Kamis, 27 November 2014

Karena Kamulah Satu-satunya Part 1

Cinta, perasaan yang sulit di gambarkan dan datang nya dari mana pun kita tidak tau. Seperti menggali inti bumi kalau kita ingin mengetahui apa arti cinta, selalu saja ada yang harus di gali sedangkan inti buminya tidak tercapai-capai. Inilah sepenggal kisah hidupku yang menjadikan tahun 2014 ini menjadi tahun yang paling berwana dalam hidupku. 

Semua berawal dari keputusan yang aku ambil untuk melanjutkan kuliah sekitar bulan juni 2013. Saat itu aku masih tinggal di Jakarta bertanggung jawab terhadap keberlangsungan salah satu cabang Sakinah Kerudung, usaha milik orang tua ku. Sebelumnya aku berfikir tidak perlu gelar untuk menjadi pengusaha sukses bahkan ijasah SMA pun aku tidak punya.

Ayahku sangat bahagia menyambut keputusanku ini, sampai-sampai dia selalu mengatakan kalimat ini belulang-ulang dalam berbagai kesempatan "Kamu punya otak yang luar biasa, abi yakin sebenarnya kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih besar dari ini, sayang kalau kemampuan otakmu itu tidak di maksimalkan".

Segera setelah itu aku mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian kesetaraan SMA untuk tahun depan melalui paket C. Dan ayahku meminta aku untuk tinggal di Bandung agar aku bisa fokus belajar, kemudian urusan cabang di jakarta diabil alih oleh orang tuaku sepenuhnya.

Pada pertengahan bulan agustus banyak bimbel mulai membuka kelas alumni, dan salah satunya adalah Ganesha Operation (GO). Sempat aku berfikir apakah aku perlu mengikuti kelas bimbel? Tanpa bermaksud sombong, aku bisa belajar sendiri tanpa guru. Tapi ayah ku mendorong untuk ikut bimbel, karena dengan mengikuti bimbel aku akan mendapatkan atmosphere persaingan dalam menghadapi sbmptn dan supaya  aku juga mengetahui medan perang yang akan aku hadapi.

Hari pertama berjalan lancar, aku berkenalan dengan lingkungan baru di sisni, berkenalan juga dengan teman teman baru. Selain itu aku juga melakukan apa yang biasa semua orang lakukan ketika mereka masuk ke lingkungan baru, entah itu sekolah, kantor, atau bahkan pesta ulang tahun temannya, terutama bagi para jomblo. Yaitu iseng iseng mengincar lawan jenis, siapa tau jodohnya ada di situ:).

Sebelumnya aku memang belum pernah pacaran, tapi aku juga tidak mau buru buru ingin pacaran hanya karena gengsi. Bagiku pacaran bukan soal coba-coba apalagi main-main.

Tapi Allah berkehendak lain, pada suatu hari masih di minggu pertama aku berjalan bersama teman teman menuju tempat kami para anak cowo biasa nongkrong setelah pelajaran di kelas selesai. Ditengah jalan aku melihat salah satu cewe sekelas yang aku belum aku kenal. Seketika itu juga langkahku melambat, pandanganku tiba tiba fokus. Aku lihat dia  jalan sama teman teman cewe lainnya menuju loby, mungkin mereka mau menanyakan informasi kepada staf GO. Tanpa aku sadar mengalir begitu saja kata-kata ini dalam hatiku "Masa depan itu cuma Allah yang tau, tapi apakah ada dalam pengetahuan yang Allah miliki itu tercatat bahwa entah dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun ke depan dia akan ada di sisi menemaniku dalam masa kegagalan maupun kesuksesan?".

Segera aku tersadar dari lamunan setelah menyadari aku mulai tertinggal dari gerombolan teman temanku. Peristiwa yang hanya beberapa detik itu terjadi begitu saja tanpa aku sengaja sama sekali. Bahkan ketika nongkrong dan sanpai perjalanan pulang naik motor pun aku masih kepikirankenapa aku bisa reflek melakukan itu tadi, padahal namanya saja aku belum tau?”.

Hari hari berikutnya semua berjalan normal seperti biasa, aku belajar untuk mengejar ketertinggalan materi. Hanya saja seletelah peristiwa hari itu aku jadi semakin ingin tahu siapa dia, hanya sekedar ingin tahu saja tanpa ada perasaan atau berharap apapun.

Minggu berikutnya aku sudah tau namanya adalah Rifda, beberapa minggu kemudian tau nama panjangnya 'Rifda Widayanti'. Kemudian dengan modal nama panjangnya aku temukan FB miliknya. 

Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar