang tidak mungkin adalah bahwa orang-orang sering kebingungan ketika dihadapkan oleh masalah kecil. Apa yang ingin kau lakukan mungkin terlihat begitu sulit dan yang kau tidak pikirkan adalah kau akan bisa melakukannya.
Ini bukan berarti tidak mungkin. Tapi kau tidak berpikir bahwa hal itu mungkin bagimu.
Lebih mudah untuk menyiasati alasan ini dengan mengambil sudut pandang yang berbeda. Fokus pada mengapa kau dapat melakukan sesuatu, bukan pada mengapa kau tidak bisa. Ini membuat mu dari yang sebelumnya "pola pikir mustahil" menjadi sesuatu yang lebih membangun.
5 Sekarang Bukan Saat Yang Tepat Untuk Memulai
Kebenaran tentang hidup yang disayangkan adalah bahwa tidak pernah ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Selalu ada kondisi, situasi pribadi atau faktor lingkungan yang mendorong untuk tidak melakukannya.
Tentu saja itu bukan berarti kamu tidak harus tetap melakukannya.
Ada banyak sekali contoh orang yang mencapai tujuan besar dalam keadaan terburuk. Sebagai contoh, pemilik Revlon dan HP sebuah perusahaan besar pada saat ini, tetapi dimulai pada tahun 1930an ketika krisis ekonomi terburuk negara sedang menimpa.
Jika kau menunggu semua kondisi menjadi sempurna, kau hanya akan terus menunggu. Sebelumnya kau ketahui ini, tahun demi tahun berlalu dan kau belum megambil selangkah pun untuk mewujudkannya.
Waktu berlalu cepat ketika kau menunggu momen yang sempurna.
Mencari Harapan Yang Hilang dan Kembali Bangkit Dari Keterpurukan
Hari ini, ya hari dimana aku menulis artikel ini hari rabu tanggal 2 Oktober 2013. Setelah kemarin hari selasa, dimana hari itu aku merasa sangat Ammazing. Pikiranku di penuh dengan ide-ide dan harapan dimana aku bisa melihat secara pasti dan detail bagaimana aku akan sukses di masa depanku nantinya. Sehingga aku sangat bersemangat dan yakin bisa melakukan segala hal. Satu pekerjaan selesai, lanjut ke pekerjaan lainnya dengan ringan seperti air yang mengalir deras. Semua pekerjaan selesai bahkan sebelum dead line kecuali hanya beberapa saja.
Tapi hari ini, perasaanku berubah 180 derajat. Rasanya aku malas melakukan sesuatu, selalu saja ada hambatan hambatan kecil yang mencegah untuk bertindak.
Setiap aku berniat memperbaiki komputer pasti ada saja alasan untuk tidak melakukannnya. Satu alasan diselesaikan alasan lain bermunculan. Entah itu lapar, haus, bahkan setelah makan malah kekenyangan jadi malas karena susah bergerak akibat perih karena perut kepenuhan. Trus istirahat sejenak dulu. Karena boring nyalain tv, setelah itu tetangga main ke rumah bawa anaknya yang masih kecil dan lucu pengen gemesin rasanya, malah jadinya main sama dia, trus pengen browsing sampai tiba2 hari udah siang dan perut kembali lapar.
Makan lagi, minum, nonton tv. Sampai gak ada acara yang enak di tonton dan tiba2 aku sadar aku telah membuang waktu berjam jam hanya untuk mondar mandir tidak jelas. Akhirnya timbul perasaan bersalah sudah membuang buang-buang waktu begitu banyak sedangkan tugas semakin menumpuk dan semakin membebani pikiran. Tapi ketika mau melangkah untuk menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan selalu berat perasaanku ini, selalu saja ada alasan. Terjadi perang sengit di dalam otak ku kuat-kuatan antara ingin bekerja dan berleha-leha. Rasanya seperti air yang di bendung yang sudah terkumpul banyak dan hampir membuat jebol bendungan.
Hingga akhirnya aku putuskan untuk berhenti dari semua kegiatan, STOP!! Aku buang semua pikiran entah yang positif atau negatif pokoknya semuanya aku buang jauh-jauh ke laut bahkan ke hongkong. Aku duduk aku ambil nafas dalam-dalam. Pikiranku hanya aku fokuskan ke pernafasan dan detak jantungku sampai semua pikiran terbuang tanpa sisa. Kemudian setelah itu aku ambil waktu di antara pernafasan untuk merilekskan badan dan pikiran. Setelah benar benar rileks baru aku buka kembali pintu pikiranku terhadap masukan masukan positif.
Barulah disitu aku menemukan sesuatu yang ternyata sepele telah membuat membuat otak ku ini berhenti bekerja.
Kemarin, setiap aku melihat foto impianku dimana aku ingin berada di dalamnya suatu saat nanti. Rasanya seperti melayang, menyenangkan sekali meski hanya membayangkannya dan membuatku bersemangat. Tapi hari ini, setiap aku kembali melihat foto yang sama perasaan ku justru hancur seperti trauma. Bukannya aku buang foto mengerikan itu, justru aku pandangi lagi, lagi dan lagi sambil kebingungan dan terheran-heran. Kok bisa? Ini apanya yang salah? Apa bedanya foto ini kemarin dengan sekarang?
Kembali lagi, ini karena pikiranku terlalu penuh oleh kegagalan. Hari kemarin aku menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan fantastis dan hanya menyisakan sedikit tugas kecil yang belum sempat diselesaikan. Tanpa aku sadari ternyata tugas kecil inilah yang masih tersisa di kepala dan membuat mimpiku semalam menjadi buruk dan bangun dengan perasaan serba salah. Tanpa aku sadari juga otakku sebelumnya telah melakukan suatu risetnya sendiri melakukan perhitungan dan berasusmsi bahwa jika pekerjaan kecil saja bisa molor, bagaimana dengan pekerjaan besar yang menanti di depanmu? Pasti akan lebih molor lagi sehinngga impianmu pasti akan tertunda sampai kamu akhirnya sudah tua dan impianmu itu tidak ada gunanya lagi.
Inilah masalahnya, aku ingin memiliki mobil rv atau biasa disebut motorhome(bus atau mobil yang biasanya berukuran besar dan didalamnya seperti rumah) dan berkeliling Australia, dimana harga satu unitnya bisa mencapai 2M. Kemudian harapanku ini di patahkan begitu saja melalui serangkaian kegagalan-kegagalan kecil. Sehingga membuat aku sakit hati ketika aku kembali memandangi foto-foto ini.
Ketika aku kembali memandangi foto itu hati kecilku berkata,"Wah sayang sekali, ternyata aku tidak bisa mencapainya" atau "ternyata aku belum tentu bisa mencapainya padahal aku sangat menginginkannya". Lihat paragraf pertama tulisan ini dimana aku begitu yakinnya akan semua hal, tiba tiba semua kepastian akan harapan itu hilang. Ibarat seseorang yang sedang jatuh cinta mati pada seorang wanita, dia sudah mengincarnya selama berhari hari, tiba-tibat dia melihat wanita itu berjalan mesra bersama laki-laki lain. Apa selanjutnya dia mau melihat wanita itu kembali? Biasanya tidak, pasti akan sangat menyakitkan?
Disinilah akar masalah nya, semua ketakutan akan kegagalan telah memenuhi pikiranku sehingga tidak tersisa lagi ruangan bagi pikiran positif yang baru untuk masuk. Ibarat seperi gelas yang hampir tumpah sudah penuh air putih panas sehingga ketika mau di buat kopi tidak ada sisa ruangan gelas yang bisa di isi oleh bubuk kopi dan gula.
Semua kisah-kisah inspiratif seperti Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu bolam setelah mengalami 1000 kali kegagalan kemudian kisah Mbak Angkie Yudhistia yang meskipun mengalami difabilitas dalam pendengarannya sehingga tidak bisa mendengarkan suara apapun tapi bisa berprestasi dan berkarir, hilang tidak terpikirkan olehku samasekali.
Oia, satu hal lagi. Aku terlalu fokus pada apa yang aku ingin miliki bukan fokus pada apa yang ingin aku hasilkan. Sehingga aku terjebak dalam perasaan ku sendiri.
Nah semoga cerita singkat ini bisa membantu :)
Tapi hari ini, perasaanku berubah 180 derajat. Rasanya aku malas melakukan sesuatu, selalu saja ada hambatan hambatan kecil yang mencegah untuk bertindak.
Setiap aku berniat memperbaiki komputer pasti ada saja alasan untuk tidak melakukannnya. Satu alasan diselesaikan alasan lain bermunculan. Entah itu lapar, haus, bahkan setelah makan malah kekenyangan jadi malas karena susah bergerak akibat perih karena perut kepenuhan. Trus istirahat sejenak dulu. Karena boring nyalain tv, setelah itu tetangga main ke rumah bawa anaknya yang masih kecil dan lucu pengen gemesin rasanya, malah jadinya main sama dia, trus pengen browsing sampai tiba2 hari udah siang dan perut kembali lapar.
Makan lagi, minum, nonton tv. Sampai gak ada acara yang enak di tonton dan tiba2 aku sadar aku telah membuang waktu berjam jam hanya untuk mondar mandir tidak jelas. Akhirnya timbul perasaan bersalah sudah membuang buang-buang waktu begitu banyak sedangkan tugas semakin menumpuk dan semakin membebani pikiran. Tapi ketika mau melangkah untuk menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan selalu berat perasaanku ini, selalu saja ada alasan. Terjadi perang sengit di dalam otak ku kuat-kuatan antara ingin bekerja dan berleha-leha. Rasanya seperti air yang di bendung yang sudah terkumpul banyak dan hampir membuat jebol bendungan.
Hingga akhirnya aku putuskan untuk berhenti dari semua kegiatan, STOP!! Aku buang semua pikiran entah yang positif atau negatif pokoknya semuanya aku buang jauh-jauh ke laut bahkan ke hongkong. Aku duduk aku ambil nafas dalam-dalam. Pikiranku hanya aku fokuskan ke pernafasan dan detak jantungku sampai semua pikiran terbuang tanpa sisa. Kemudian setelah itu aku ambil waktu di antara pernafasan untuk merilekskan badan dan pikiran. Setelah benar benar rileks baru aku buka kembali pintu pikiranku terhadap masukan masukan positif.
Barulah disitu aku menemukan sesuatu yang ternyata sepele telah membuat membuat otak ku ini berhenti bekerja.
Kemarin, setiap aku melihat foto impianku dimana aku ingin berada di dalamnya suatu saat nanti. Rasanya seperti melayang, menyenangkan sekali meski hanya membayangkannya dan membuatku bersemangat. Tapi hari ini, setiap aku kembali melihat foto yang sama perasaan ku justru hancur seperti trauma. Bukannya aku buang foto mengerikan itu, justru aku pandangi lagi, lagi dan lagi sambil kebingungan dan terheran-heran. Kok bisa? Ini apanya yang salah? Apa bedanya foto ini kemarin dengan sekarang?
Kembali lagi, ini karena pikiranku terlalu penuh oleh kegagalan. Hari kemarin aku menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan fantastis dan hanya menyisakan sedikit tugas kecil yang belum sempat diselesaikan. Tanpa aku sadari ternyata tugas kecil inilah yang masih tersisa di kepala dan membuat mimpiku semalam menjadi buruk dan bangun dengan perasaan serba salah. Tanpa aku sadari juga otakku sebelumnya telah melakukan suatu risetnya sendiri melakukan perhitungan dan berasusmsi bahwa jika pekerjaan kecil saja bisa molor, bagaimana dengan pekerjaan besar yang menanti di depanmu? Pasti akan lebih molor lagi sehinngga impianmu pasti akan tertunda sampai kamu akhirnya sudah tua dan impianmu itu tidak ada gunanya lagi.
Inilah masalahnya, aku ingin memiliki mobil rv atau biasa disebut motorhome(bus atau mobil yang biasanya berukuran besar dan didalamnya seperti rumah) dan berkeliling Australia, dimana harga satu unitnya bisa mencapai 2M. Kemudian harapanku ini di patahkan begitu saja melalui serangkaian kegagalan-kegagalan kecil. Sehingga membuat aku sakit hati ketika aku kembali memandangi foto-foto ini.
Ketika aku kembali memandangi foto itu hati kecilku berkata,"Wah sayang sekali, ternyata aku tidak bisa mencapainya" atau "ternyata aku belum tentu bisa mencapainya padahal aku sangat menginginkannya". Lihat paragraf pertama tulisan ini dimana aku begitu yakinnya akan semua hal, tiba tiba semua kepastian akan harapan itu hilang. Ibarat seseorang yang sedang jatuh cinta mati pada seorang wanita, dia sudah mengincarnya selama berhari hari, tiba-tibat dia melihat wanita itu berjalan mesra bersama laki-laki lain. Apa selanjutnya dia mau melihat wanita itu kembali? Biasanya tidak, pasti akan sangat menyakitkan?
Disinilah akar masalah nya, semua ketakutan akan kegagalan telah memenuhi pikiranku sehingga tidak tersisa lagi ruangan bagi pikiran positif yang baru untuk masuk. Ibarat seperi gelas yang hampir tumpah sudah penuh air putih panas sehingga ketika mau di buat kopi tidak ada sisa ruangan gelas yang bisa di isi oleh bubuk kopi dan gula.
Semua kisah-kisah inspiratif seperti Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu bolam setelah mengalami 1000 kali kegagalan kemudian kisah Mbak Angkie Yudhistia yang meskipun mengalami difabilitas dalam pendengarannya sehingga tidak bisa mendengarkan suara apapun tapi bisa berprestasi dan berkarir, hilang tidak terpikirkan olehku samasekali.
Oia, satu hal lagi. Aku terlalu fokus pada apa yang aku ingin miliki bukan fokus pada apa yang ingin aku hasilkan. Sehingga aku terjebak dalam perasaan ku sendiri.
Nah semoga cerita singkat ini bisa membantu :)
Selasa, 01 Oktober 2013
5 Langkah Menggandakan Produktivitas
Pernahkah terpikir bagaimana caranya supaya kau bisa menggandakan jumlah pekerjaan yang bisa kau selesaikan dalam rentang waktu yang sama hanya dengan beberapa langkah kecil?
Masalahnya adalah, kita terkondisikan untuk melawan produktivitas. Kita didesain untuk tidak bisa fokus.
So itu semua bukan salah mu jika kau sudah berjuang untuk menyelesaikan sesuatu.
Tapi, masih ada harapan. Bagaimana jika hanya dengan 5 langkah kau bisa membangun kefokusan dan otot produktifitasmu menjadi lebih besar dari otot lengan Arnold Schwarzenegger.
Bagaimana jika hanya dalam satu jam kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya butuh waktu seharian?
Pertama-tama aku akan menceritakan kepada mu tentang musuh: sebuah kondisi alami pikiranmu.
Pikiran mu sebenarnya kacau
Dalam buku best seller, Flow: The Psychology of Optimal Experience, setelah beberapa dekade penelitian Mihaly Csikszentmihaly menemukan bahwa "Bertentangan dengan pendapat umum, kondisi normal pikiran kita sebenarnya kacau"
Ketika kau membaca posting sejauh ini, sebuah daerah otak mu yang berhubungan dengan kesadaran dan fokus telah berubah secara radikal dari kondisi sebelum kamu menemukan halaman ini.
Peneliti otak Dr. Cunningham dan Zelazo menemukan bahwa daerah otak ini selalu di perbarui lima sampai delapan kali dalam satu detik. Seorang ahli saraf, Dr. Hanson berkata bahwa,"Ketidak stabilan syaraf ini mendasari semua kondisi pikiran"
Apa yang dimaksud adalah bahwa kita dikondisikan untuk tidak fokus pada satu hal dalam suatu waktu.
Bagaimana mengalahkan kekacauan dalam 5 langkah
Seperti hal-hal lainnya dalam hidup bahwa yang diperlukan adalah tindakan dan pengulangan untuk mencapai penguasaan atas kekurangan mu.
Para peneliti telah menunjukkan bahwa sampai akhir hayat kita, otak kita mudah dibentuk. Ia dapat diarahkan sesuai dengan gaya hidup yang kita inginkan. Seperti otot lainnya, Ia akan lebih kuat ketika bekerja. Tapi itu terserah kita untuk melakukan upaya dan pergi ke gym.
5 langkah ini adalah barbel yang kau butuhkan untuk menguatkan otak mu.
1. Latihan Kesadaran
Dalam waktu seharian, entah kamu sedang menonton TV, berjalan menuju kereta, atau bekerja dengan komputer, cukup dengan menyadari apa yang dilakukan oleh tubuhmu. Perhatikan apakah kakimu disilangkan, perhatikan kakimu yang menghempas trotoar ketika kamu berjalan, tanpa mengubah apa yang tubuhmu lakukan, hanya melatih pikiranmu untuk menyadari tubuhmu dan lingkungan sekeliling mu.
Latihan ini membuat pikiran sadar mu menjadi bagian yang lebih aktif dalam hidupmu sebagai lawan dari melakukan tindakan secara autopilot.
2. Fokuskan Pikiran mu
Selagi kamu mulai membangun otot-otot kesadaran mu, langkah selanjutnya adalah dengan mengarahkan otakmu untuk pergi kemana kau ingin pergi.
Dalam penelitiannya Dr. Andrew Newberg memindai otak dari seorang biarawati yang berdoa, lantunan Sikh, dan orang Budha yang bermeditasi dan memperhatikan bahwa mereka memiliki aktivitas otak terbersar yang berkaitan dengan fokus daripada orang-orang yang tidak melakukan latihan sejenis meditasi. Ia juga menemukan bahwa hanya dalam 8 minggu, berlatih dengan berbagai bentuk meditasi meningkatkan fokus dan daya ingat dari sekelompok orang-orang lansia yang mengalami masalah dengan daya ingat mereka.
Mulai hari ini, luangkan setidaknya 10 menit setiap hari berada dalam kesunyian tanpa jeda dan fokuskan pikiranmu pada pernafasan. Tutup mata mu, hirup selama empat detik dan hembuskan selama empat detik. Jika pikiranmu berkelana, tidak apa-apa. Pada awalnya-awalnya hal ini bersifat alami. Ketika hal itu terjadi, perhatikan kemana pikiranmu pergi dan bawalah kembali mengikuti pernafasan mu.
Empat kali menghirup, empat kali menghembuskan berperan seperti jangkar bagimu untuk mengarahkan otak mu.
3. Tetapkan Label Atas Keadaan Pikiran mu
Dr Lieberman, seorang peneliti di UCLA, menemukan bahwa kegiatan melabeli emosi meningkatkan kegiatan pada bagian sadar otak yang berhubungan dengan fokus, sementara aktifitas emosional pada otak berkurang.
Jalani hari dengan setidaknya satu kali setiap jam dengan menetapkan label atas emosimu. Cukup dengan memberi nama atas kondisi yang sedang terjadi. Hal ini memisahkan mu dari otak emosional mu dan memberi kekuatan lebih kepada otak sadar mu.
4. Atur Preemptive Strike
Psikolog Peter Gollwitzer dan Veronika Brand-statter menggunakan sekelompok pasien lansia yang menjalani pemulihan dari operasi peggantian pinggan atau lutut dan membagi mereka kedalam dua grup dengan intruksi berbeda. Salah satu grup diminta untuk menuliskan secara persis kapan dan dimana mereka ingin mandi dan pergi berjalan. Sedang grup lainnya hanya dianjurkan untuk melakukan hal yang sama di waktu luang merka.
Pasien yang menggunakan preemptive strike bisa mandi sendiri dalam waktu 3 minggu, sedangkan grup lain dalam waktu 7 minggu. Grup preemptive strike bisa berdiri dalam waktu3.5 minggu, dan grup lain membutuhkan 7,7 minngu.
Apapun yang ingin kau selesaikan, tulis dan rencanakan secara tepat kapan kau akan melakukannya dan seberapa lama waktu yang kau butuhkan. Mengatur preemptive strike ini akan memberi pikiranmu arah yang jelas dan mencegah kekacauan pikiran yang menyabotase kesuksesanmu.
5. Potong Waktumu Menggunakan Pemantik
Aku yakin saat ini kau tahu bahwa multitasking(mengerjakan beberapa tugas sekaligus) bukanlah metode yang efisien untuk untuk menyelesaikan sesuatu. Itu hanya menambah kontribusi kekacauan pada pikiran yang pada dasarnya sudah kacau.
Untuk menggandakan produktivitasmu, potong waktumu kedalam beberapa sesi waktu dan lakukan hanya satu hal dalam satu sesi. Yang saya suka lakukan adalah dengan menekan tombol start timer ketika awal pergantian sesi. Dengan menekan tombol start berfungsi sebagai pemantik yang berkata kepada otakku it's time to work, waktunya bekerja. Hal ini menempatkanku pada kondisi fokus dan aku menemukan bahwa aku mendapati lebih banyak hal terselesaikan ketika aku menekan tombol start daripada tidak.
Ambil waktu rehat selama 10 meniti setiap jam. Hal ini akan memberikan otak mu waktu pemulihan yang dibutuhkan dan memastikan bahwa ketika kamu sudah mencapai dead line kamu mendapati semuanya sudah selesai.
Itu saja. Lima langkah yang dipraktekkan dari waktu ke waktu dan kamu akan menggandakan produktivitas.
Masalahnya adalah, kita terkondisikan untuk melawan produktivitas. Kita didesain untuk tidak bisa fokus.
So itu semua bukan salah mu jika kau sudah berjuang untuk menyelesaikan sesuatu.
Tapi, masih ada harapan. Bagaimana jika hanya dengan 5 langkah kau bisa membangun kefokusan dan otot produktifitasmu menjadi lebih besar dari otot lengan Arnold Schwarzenegger.
Bagaimana jika hanya dalam satu jam kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya butuh waktu seharian?
Pertama-tama aku akan menceritakan kepada mu tentang musuh: sebuah kondisi alami pikiranmu.
Pikiran mu sebenarnya kacau
Dalam buku best seller, Flow: The Psychology of Optimal Experience, setelah beberapa dekade penelitian Mihaly Csikszentmihaly menemukan bahwa "Bertentangan dengan pendapat umum, kondisi normal pikiran kita sebenarnya kacau"
Ketika kau membaca posting sejauh ini, sebuah daerah otak mu yang berhubungan dengan kesadaran dan fokus telah berubah secara radikal dari kondisi sebelum kamu menemukan halaman ini.
Peneliti otak Dr. Cunningham dan Zelazo menemukan bahwa daerah otak ini selalu di perbarui lima sampai delapan kali dalam satu detik. Seorang ahli saraf, Dr. Hanson berkata bahwa,"Ketidak stabilan syaraf ini mendasari semua kondisi pikiran"
Apa yang dimaksud adalah bahwa kita dikondisikan untuk tidak fokus pada satu hal dalam suatu waktu.
Bagaimana mengalahkan kekacauan dalam 5 langkah
Seperti hal-hal lainnya dalam hidup bahwa yang diperlukan adalah tindakan dan pengulangan untuk mencapai penguasaan atas kekurangan mu.
Para peneliti telah menunjukkan bahwa sampai akhir hayat kita, otak kita mudah dibentuk. Ia dapat diarahkan sesuai dengan gaya hidup yang kita inginkan. Seperti otot lainnya, Ia akan lebih kuat ketika bekerja. Tapi itu terserah kita untuk melakukan upaya dan pergi ke gym.
5 langkah ini adalah barbel yang kau butuhkan untuk menguatkan otak mu.
1. Latihan Kesadaran
Dalam waktu seharian, entah kamu sedang menonton TV, berjalan menuju kereta, atau bekerja dengan komputer, cukup dengan menyadari apa yang dilakukan oleh tubuhmu. Perhatikan apakah kakimu disilangkan, perhatikan kakimu yang menghempas trotoar ketika kamu berjalan, tanpa mengubah apa yang tubuhmu lakukan, hanya melatih pikiranmu untuk menyadari tubuhmu dan lingkungan sekeliling mu.
Latihan ini membuat pikiran sadar mu menjadi bagian yang lebih aktif dalam hidupmu sebagai lawan dari melakukan tindakan secara autopilot.
2. Fokuskan Pikiran mu
Selagi kamu mulai membangun otot-otot kesadaran mu, langkah selanjutnya adalah dengan mengarahkan otakmu untuk pergi kemana kau ingin pergi.
Dalam penelitiannya Dr. Andrew Newberg memindai otak dari seorang biarawati yang berdoa, lantunan Sikh, dan orang Budha yang bermeditasi dan memperhatikan bahwa mereka memiliki aktivitas otak terbersar yang berkaitan dengan fokus daripada orang-orang yang tidak melakukan latihan sejenis meditasi. Ia juga menemukan bahwa hanya dalam 8 minggu, berlatih dengan berbagai bentuk meditasi meningkatkan fokus dan daya ingat dari sekelompok orang-orang lansia yang mengalami masalah dengan daya ingat mereka.
Mulai hari ini, luangkan setidaknya 10 menit setiap hari berada dalam kesunyian tanpa jeda dan fokuskan pikiranmu pada pernafasan. Tutup mata mu, hirup selama empat detik dan hembuskan selama empat detik. Jika pikiranmu berkelana, tidak apa-apa. Pada awalnya-awalnya hal ini bersifat alami. Ketika hal itu terjadi, perhatikan kemana pikiranmu pergi dan bawalah kembali mengikuti pernafasan mu.
Empat kali menghirup, empat kali menghembuskan berperan seperti jangkar bagimu untuk mengarahkan otak mu.
3. Tetapkan Label Atas Keadaan Pikiran mu
Dr Lieberman, seorang peneliti di UCLA, menemukan bahwa kegiatan melabeli emosi meningkatkan kegiatan pada bagian sadar otak yang berhubungan dengan fokus, sementara aktifitas emosional pada otak berkurang.
Jalani hari dengan setidaknya satu kali setiap jam dengan menetapkan label atas emosimu. Cukup dengan memberi nama atas kondisi yang sedang terjadi. Hal ini memisahkan mu dari otak emosional mu dan memberi kekuatan lebih kepada otak sadar mu.
4. Atur Preemptive Strike
Psikolog Peter Gollwitzer dan Veronika Brand-statter menggunakan sekelompok pasien lansia yang menjalani pemulihan dari operasi peggantian pinggan atau lutut dan membagi mereka kedalam dua grup dengan intruksi berbeda. Salah satu grup diminta untuk menuliskan secara persis kapan dan dimana mereka ingin mandi dan pergi berjalan. Sedang grup lainnya hanya dianjurkan untuk melakukan hal yang sama di waktu luang merka.
Pasien yang menggunakan preemptive strike bisa mandi sendiri dalam waktu 3 minggu, sedangkan grup lain dalam waktu 7 minggu. Grup preemptive strike bisa berdiri dalam waktu3.5 minggu, dan grup lain membutuhkan 7,7 minngu.
Apapun yang ingin kau selesaikan, tulis dan rencanakan secara tepat kapan kau akan melakukannya dan seberapa lama waktu yang kau butuhkan. Mengatur preemptive strike ini akan memberi pikiranmu arah yang jelas dan mencegah kekacauan pikiran yang menyabotase kesuksesanmu.
5. Potong Waktumu Menggunakan Pemantik
Aku yakin saat ini kau tahu bahwa multitasking(mengerjakan beberapa tugas sekaligus) bukanlah metode yang efisien untuk untuk menyelesaikan sesuatu. Itu hanya menambah kontribusi kekacauan pada pikiran yang pada dasarnya sudah kacau.
Untuk menggandakan produktivitasmu, potong waktumu kedalam beberapa sesi waktu dan lakukan hanya satu hal dalam satu sesi. Yang saya suka lakukan adalah dengan menekan tombol start timer ketika awal pergantian sesi. Dengan menekan tombol start berfungsi sebagai pemantik yang berkata kepada otakku it's time to work, waktunya bekerja. Hal ini menempatkanku pada kondisi fokus dan aku menemukan bahwa aku mendapati lebih banyak hal terselesaikan ketika aku menekan tombol start daripada tidak.
Ambil waktu rehat selama 10 meniti setiap jam. Hal ini akan memberikan otak mu waktu pemulihan yang dibutuhkan dan memastikan bahwa ketika kamu sudah mencapai dead line kamu mendapati semuanya sudah selesai.
Itu saja. Lima langkah yang dipraktekkan dari waktu ke waktu dan kamu akan menggandakan produktivitas.
Langganan:
Postingan (Atom)

