Cinta, perasaan yang sulit di gambarkan dan datang nya dari mana pun kita tidak tau. Seperti menggali inti bumi kalau kita ingin mengetahui apa arti cinta, selalu saja ada yang harus di gali sedangkan inti buminya tidak tercapai-capai. Inilah sepenggal kisah hidupku yang menjadikan tahun 2014 ini menjadi tahun yang paling berwana dalam hidupku.
Semua berawal dari
keputusan yang aku ambil untuk melanjutkan kuliah sekitar bulan juni 2013. Saat
itu aku masih tinggal di Jakarta bertanggung jawab terhadap keberlangsungan
salah satu cabang Sakinah Kerudung, usaha milik orang tua ku. Sebelumnya aku berfikir
tidak perlu gelar untuk menjadi pengusaha sukses bahkan ijasah SMA pun aku
tidak punya.
Ayahku sangat bahagia
menyambut keputusanku ini, sampai-sampai dia selalu mengatakan kalimat ini
belulang-ulang dalam berbagai kesempatan "Kamu punya otak yang luar biasa,
abi yakin sebenarnya kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih besar dari ini,
sayang kalau kemampuan otakmu itu tidak di maksimalkan".
Segera setelah itu aku mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian kesetaraan SMA untuk tahun depan melalui paket C. Dan ayahku meminta aku untuk tinggal di Bandung agar aku bisa fokus belajar, kemudian urusan cabang di jakarta diabil alih oleh orang tuaku sepenuhnya.
Pada pertengahan bulan
agustus banyak bimbel mulai membuka kelas alumni, dan salah satunya adalah Ganesha
Operation (GO). Sempat aku berfikir apakah aku perlu mengikuti kelas bimbel?
Tanpa bermaksud sombong, aku bisa belajar sendiri tanpa guru. Tapi ayah ku
mendorong untuk ikut bimbel, karena dengan mengikuti bimbel aku akan
mendapatkan atmosphere persaingan dalam menghadapi sbmptn dan supaya aku juga mengetahui medan perang yang akan
aku hadapi.
Hari pertama berjalan lancar, aku berkenalan dengan lingkungan baru di sisni, berkenalan juga dengan teman teman baru. Selain itu aku juga melakukan apa yang biasa semua orang lakukan ketika mereka masuk ke lingkungan baru, entah itu sekolah, kantor, atau bahkan pesta ulang tahun temannya, terutama bagi para jomblo. Yaitu iseng iseng mengincar lawan jenis, siapa tau jodohnya ada di situ:).
Sebelumnya aku memang belum pernah pacaran, tapi aku juga tidak mau buru buru ingin pacaran hanya karena gengsi. Bagiku pacaran bukan soal coba-coba apalagi main-main.
Tapi Allah berkehendak lain, pada suatu hari masih di minggu pertama aku berjalan bersama teman teman menuju tempat kami para anak cowo biasa nongkrong setelah pelajaran di kelas selesai. Ditengah jalan aku melihat salah satu cewe sekelas yang aku belum aku kenal. Seketika itu juga langkahku melambat, pandanganku tiba tiba fokus. Aku lihat dia jalan sama teman teman cewe lainnya menuju loby, mungkin mereka mau menanyakan informasi kepada staf GO. Tanpa aku sadar mengalir begitu saja kata-kata ini dalam hatiku "Masa depan itu cuma Allah yang tau, tapi apakah ada dalam pengetahuan yang Allah miliki itu tercatat bahwa entah dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun ke depan dia akan ada di sisi menemaniku dalam masa kegagalan maupun kesuksesan?".
Segera aku tersadar dari
lamunan setelah menyadari aku mulai tertinggal dari gerombolan teman temanku.
Peristiwa yang hanya beberapa detik itu terjadi begitu saja tanpa aku
sengaja sama sekali. Bahkan ketika nongkrong dan sanpai perjalanan pulang naik
motor pun aku
masih kepikiran “kenapa
aku bisa reflek melakukan itu tadi, padahal namanya saja aku belum tau?”.
Hari hari berikutnya semua
berjalan normal seperti biasa, aku belajar untuk mengejar ketertinggalan
materi. Hanya saja seletelah peristiwa hari itu aku jadi semakin ingin tahu
siapa dia, hanya sekedar ingin tahu saja tanpa ada perasaan atau berharap apapun.
Part 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar