Sabtu, 30 Agustus 2014

Setelah sebelumnya gue memposting tulisan tentang saran untuk presiden yang baru terpilih yang gue bikin demi mendapatkan beasiswa kali ini gue posting tugas ospek gue. Yaitu suruh bikin essay tentang arti kemerdekaan.



Bayak definisi dari kemerdekaan, ada yang mengasosiasikan dengan kebebasan, ada juga yang mengatakan kemerdekaan adalah bebas dari penjajahan dan dari pengaruh dan intervensi asing. Sedangkan kemerdekaan menurut saya pribadi ada dua, yang pertama adalah memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik dan memperloleh kehidupan yang lebih layak, yang ke dua adalah kesempatan untuk mendapatkan pengakuan yang sama tanpa diskriminasi.
Contohnya adalah seperti politik apartheid yang terjadi di afrika selatan. Secara konstitusi republik afrika selatan merdeka dari kekuasaan britania raya sejak tanggal 31 mei 1961. Tapi apa yang terjadi, warga afrika selatang yang berkulit hitam belum mendapatkan kesempatan yang sama hampir dalam segala aspek kehidupan dengan warga kulit putih. Bagaimana dulu orang-orang kulit putih memperlakukan orang kulit hitam degan sangat tidak manusiawi dengan menganggap mereka bodoh, menganggap mereka adalah kaum budak.
Sejak afrika selatan mendeklarasikan kemerdekaanya hanya orang-orang kulit putih saja yang boleh mengikuti pemilihan umum, sedangkan orang kulit hitam dilarang ikut pemilu, hanya setelah tahun 1990 mereka baru diperbolehkan ikut dalam pemilu. Belum lagi pemerintah yang dipimpin oleh kalangan orang-orang berkulit putih juga menerapkan batas wilayah tertentu yang hanya boleh dilalui oleh orang-orang berkulit putih, sedangkan jika ada orang berkulit hitam memaksa masuk batas wilayah tersebut maka mereka akan segera ditangkap dan bahkan dipenjarakan oleh polisi. Dan masih banyak sekali kekejaman yang dilakukan oleh orang-orang kulit putih.
Jika kita melihat contoh diatas maka bisakah dikatakan bahwa afrika selatan telah merdeka? Bagi saya jelas tidak. Bayangkan saja jika pada tanggal 31 mei diperingati sebagai hari kemerdekaan afrika selatan maka sipakah sebernarnya yang benar-benar merayakan dan bisa menikmati kemerdekaan tersebut. Lalu apakah tolak ukur kemerdekaan yang sesungguhnya?.
Jika diasosiasikan dengan sebuah Negara atau bangsa. Maka saya akan membuat sebauh urutan atau tahapan kemerdekaan:
1.       Kemerdekaan Negara
Tolak ukur kemerdekaan Negara ditandai dengan pengakuan secara de facto maupun de yure dari Negara-negara di dunia atas Negara tersebut, dan Negara tersebut boleh melakukan dan mengambil keputusannya sendiri tanpa ada intervensi dari Negara manapun.
2.       Kemerdekaan Bangsa
Sedangkan level atau tingkatan kemerdekaan yang selanjutnya adalah merdeka bangsanya. Yaitu merdeka semua rakyatnya ditandai dengan semua orang mempunyai kesempatan yang sama, pengakuan yang sama sebagai warga Negara meskipun dengan latar belakang yang berbeda suku, agama, ras, bahkan meskipun warga pendatang dari luar negeri.
Dengan tolak ukur dan indicator tersebut lalu kita beralih kepada pertanyaan, apakah Indonesia telah merdeka? Untuk itu sebelumnya saya perlu menanyakan sebuah pertanyaan penting, Apakah sebelum Indonesia merdeka seluruh rakyat Indonesia sengsara? Jawabannya tidak, berdasarkan cerita dari almarhum kakek buyut saya yang keturunan arab dan sebagai pedagang di kota solo, dulu beliau sangat dekat dengan kekuasaan baik pihak keraton maupun belanda. Dia tahu betul bahwa kehidupan orang keratin beserta bupati-bupati di bawahnya hidup mewah dan bergelimang harta. Merekalah yang membuat peraturan yang menyengsarakan rakyat atas perintah belanda dan bahkan meraka juga ikut dalam melakukan pemaksaan kepada para petani untuk melakukan kerja paksa, program yang diperintahkan oleh belanda tapi yang mengeksekusi adalah para prajurit keratin. Kita bisa lihat sejarah, siapakah tokoh yang paling kencang perlawanannya terhadap belanda? Bukan dari golongan keraton yang hidup mewah, mereka adalah para santri dan para pelajar yang belajar di luar negeri.
Dengan begitu maka saya mengambil kesimpulan bahwa Negara ini telah merdeka tapi bangsa ini belum. Merdeka karena telah mendapatkan pengakuan Negara lain, tapi belum semua rakyat Indonesia bisa menikmati manisnya kemerdekaan dan pembangunan yang terjadi setelah Indonesia merdeka. Bagaimana masifnya pembangunan yang terjadi di pulau jawa, tapi di belahan timur Indonesia masih ada banyak daerah yang belum mendapatkan listrik bahkan yang ada listik pun juga sering mati, kemudian jalan raya yang masih belum beraspal sehingga ketika hujan tidak akan bisa dilalui.
Maka dari itu kemerdekaan yang ideal bagi bangsa ini menurut saya adalah pemerataan pembangunan di berbagai daerah di pelosok Indonesia terutamanya Indonesia bagian timur yang sudah sangat tertinggal. Untuk merealisasikannya maka pemerintah harus melakukan pemerataan anggaran daerah dan anggaran itu harus diawasi penggunaannya agar benar-benar tepat sasaran, bukan dinikmati hanya oleh pejabat daerahnya.
Sebagai langkah kecil untuk indonesia yang akan dan sedang saya lakukan adalah mendukung usaha orang tua saya dengan sekolah di ppm ini sehingga bisa melejitkan perusahaan mereka. Karena ayah saya punya cita-cita untuk membangun perusahaan farm yang akan memeberdayakan para penduduk desa bukan mengesploitasi mereka jika perusahaan yang sudah di jalani ini telah stabil, dalam artian bisa didelegasikan kepada orang lain tanpa kehadiran ayah saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar