Sudah sekitar sembilan bulan sejak aku memutuskan untuk
mencintai dan setia dengan seseorang, sejak saat itu pula hidupku berubah, aku
suka perubahan ini. Tapi aku juga tidak suka kalau aku juga harus meninggalkan
jati diriku.
Banyak sekali perbedaan antara aku dan dia, dia berasal dari
keluarga pns dimana kemapanan di junjung tinggi oleh mereka sedangkan aku
berasal dari keluarga pengusaha dimana prinsip kami adalah high risk high
return. Kalau aku ngobrol dengan dia masalah peluang, resiko, dan inovasi sudah
pasti gak akan ketemu atau nyambung. Otomatis aku harus cari bahan seputar
peluang kerja, besaran gaji, dan promosi.
Gak cuma itu, gaya hidup kami juga beda. Sejak kecil aku sudah
di didik untuk menabung, apapun yang ingin aku beli untuk kesenanganku harus
aku beli sendiri dari uang tabungan bulanan yang aku terima. Bukan karena orang
tuaku miskin tapi karna itulah pendidikan yang mereka berikan untuk
anak-anaknya agar tahan banting. Sedangkan sepertinya hal ini tidak berlaku di
keluarga dia.
Dan masih ada lagi hal-hal berbeda lainnya seperti aku lebih
suka sendiri dan main seperlunya, sedangkan dia tiap hari main, entah libur
atau enggak dia gak pernah absen main dan jalan-jalan. Awalnya aku berfikir
tidak mungkin aku menjalani hubungan ini dengan begitu banyak perbedaan.
Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi dirinya dan secara perlahan aku dorong
dia untuk menjadi diriku.
Tapi inilah hasil yang aku dapat, aku menjadi semakin jauh
dari diriku dan rasanya seperti mau mati, dan setiap aku ngobrol dengan dia
selalu berakhir panas karna sepertinya kita saling menuntut. Aku dihadapkan
pada dua pilihan, kehilangan dia atau kehilangan diriku sendiri.
Berhari-hari aku seperti zombi yang berkeliaran di kota
Jakarta. Kemanapun aku melangkah aku seperti orang yang tidak punya kesadaran
karena melamun merenungkan apa ya solusi yang bisa aku lakukan.
Akhirnya aku menemukan suatu solusi yang win win, aku masih
bisa mendapatkan diriku maupun dia. Aku memutuskan untuk mencintai dia seperti
ketika pertama kali aku jatuh cinta padanya, aku gak peduli apapun yang dia
lakukan aku mencintainya, aku sanjung dia, aku ingin menjadikannya putri dalam kerajaanku, aku ingin membuat hatinya jatuh
kepadaku. Dengan begitu dia akan lebih mudah untuk menerima diriku apa adanya dan aku jadi semakin sayang sama dia tanpa syarat.
Indahnya kehidupan semakin terasa ketika bisa saling melengkapi dalam perbedaan.
Indahnya kehidupan semakin terasa ketika bisa saling melengkapi dalam perbedaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar