Jumat, 28 November 2014

Malam

Malam adalah waktu terbaik untuk mencari inspirasi, menggali ide-ide kreatif, menenangkan diri, merenung, introspeksi diri, berdua dengan kekasih menjalin komunikasi yang romantis dan intim bagi yang sudah menikah, maupun mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.

Karna malam adalah waktu ketika sebagian besar mesin-mesin berhenti berderu mengeluarkan suara bising dan gas beracunnya. Ketika suhu udara mulai turun seiring degan kepergian sang matahari. Tidak ada lagi gangguan dari teman-teman yang jahil, tidak ada lagi atasan yang membentak-bentak, tidak ada lagi dosen yang ceramah cuap-cuap gak berhenti-henti.

Malam hari adalah saat dimana aku benar-benar menjadi orang yang merdeka. Aku memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang sepuasnya sampai pagi. Tidak ada yang melarangku untuk melakukannya. Saat itu semua orang sudah terlelap tidur, saat itu pula tidak ada tekanan, tidak ada tuntutan atau batas waktu yang bisa menghalangi ku untuk mencari inspirasi kecuali kelemahan diri ku sendiri, yaitu rasa lelah.

Malam hari adalah ketika aku dapat menatap rembulan yang terang yang dengan bentuk jelek tidak ratanya dia masih menyinari malam yang gelap gulita, menyampaikan cahaya yang dikirimkan oleh matahari yang tidak sempat menyinari bagian bumi yang aku pijak ini. Ada juga awan yang bergerak perlahan seakan dia tidak punya masalah ataupun tekanan yang membuat dia harus berlari. Apalagi ditambah dengan taburan bintang yang berkilau indah yang berubah warna tidak beraturan seakan mereka sedang bermain-main ceria.

Kesemuanya menggodaku untuk mencurahkan semua isi hatiku kepada sang penciptanya. Keluh kesah, doa, harapan, pertanyaan, dan semuanya. Karna aku yakin hanya dialah satu-satunya yang mau mendengar semua sampah-sampah ini disaat yang lain lebih peduli dengan urusan mereka masing-masing.  

Pada saat sepertiga malam terakhir Allah turun dari singasanyanya di langit ke tujuh ke langit ke satu, untuk melihat siapa sajakah hambanya yang rela bangun pada waktu itu untuk bertemu dengannya. Dan pada saat itu doa apapaun dari hambanya akan tidak ada yang lain kecuali akan dia kabulkan.
Dan ketika pagi menjelang maka aku akan jauh lebih siap untuk menyelesaikan berbagai tugas dan kewajiban yang harus aku lakukan dengan sebaik-baiknya. Udara dingin yang lembut membelai kulit ku dan mengisi rongga paru-paru yang haus akan oksigen. Sebagai penyempurna semagat dan harapan yang telah aku bangun pada malam hari tadi.


Ya Allah sungguh indah ciptaanmu, maka akan betapa lebih indahnya engkau. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar